animasi-bergerak-selamat-datang-0276

Selasa, 04 April 2017

Cerpen "Pilihan Arin"



PILIHAN ARIN
Oleh : Septi Islamia Utari

Arin adalah seorang wanita yang baik. Tidak hanya baik hati, Arin juga wanita yang cantik. Dengan wajah yang cantik, kulit putih, tubuh tinggi, langsing dan berhati baik, tidak heran kalau banyak pria yang menyukainya. Banyank pria tampan yang ingin menjadi kekasihnya. Bahkan tidak jarang yang datang untuk melamarnya. Namun belum ada satupun pria yang cocok dihatinya. Arin berumur 25 tahun. Arin tinggal bersama keluarganya yang sederhana. Orang tua arin adalah seorang petani. Arin mempunyai dua orang adik perempuan yang sama cantiknya dengan Arin. Adik bungsu Arin masih bersekolah, sedangkan yang pertama sudah menikah.
Setiap harinya Arin bekerja disebuah sekolah didesanya. Arin adalah anak yang baik dan penurut dan tidak pernah membantah orang tuanya. Orang tuanya juga sangat menyayanginya. Keluarga mereka adalah keluarga yang bahagia. Hingga suatu hari Arin menghilang tanpa kabar . dia tidak bias dihubungi, membuat orang tua dan adik-adiknya cemas dengan keadaan Arin. Mereka bertanya kepada teman-teman Arin tentang keadaan Arin. Namun tak ada satupun orang yang tahu dimana Arin berada. Orang tua Arin semakin cemas dan takut terjadi apa-apa kepada Arin.
Segala cara mereka lakukan untuk menemukan Arin. Bahkan mereka meminta bantuan kepada paranormal. Tapi mereka belum mendapatkan hasil apa pun. Sudah berhari-hari Arin menghilang tanpa kabar sediktpun. Ibu Arin sangat sedih dengan keadaan itu. Sambil menangis ibu Arin berkata
“ Arin dimana kamu nak, ibu cemas nak, pulang nak pulang”.   
“ Bu sabar bu, kak Arin pasti baik-baik saja. Kita berdoa saja sama tuhan semogaa kak Arin baik-baik saja”. Hibur adik bungsu Arin.
Ayah Arin terus mencari arin keberbagai tempat, dan tetap tidak mendapatkan hasil. Suatu hari ibu Arin mendapat telepon,
“ Halo ini siapa?” Tanya ibu Arin.
“ Bu ini Arin”. Jawabnya
“ Ya Allah Arin.... ini benar-benar kamu nak?”
“ ya bu ini Arin”.
“ Arin kamu dimana nak? Gimana kabar kamu? Kamu enggak apa-apa kan nak?”.
“ Arin nggak apa-apa bu, Sekarang Arin ada di Jakarta”.
“ kenapa kamu pergi nggak bilang-bilang nak? Apa kamu ada masalah !”
“ Maafin  ya bu, Arin salah. Arin nggakbilang kalau Arin pergi. Arin sekarang sudah menikah bu. Nama suami Arin Dion”.
  Iya nggak apa-apa nak, asalkan Arin baik-baik saja. Kapan kamu pulang nak?”
“ Minggu depan Arin dan suami Arin akan pulang kerumah bu. Arin akan memperkenalkan suami Arin sama ibu, ayah, dan adik-adik. Sekali lagi Arin minta maaaf bu”.
Mendengar kabra dari Arin, keluarga Arin sangat senang. Sampai-smapai merka menangis bersama. Mereka sangat senang Arin baik-baik sja. Minggu depannya Arin dan Dion suaminya pulang kedesa Arin. Sesampainya didesa, kelurga Arin menyambut merka dengan hangat. Arin memperkenalkan suaminya
“ Ibu, ayah ini Dion suami Arin”.
Ibu, ayah dsan adik-adik Arin terlihat terkejut melihat Dion. Dion mempunyai kekurangan. Ada cacat diwajahnya. Orangtua arin bertanya-tanya mengapa Arin memilih suami yang punya kekurangan, padahal dulu banyak pria tampan yang ingin menikahi Arin. Arin menjelaskan kepada keluarganya
“ Arin mencintai Dion bu. Walaupun Dion mempunyai kekurangan, Arin tetap mencintai Dion. Dion  orang yang sangat baik, Dion juga mencintai Arin. Dion selalau menjaga Arin.”
“ Iya bu, Arin adalah orang yang sangat Dion cintai. Arin orang yang baik. Walaupun dia cantik, dia tidak pernah memilih-milih teman. Dion sangat mencintai Arin. Dion minta maaf karena sudah membuat Arin pergi dari rumah”. Tutur Dion.
