“Air
Mata itu Telah Sirna”
Karya
: Yurike annisa cahyani
Sudah yang kedua kalinya air mata itu hadir
dalam keluarga ku. Masalah yang serupa datang kembali untuk dan akhirnya menghancurkan
keluarga kecil ku. Ya.... Peceraian kedua orang tua ku sangat sulit aku terima
.... dan aku adalah penentang pertama perceraian itu. Tapi ucapanku sama sekali
tidak dihiraukan oleh siapapun. Tentu... Siapa yang mau mendengarkan ucapan
bocah berumur 5 tahun sepertiku .
Perceraian itu akhirnya benar – benar terjadi. Dan aku hanya bisa pasrah dan menerima
perpisahan ayah dan ibu, walaupun hatiku sendiri memberontak dan tidak bisa
menerima perpisahan itu. Ingin rasanya aku berteriak mengeluarkan semua yang
ada di benak dan hatiku.
“ Aku
tidak ingin perpisahan ini terjadi aku ingin keluargaku tetap utuh “ Bagitulah
teriak ku dalam hati.
Hari pertama saat aku jauh dari ayah karena sekarang
aku tinggal bersama ibu, walaupun sulit bagi ku untuk memilih ibu atau ayah. karena
mereka adalah orang pertama yang aku sayang dan paling aku cintai di dunia ini.
Hari terus berlalu, minggu terus berjalan dan bulanpun terus berganti.
Keluargaku masih tetap tidak bisa disatukan. Hingga tiba pada suatu hari dimana
aku melihat ayah dengan seorang wanita yang sama sekali tidak aku kenal. Aku
terus memperhatikan mereka tanpa sadar aku mengikuti mereka hingga kakiku
terhenti di persimpangan rumah ayah.
Hati , perasaan dan fikiranku mulai tak karuan.
“ Apa
ayah akan menikah dengan perempuan itu ? “ pertayaan sejenis muncul dalam
benakku hingga air mataku mulai berjatuhan mengalir mengiringi langkah ku yang
berbalik arah menjauh dari rumah ayah. Aku berlari sekuat tenagaku untuk segera
sampai di rumah, kakiku terasa begitu cepat melangkah sehingga aku tiba di
sebuah kamar yang terdapat dalam rumah ku aku tetap menangis tersedu-seduh
sambil bersimpuh dan terus mengusap butir air mata yang terus membasahi pipiku
sungguh aku sangat kesal dan rasa takut yang begitu besar. Aku takut jika ada
orang lain yang menggantikan ibu. Di tengah
kecemasan ku aku merasa belaian halus dari ibu yang ikut bersimpuh di
hadapanku.
“ Nak .....
Ike kenapa menangis, Siapa yang menjahili ike bilang sama ibu sayang..”
begitulah ucapan ibu yang lembut kepada ku.
“ Tidak bu .... Tidak ada yang menjahui ike ,,
ike Cuma takut ibu . “ Aku terhenti dan lidahku terasa kaku untuk melanjutkan
ucapanku , karena aku tidak mau jika ibu bersedih mendengar ucapan ku.
“ ike takut kenapa .. Ayo sayang cerita sama
ibu” ucap ibu yang ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dengan ku. Tapi
aku tetap tidak ingin mengatakan kepada ibu tentang apa yang sudah aku lihat “
Ike takut dengan anjing tetangga itu bu “ jawab ku untuk mengikuti semua
ketakutanku yang sebenarnya. Ibu hanya terseyum dan memeluk ku sambil terseyum.
Keesokan harinya, seperti biasa aku bersiap
untuk pergi ke sekolah. Aku bersekolah di TK Aisyah samping rumah ku walaupun sekolah ku hanya beberapa
langkah dari rumah, tapi setiap hari aku bersiap lebih awal karena seperti
biasa sebelum aku berangkat sekolah aku sudah terbiasa untuk mencium tangan ke
dua orang tua ku. Kalian tentu aneh
bukan ..... Bagaimana bisa aku mencium tangan ke dua orang tua ku sementara
ayah dan ibu ku telah berpisah. Tapi aku tetap menjalankan kewajibanku sebagai
anak yang berbakti ...
Aku mencium tangan ibu dan nenek terlebih dahulu, setelah itu aku pergi ke
rumah ayah untuk berpamitan dan mencium tangan ayah juga nenek. Tapi hari ini
aku begitu sedih karena ayah hanya membuka jendela dan menjulurkan tangannya
dari besi –besi itu. Betapa hancurnya
hati ku melihat sikap ayah yang telah berubah kepada ku. Ayah yang biasanya
menyambut kedatangan ku dengan seyuman
dan pelukan yang hangat berubah seperti orang yang tidak begitu peduli dengan
ku.
Kenapa ayah berubah,, ” kenapa ayah tidak
memeluk dan mencium keningku seperti yang biasa
ia lakukan ke padaku “ fikiran ku mulai tak karuan hingga aku mulai
memberanikan diri untuk menayakan tentang apa yang aku liat kemarin kepada ayah.
