animasi-bergerak-selamat-datang-0276

Selasa, 04 April 2017

Cerpen "Meniti Sebuah Harapan"



MENITI SEBUAH HARAPAN
Karya: Agita Theana Mey Saputri 
               
Namaku Agita Teana Mey Saputri aku biasa dipanggil Tya. Semua orang pasti menginginkan keluarga yang bahagia, tidak dengan keluargaku.  Memang awalnya aku memiliki keluarga yang bahagia bahkan boleh dikatakan tidak pernah ada masalah dalam keluargaku, tapi semua itu hilang karena ibuku masih mengingat mantan kekasihnya dulu. Dia dipisahkan dengan mantan kekasihnya itu karena cinta mereka tidak direstui. Itu semua berawal dari ayahku dia tidak sengaja membaca sms ibuku, semenjak kejadian itu sikap ayah menjadi berubah dan mereka sering sekali bertengkar.
      Awalnya aku tidak tahu apa masalah ayah dan ibuku aku berfikir itu hanyamasalah kecil saja, tapi mereka sering sekali bertengkar dan tidak pernah akur. Karena rasa penasaran itu aku akhirnya memberanikan diri untuk bertanya kepada ayahku,
      “ayah, kenapa ayah dan ibu sering sekali bertengkar?” tanyaku
      “tanya saja pada ibu kalian”bentak ayahku
Aku bertanya kepada ibu, tapi itu hanya sia-sia ibu tidak mau menjawab pertanyaanku ibu hanya diam seribu kata-kata, rasa penasaranku semakin menggebu, aku mencoba mencari tau apa masalahnya dan akhirnya aku tau dari ponsel ibuku pada hari itu ponsel ibuku tidak sengaja tertinggal diatas meja dengan segera aku mengambil ponsel itu untuk mencari informasi. Ternyata  akhirnya  aku mendapatkan apa yang aku cari, sebuah sms dari mantan kekasih d. Aku segera menemui ibu dan berkata,
       “ibu, sekarang aku tau mengapa sikap ayah berubah dan kalian sering  sekali bertengkar itu semua karena ibu masih berhubungan dengan mantan ibu, iya kan? Ayo jawab bu”
       “kamu tidak tau apa-apa, kamu tidak berhak membaca sms ibu dan kamu tidak berhak ikut campur ini bukan urusanmu” ibu membentakku
Kemudian aku masuk kedalam kamar, tak ku sangka keluargaku yang awalnya kuharapkan bahagia sekarang berubah menjadi kacau, aku ingin keluarga kecilku kembali seperti dulu yang selalu bahagia. Tak lama setelah itu terdengar lagi keributan dari ruang tamu ternyata ayah dan ibuku bertengkar lagi.
Sakit, sakit, sakit aku mendengar pertengkaran itu rasanya mau pecah gendang telingaku mendengar pertengkaran itu hampir setiap hari. Sekarang aku bagaikan burung yang sayapnya patah aku merasa bingung, sakit, lelah dan aku merasa kehilangan arah tujuan hidupku. Ingin rasanya aku mengakhiri hidupku ini karena kupikir tidak ada gunanya lagi aku hidup bila aku hanya mendengarkan pertengkaran itu setiap hari, tapi semua itu tidak akan menyelesaikan masalah tapi hanya akan menambah masalah dan beban orang tuaku.
          Yang membuatku semakin terpukul didepan mataku ayahku hampir menggunting buku nikah mereka, aku segera berlari dan mencegah ayahku agar tidak melakukan itu.
“ aku tidak ingin ayah dan ibu berpisah” ucapku sambil menangis, “kami membutuhkan kalian kami sayang kalian jadi tolong stop bertengkar dan selesaikan ini secara baik-baik” sambungku. Ibu dan ayahku hanya terdiam “ayah dan  ibu tidak pernah tahu tetangga sering bertanya kepadaku mengapa kalian sering bertengkar, apa yang harus ku jawab? Aku ingin kita seperti dulu lagi tapi kalian selalu saja seperti ini.
          Tak salah seorang dari mereka mendengarkanku mereka malah pergi entah kemana. Haruskah diumurku yang baru beranjak 17  tahun aku harus menghadapi masalah yang begitu berat, rasanya aku tak sanggup lagi menghadapi semua ini aku sempat berfikir bahwa Allah tidak adil kenapa Allah memberikan cobaan yang begitu berat kepada keluargaku, dengan berlinang air mata aku berdo’a aku ingin masalah ini selesai dan satukan lagi kedua orang tuaku.
      Tak terasa fajar menyingsing, akupun terbangun dari tidurku semalaman. Aku terkejut melihat ayah dan ibuku sarapan bersama mereka bercerita kepadaku apa yang telah terjadi, rupanya semalam mereka telah mendengar ucapanku dan ibu meminta maaf kepada ayah dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Mereka memutuskan untuk kembali dan mengulang semua dari awal, aku merasa tidak percaya dengan apa yang terjadi pagi ini. Aku berterima kasih kepada Allah karena telah mendengarkan do’aku, sekarang impianku benar-benar terwujud dan itu bukan Cuma bunga tidur semata.


 download filenya disini, silahkan "GREENTHREE"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar kalian sangat berharga bagi saya

Survey Monkey

Survey Monkey/Monkey Kuesioner adalah sejumlah pertanyaan umpan balik untuk membantu mengumpulkan informasi & data pelanggan dari surv...