“ Iya nak, kami mengerti. Tapi kenapa kalian tidak berterus terang saja dan mengatakan yang sebenarnya”. Jawab ibunya.
‘ Arin takut kalian tidak mau meneriama Dion yang punya kekurangan. Tapi Arin sangat mencintai Dion. Akhirnya Arin memutuskan untuk pergi. Arin mimta maaf bu”.
“ Iya ibu, ayah Dion juga minta maaf’.
“ Ya sudah, kami semua mengerti. Asalkan kalian hidup bahagia kami juga akan bahagia”. Jawab ibu
Setelah beberapa hari didesa, Arin dan Dion kembali ke Jakarta karena Dion harus bekerja. Dion bekerja disebuah pabrik di Jakarta. Suatu hari Arin mendapat telepon dari bos Dion, ia mengatakan bahwa Dion mengalami kecelakaan kerja. Arin sangat terkejut dan langsung kerumah sakit.
“ Apa yang terjadi sama suami saya?” Tanya Arin kepada atasan Dion.
“ Pabrik mengalami kebakaran, saat itu suami ibu sedang bekerja. Dia terkurung didalam pabrik,  sehingga dia mengalami luka bakar yang cukup parah.” Jelas atsan Dion kepada Arin.
  Kenapa hal ini bias terjadi? Bagaimana keadaan suami say?” Tanya Arin sambil menangis.
“ Kami daripihak pabrik meminta maaf yang sebesar-besarnya bu, ini kesalahan kami. Kami akan bertanggung jawab penuh atas apayang suami ibu alami”.
“ Saya Tanya bagaimana keadaan suami saya!” bentak Arin.
“ Tenang bu, dokter sedang memriksa suami ibu” jawab atasan dion berusaha menenagkan Arin.
Arin terus menagis sambil menuggu kabar dari dokter. Saat dokter keluar dari ruangan, Arin langsung menghampirinya dan bertanya
“ Dok, dokter bagaimana keadaan suami saya? Dia baik-baik  saja kan ?” sambil terus menangis.
“ Suami ibu mengalami luka bakar yang lumayan parah. Hamper seluruh tubuhnya terkena luka bakar sehingga harus dioperasi” tutur dokter yang menangani Dion.
“ Dok, tolong selamatkan suami saya dok, saya mohon” pinta Arin sambil menagis histeris.
“ Iya bu, kami kan berusaha semaksimal mungkin untuk menolong suami ibu”
Arin mengabari keluarganya didesa tentang hal itu. Ibu dan ayah Arin langsung pergi ke Jakarta. Sesampainya mereka dirumah sakit, Arin berlari dan memeluk ibunya dengan erat sambil menagis.
“ Ibu, ayah gimana ini, Arin takut, Arin takut terjadi apa-apa sama Dion. Arin takut bu” ucap Arin pada orangtuanya.
“ Sabar Arin. Sabar nak, Dion pasti baik-baik saja. Dia pasti sembuh. Kamu harus kuat nak” jawab ibu untuk menghibur arin.
Ibu dan ayah Arin berusaha menenangkan Arin, sementara Dion sedang dioperasi. Setelah beberapa jam, akhirnya dokter keluar dari ruang operasi. Arin lansung mengahampiri dokter dan menanyakan keadaan suaminya.
“ Bagaiman keadaan suami saya dok? Apa operasinya berjalan lancer?” sambil terus menangis.
“ Iya dok, bagaimana keadaana menantu kami dok?” sambung ibu karena sangat khawatir.
  Operasinya berjalan dengan lancar. Keadaan suami ibu sekarang sudah stabil” tutur dokter.
“ Apa saya bias melihat suami saya dok? Saya ingin menemuinya” Tanya Arin.
“ Iya bisa, tapi hanya satu orang saja. Dan jangan terlalu lam karena pasien belum sadar dan butuh istirahat”
“ Baik dok”. Arin langsung masuk keruangan Dion.
“ Dion kamu harus sembuh. Kamu nggak boleh kayak gini. Kamu bilang kamu bakal jagain aku. Kamu juga udah janji sama ayah dan ibu. Kamu harus sadar. Aku mohon Dion, aku mohon. Aku nggak mau ngeliat kamu gini” menangis tersedu-sedu.
Setelah bebrapa jam, akhirnya Dion sadar. Arin sangat senangmelihat Dion sudah sadar. Dokter langsung memindahkan Dion keruangan lain. Saat diperjalanan menuju ruangan Dion berkata kepada Arin, ibu dan ayah.
“ Arin, ibu, ayah Dion mau pilang” sambil tersenyum menatap semuanya.
“ Iya nak, setelah kamu sembuh kamu akan pulang kerumah” jawab ibu.

