animasi-bergerak-selamat-datang-0276

Minggu, 13 Agustus 2017

Resensi Novel Gadis Jakarta



RESENSI NOVEL GADIS JAKARTA

A.         Menentukan Tokoh dan Perwatakan
B.     Gadis 1 : Tidak pernah merasa puas dan syukur atas apa yang ia miliki, suka merendahkan diri sendiri, pesimis, tidak percaya diri, suka membanding-bandingkan sesuatu, sok tahu, dan selalu mencela ketidaksempurnaan fisik orang lain.
C.     Gadis 2 : Tidak pernah merasa puas dan syukur atas apa yang ia miliki, suka merendahkan diri sendiri, tidak percaya diri, emosinya menggebu-gebu, mudah terpengaruh dan tidak tahan menghadapi cobaan, mempunyai perasaan peka/mudah tersinggung, mudah putus asa, dan selalu mencela ketidaksempurnaan fisik orang lain.
D.     Gadis 3 : Sabar, pantang menyerah, tidak pernah merasa puas dan syukur atas apa yang ia miliki, tidak percaya diri, suka bertindak gegabah, bertekat kuat, selalu merendahkan diri sendiri dan selalu mencela ketidaksempurnaan fisik orang lain.
E.      Gadis 4 : Tidak pernah puas dan syukur atas apa yang ia miliki, suka merendahkan diri sendiri, tidak percaya diri, takut dan menutup diri dari orang-orang di sekitarnya serta selalu mencela ketidaksempurnaan fisik orang lain.
F.      Lelaki Tua : Sabar, sederhana, percaya diri, pribadi yang senantiasa bersyukur, murah senyum, rendah hati, dan religius.


G.         Menetukan Alur Novel
1.            Alur yang digunakan novel Atheis :
Alur      :  Alur yang digunakan pada novel ini adalah Alur maju-mundur
Alasan : Dalam novel ini menggunakan alur gabungan (alur maju dan mundur). Alur maju ketika pengarang menceritakan dari mulai kecil sampai dewasa dan alur mundur ketika menceritakan peristiwa waktu kecil pada saat sekarang/dewasa
2.            Alur yang digunakan berdasarkan peristiwa-peristiwa yang diceritakan dalam novel :
Peristiwa 1    : Maju

Peristiwa 2    : Mundur

Peristiwa 3    : Maju




H.         Sudut Pandang
Sudut pandang                         : Sudut pandang yang digunakan dalam novel ini adalah sudut pandang orang ketiga pelaku utama karena dalam penceritaan novel penulis menggunakan kata ‘dia’. Tokoh‘dia’ dalam novel ini diceritakan paling dominan sehingga si tokoh ‘dia’ dapat dikatakan sebagai tokoh atau pelaku utama.
Bagian yang membuktikan       : “saya hanya sendirian .jika ada orang lain saya  -----------------------------------------berani lebih frontal “


I.             Setting (Latar) Novel
         Tempat : Di halte bus
         Waktu :  Sore hari
         Suasana : Memilukan, menjengkelkan, menguras api cemburu,                -           lucu, mengharukan, dan penuh rasa syukur.


J.           Tema dan Amanat Novel
Tema      : Karunia Sang Pencipta
Amanat  :
Dari cerita dalam cerpen “ Gadis!” kita dapat mengambil pelajaran bahwa di dunia ini tidak ada manusia yang sempurna. Setiap manusia pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Untuk itu kita di wajibkan untuk senantiasa bersyukur atas apa yang telah Tuhan berikan kepada kita. Jika kita memiliki kekurangan fisik di bandingkan orang lain, syukurilah ! Karna sesungguhnya kekurangan itu bukanlah kutukan dari Tuhan, melainkan kekurangan itu merupakan motivator terbaik yang mengajarkan kita untuk menjadi pribadi yang lebih sabar dan senantiasa bersyukur.


K.        Gaya Bahasa
Gaya bahasa yang di gunakan dalam cerpen ”Gadis” yaitu bahasa yang menarik, mudah dipahami, dan tidak terlalu baku. Selain itu, gaya bahasa yang digunakan antara lain :
  Personifikasi
Kalimat pembuktiaan : Jakarta berkemas seiring senja yang mengempakkan jingganya ke seantero kota.
  Paradoks
Kalimat pembuktiaan : Betul, teman-teman sekelasnya yang cowok, waktu pertama  melihatnya dari belakang, sempat tak sabar berkenalan dengan dia. Hanya sayang, ketika dia membalikkan badan dan mereka melihat hidungnya yang besar seperti tomplokan dua kue ampe. ( gadis 2 )
  Antonomasia
Kalimat pembuktian : Seandainya aku punya dua puluh persen saja dari putih kulit indah. ( gadis 1 )
  Ironi
Kalimat pembuktian :
  Cantik, sayang jerawatan...
  Badannya sungguh indah. Kulitnya juga putih.. Tidak!! Hidungnya yang parah dan mukanya yang selalu cemberut itu sungguh jelek.
  Hiperbola
Kalimat Pembuktian :
  Hujan gerimis yang sekonyong-konyong melanda Jakarta di sore itu.
  Akan tetapi, senyumnya secerah langit yang sebentar lagi membuka cadar bagi bntang-bintang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar kalian sangat berharga bagi saya

Survey Monkey

Survey Monkey/Monkey Kuesioner adalah sejumlah pertanyaan umpan balik untuk membantu mengumpulkan informasi & data pelanggan dari surv...