“Ayah ..... Sebelum ike pergi ke sekolah ike
boleh menanyakan sesuatu sama ayah? “ tentu ayah mengiyakan pertayaan ku “ iya ike
mau nanya tentang apa ?”
“
Wanita yang bersama ayah kemarin siapa apa itu teman ayah ? “ Tanya ku dengan
suara lembut sesuai dengan usiaku. Tapi
jawaban ayah sungguh tidak menenangkan hati ku.
“ Eh ke
.... udah jam 07 lewat ni nanti ike terlambat loh ..... “ Begitulah jawaban
ayah .. Ya , aku hanya diam dan mengikuti pertanyaan ayah untuk pergi ke
sekolah . Setelah aku berpamit dan mencium tangan ayah dari luar jendela itu .
Hati ku masih saja gelisah dan rasa ingin tau pun bertambah
besar kepada ayah dan wanita itu ... Berapa hari telah berlalu setelah kejadian
itu dan ibu mengajakku mengelilingi desa dan menikmati suasana desa di pagi
hari .... Kami selalu melakukan itu setiap hari libur seperti ini ... Setelah cukup jauh berjalan ..... Tiba –tiba
mata kami tertuju satu ara yang sama kami memandang seorang wanita dan pria
yang berjalan santai dengan seorang anak –anak laki –lakis sebangku yang berada
di tengah mereka .... Ya .... Pria itu teryata ayahku bersama wanita yang aku
liat tempo hari ... Aku sedih dan memang
erat tangan ibu sambil menatap mata ibu yang mulai berkaca kaca .. Sunggu aku
sangat sedih aku mulai merasakan jarak antara aku dengan ayah aku mulai
berpikir kalau dugaan ku benar wanita dan anak laki – laki itu yang telah
merebut ayah dari kami .....
“ Ibu .... “ Panggil aku dengan suara yang
lembut “ Ya sayang .... Ike sudah capek
ya ..? Kita pulang yuk dan istirahat di rumah “ Pinta ibu kepada ku untuk menutupi
kesedihan hatinya karena kau tau kalu
ibu sngat mencintai ayah dan keluarga aku dulu sangatlah harmonis tapi aku
tidak yang menyebabkan ke dua orang tua ku harus bercerai itulah yang tidak
perna aku ketahui dan tidak perna aku mengerti apa yang sebenarnya terjadi
dengan keluarga ku ....
Sesampainya di rumah aku kembali memperhatikan
wajah ibu yang terlihat sedih dan berusaha tegar di hadapan ku ... “ ibu kenapa
sedih ? “ tanyaku kepada ibu sambil berjalan mendekat dan duduk di pangkuan ibu
. “ Tidak .... Ibu tidak bersedih sayang , tadi mata ibu kelilipan makanya
seperti orang yang menangis “ Jawab ibu menutupi kesedihan dari ku ....” Ibu
wanita dan anak laki-laki yang bersama ayah tdi siapa ? apa mereka yang telah
merebut ayah dari kita ? “ pertanyaan itu tiba terlontar dari mulut dan
akhirnya membuat tetesan air mata ibu tidak bisa di bendung lagi ibu semakin
erat memelukku yang berada di pangkuan seolah –olah memberi isarat betapa
hancurnya hati ibu saat ini ....
“ ike sayang ayah nggak akan meninggalkan kita
kok .... Ayah akan selalu ada di kekat kita ayah pasti sayang banget sama ike “
kata-kata ibu mungkin bisa membuatku terseyum tapi aku tidak tau bagaimana
keadaan yang sebenarnya ....
Hari terus berlalu , dan wanita itu semakin
sering berkunjung ke rumah ayah hingga tiba di suatu hari dimana wanita dan
anak laki –laki itu mendatangi ku yang sedang asik bermain bersama teman
sekolah ku ....... “ ike ???? “ waanita itu memanggil nama ku sambil terseyum
manis untuk menarik perhatian ku sementara anak itu menjulurkan tanganya dan
memperkenalkan dirinya pada ku “ Halo nama ku deri “ ... Tingkah laku mereka
yang manis tentu tidak akan bisa mengeluluhkan hatiku karena aku sudah
terlanjur membenci mereka aku sama sekali tidang menghiraukan kedua orang itu
dan langsung pergi meninggalkan mereka .
Setelah
beberapa hari dari kejadian aku bertekat bertanya kembali kepada ayah tentang
teka- teki yang tidak aku ketahui selama ini . Sepulangnya aku dari sekolah aku
langsung bergegas untuk menemui ayah dan berharap akan ada jawaban pasti atas
semua pertanyaan .
“ Assalammualaikum ....... Ayah “ panggilku
sambil mengetuk pintu rumah ayah . “
Waalaikumsalam .... eh ada putri ayah “ jawab ayah sambil membuka pintu dan
menggendongku masuk ke rumah . “ ike udah makan ? “ Tanya ayah dengan penuh
perhatian kepada ku .,
“ Udah dong yah “ Jawabku kepada ayah di
tengah perbicaraan hangatku denagn ayah aku teringat tentang tujuan ku yang
sebenarnya satu persatu pertanyaan mulai terlontar dari mulut ku hingga satu
pertanyaan ku yang membuat ayah untuk sulit menjawabnya
“
ayah mau nggak tinggal bersama kami lagi seperti dulu ? Ayo ayah baikan lagi
dong sama ibu , jangan marahan terus pertanyaan ku membuat ayah heran karena
bagaimana mungki anak seusiaku mengatakan hal seperti itu ..... Ayah hanya
terdiam dan menatapku yang terus memaksa ayah segerah menjawab pertanyaan dari
ku ..