Semakin ahri keadaaan Dion semakin membauk. Ibu dan ayah arin juga harus pulang kedesa karena banyak yang harus dikerjakan. Dan lagi adik arin yang masih bersekolah tidak ada yang menemani. Arin pun mengantar kedua orangtuanya keterminal. Setalah itu, ia langsung kembali kerumah sakit untuk mengurus semua kebutuhan suaminya.
Suatu hari Arin pergi ke apotik untuk membeli obat yang dokter minta. Setelah kembali kerumah sakit, arin terkejut melihat banyak dokter dan suster didepan ruangan suaminya. Arin bingung dan tidak tahu apa yang terjadi. Lantas Arin bertanya kepada salah satu dokter
“ Ada apa ini dok?”
“ Ibu kami minta maaf, ibu tenang ya?” dokter mencoba menenangkan Arin.
“ Memangnya kenapa dok, kenapa saya harus tenagn?” Arin tambah bingung.
“ Sumi ibu.............”
“ Ada apa dengan suami saya dok, tolong katakana dengan jelas. Ada apa ini ?”
Sebelumnya kami minta maaf bu, suami ibu telah meninggal dunia” jawab dokter dengan lirih.
“ Tidak mungkin, dokter bercandakan. Tadi saat saya bertemu denagn dia, dia baik-baik saja. Suami saja nggak apa-apa kok. Dokter jangan main-main ya”
“ Saya tidak bercanda bu, suami ibu telah meninggal. Kami tidak kenapa kejadiannya sangat tiba-tiba. Kami benar-benar mibta maaf bu”
“ Nggak mungkin, kalian bohong kalian pembohong!! Say tidak percaya, suami saya masih hidup, suami saya tidak mungkin meninggal”
Arin langsung masuk keruangan Dion, ia melihat tubuh Dion terbujur kaku. Arin menangis histeris dan berlari mendekati Dion.
“ Dion bangun, kamu nggak meninggalkan. Mana mungkin kamu ninggalin aku. Aku mohon Dion buka mata kamu, lihat aku Dion, lihat aku. Kamu bilang kamu mau pulang kerumah. Kamu sendirikan yang bilang sama ibu dan ayah. Kamu nggak mungkin ninggalin aku. Tadi kita baru saja ngobrolkan, kamu pasti cuma tidur. Udah cukup becandanya Dion, sekarang kamu harus bangun. Aku mohon Dion, aku mohon”
“ Buk, sudah buk. Suami ibu sudah meninggal. Ibu harus mengikhlaskan suami ibu” tutur dokter.
“ Enggak dok, suami saya nggak meninggal, suami sya masih hidup” bentak arin.
“Dion bangun. Bangun Dion aku mohon. Dion!!!” 
Arin menangis sambil berteriak kepada Dion.arin terus berteriak memanggil Dion. Berharap dion akan bangun.
“ Dion !!!!”
Arin sangat histeris dan akhirnya pingsan.


download file doc nya "GREENTHREE"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar kalian sangat berharga bagi saya

Survey Monkey

Survey Monkey/Monkey Kuesioner adalah sejumlah pertanyaan umpan balik untuk membantu mengumpulkan informasi & data pelanggan dari surv...