animasi-bergerak-selamat-datang-0276

Kamis, 30 Maret 2017

Cerpen "Kenapa Harus Dia"



Kenapa Harus Dia
Oleh: Tri Murni

          Ini adalah hari terakhirku di SMP, ujian telah berlalu. Liburan kuhadapi. Tapi aku lebih memilih untuk setiap hari berangkat walaupun  tak ada kepentingan, ya untuk apa lagi kalau tidak bertemu dengan sahabat-sahabatku dan dia. Ya dia, dia adalah sosok pria yang beda dari yang lain. Itu yang membuat aku mengagumi yang akhirnya timbul rasa cinta. Dia tersebut bernama Darlis.
Sebenarnya dia pria biasa, tak ada keistimewaan dari fisik, tetapi bagiku Darlis sosok pria yang langka sekarang kutemui. Dia pria yang nggak berpikir macam-macam, tidak terlalu pikir asmara, dia cerdas, jarang bicara kotor. Ya walaupun lemah lembut.
Sudah enam bulan belakang ini aku suka dia dan kita akrab, ya namanya sekelas. Hampir tiap hari kami SMS-an, kalo di Facebook ya sering chatingan. Aku tahu dia disukai temanku yang juga mantan dari mantanku, namanya Mika. Aku sering mengejek Mika, untuk sekedar tahu apa dia memiliki rasa yang sama, dan aku bersyukur bahwa Darlis tidak menyukai Mika. Semakin hari aku semakin dekat dengan Darlis. Setiap pelajaran di kelas, aku selalu curi-curi pandang sama dia, tapi anehnya dia selalu tahu, dan aku sangat malu. Terlebih saat aku menoleh ke dia, dia sudah memandangku terlebih dahulu. Ku harap bukan hanya ilusi.
Dua orang sahabatku ini selalu menertawakanku kala aku salah tingkah ketika ketahuan sama dia saat aku memandanginya, namanya Elisa dan Vila. Katanya hidungku selalu kembang kempis saat salah tingkah. Hampir setiap hari itu aku lakukan, ya sepertinya rutinitas.
Aku selalu berkhayal dan berharap kalau dia memiliki rasa yang sama terhadapku. Berbulan-bulan aku selalu memperhatikannya, kata Elisa dan Vila dia memberikan sifat positif, dan menurut sahabatku yang bernama Najwa dan Tika aku adalah wanita yang dekat dengan Darlis. Aku semakin yakin, terlebih mengingat kata-katanya saat di depan Musholah.

“Ngapain kamu disini?,” tanya Darlis.

“Nungguin kamu,” jawabku sambil menebar senyum

Aku langsung masuk Musholah dan dengan hati yang senang mengerjakan shalat yang di imamkan oleh Darlis. Selesai mengerjakan shalat, aku dan teman-teman keluar dari Musholah.
Tiba-tiba aku mendengar suara Darlis memanggil aku

“Tunggu dong, kitakan satu kelas dan satu tujuan,” kata Darlis sambil mengejarku

“Eh, emangnya satu tujuan apa nih,” jawabku asal.

“Ya, tujuan meraih cita-cita dan masa depan yang cerah untuk kita”.

Elsa dan Vila mendengar perkataan dari Darlis langsung tertawa nggak karuan, ini bikin aku tambah malu.
Habis dari Musholah, pelajaran biologi dilanjutkan. Berhubung Vila nggak berangkat, aku jadi bisa satu kelompok dengan Darlis. Saat tahu kita sekelompok, kita dengan kompak melihat satu sama lain dengan sedikit tersenyum.
Waktu demi waktu bergulir, rasa cemburu, sedih, senang sudah aku rasakan sampai pada akhirnya, tepat hari Minggu, 29 Maret 2015, aku minta tolong sama teman aku yang namanya Ena untuk bicara sama Darlis kalau aku suka dia, awalnya Darlis tidak percaya dan berulang kali tanya apakah aku cinta banget sama dia atau tidak.
30 Maret 2015, aku minta Ena buka Inboxnya dengan Darlis dan yang membuat aku sakit saat dia bilang “Maaf aku nggak cinta sama dia”. Langsung hatiku sakit sekali, dijalan aku menangis sampai Ena bingung dengan aku, dia merasa bersalah tidak ada habisnya. Malamnya aku menangis tidak karuan, aku menyesal karena aku terlalu percaya diri seperti ini. Sangat sedih rasanya. Aku suruh SMS Darlis bilang kalau aku sudah tahu apa jawabannya sebelum Darlis bilang dan bilang kalau aku sudah mulai berpaling dari dia, padahal nihil.
Jum’at pada hari itu aku tidak sengaja mendengar Sono dan Irfan bilang kepada Darlis intinya mendorong Darlis supaya cepat bicara soal perasaannya.
Sabtunya aku introgasi Irfan, aku sebut Elsa bukan saat aku bilang Elsa? Kenapa mencurigakan? Dan aku terus cari cara bukti sampai sekarang sudah 65% positif Darlis suka sama Elsa. Untung sekarang Elsa sudah punya pacar. Kalau tidak, pasti aku tidak tahu bagaimana perasaan aku sekarang ini.
Hal ini terulang ketika pria yang aku suka malah suka sama Elsa, dan lebih sakitnya itu sahabatku sendiri. Apa Darlis sudah lupa sama perasaan aku? Dan itu sakit, tapi aku tidak mau hal ini membuat persahabatn aku pecah.
Jujur saja kamu yang merubah aku jadi lebih rajin belajar dan ingat kepada Allah. Kamu adalah topik yang setiap hari ku perbincangkan dan aku masih bersyukur atas takdirmu walaupun tak sesuai dengan anganku.


Download filenya disini "GREENTHREE"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar kalian sangat berharga bagi saya

Survey Monkey

Survey Monkey/Monkey Kuesioner adalah sejumlah pertanyaan umpan balik untuk membantu mengumpulkan informasi & data pelanggan dari surv...