“
mmmm ..... ike sayang , seharusnya ike nggak usah memikirkan apa yang bukan
seharusnya menjadi pikiran iki yang seharusnya yang di pikirkan hanya sekolah
dan bagaimana supaya mendapat juara satu .. “ Begitulah jawab ayah yang sama
sekali tidak aku harap kan
“
Ayah , Bagaimana ike bisa mendapat juara kalu ike harus berpisah dari ayah ike
mau keluarga ike seperti dulu , ike mau kita satu rumah satu rumah lagi ,
keadaan seperti ini membuat ike sedih ayah “ . Aku mulai menangis dan
mengeluarkan semua isi hatiku sunggu yang aku inginkan hanya satu , aku hanya
ingin melihat ayah dan ibu ku bersama lagi aku ingin kebahagian seperti dulu .
Ayah sama sekali tidak memberikan jawaban pasti yang aku harapkan dan ayah
meninggalkanku di ruang tamu sendirian . Aku tetap duduk dan membuka album
berisi kenangan saat ayah dan ibu belum berpisah satu persatu halaman dari
album itu telah aku lihat , hingga muncul dalam fikiran sebuah ide konyol untuk
menulis di belakang foto ayah
“
ini ayah ike
“
Bukan ayah deri
“Ayah
sayang sam ike
“
Bukan sama deri
“
Ike benci sama deri dan wanita itu “
Begitulah catatan yang aku tulis di belakang
foto ayah , dengan tulisanku yang seperti cakar ayam , tentu kerena aku masi
anak TK yang belum begitu mahir untuk menulis .
Hari ini tepat tanggal 05 juli 2005 , ya hari
ini adalah hari ulang tahunku yang ke 6 ibu adalah orang pertama yang
mengucapkan selamat ulang tahun kepada ku dan juga memberiku boneka kelinci
sebagai hadianya ...... tentu aku sangat senang sekali dan mengucapkan
terimakasih kepada ibu
Aku
menunggu di atas depan rumah dan terus menatap ke arah luar rumah hari sudah
semakin sore tapi ayah belum juga datang . “ Ike ..... kok belum masuk , ike
nunggu siapa ? “ Tanya ibu kepada ku ......
“ ike nunggu ayah bu .... ayah pasti datang ,
ibukan perna bilang kalu ayah sangat menyayai ike “ jawabku dengan penuh
harapan ... Waktu terus berputar dan mata ku mata ku mulai lelah dan ngantuk menunggu kedatangan
ayah dari tadi ibu yang melihat kondisiku seperti itu mengajakku untuk
istirahat di dalam .
“ Ike ayo nak kita masuk ,,, ike kelihatanya
sudah lelah .... Ayo sayang “
“
Tapi bu “
“ Sudah , ayo kita masuk “ ucap ibu memotong
perkataan ku aku menurutnya dan berjalan dengan pelan mengiringi ibu ....
ketika ibu hampir menutup pintu tiba terdengar suara seseorang yang memanggil
nama ku
“
Ike”
Aku langsung berlari dan menghampiri orang itu
betapa bahagia aku akhirnya ayah datang dan mengucap selamat ulang tahun kepada
ku
“ Ayah
.... ayah masih ingat ulang tahun ike ? “
“ Tentu sayang ... Mana mungkin ayah bisa
melupakan ulang tahun putri kesayangan ayah jawab ayah dengan senyuman yang
begitu manis
“ Oh ya
ike mau kado apa dari ayah lanjut ayah kepada ku
“
Emmm .... Ike mau ayah tinggal sama ike dan ibu lagi , ayah maukan ? “ pintaku
yang belum tentu bisa ayah penuhi , karena ayah hanya diam dan melirik ke arah
ibu ....
“ Ibu juga maukan tinggal sama ayah lagi
lanjutku untuk meminta kepada ibu tapi ibu juga diam dan tidak menjawab apa-
apa aku kembali menatap ayah dan memberi isyarat untuk menjawab pertanyaan ku
...
“ iya
sayang .... ayah akan melakukan apa saja untuk ike asalkan ike bisa terseyum
jawaban dari ayah yang cukup membuat ku puas sekarang aku hanya menunggu
jawaban dari ibu .... “ mmmm “ ibu mengangkat alis matanya dan mengangguk
sebagi tanda kalu ibu juga setuju dengan ayah
Betapa senangnya hati ku saat itu karena ayah
dan ibuku akan bersama lagi dan ini adalah kado terindah dalam hidup ku yang
tidak akan perna aku lupakan sejak hari itu tidak ada lagi air mata di antara
kami . Ayah dan ibu juga tidak perna bertengkar lagi .
Link download file-nya "GREENTHREE"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar kalian sangat berharga bagi saya