animasi-bergerak-selamat-datang-0276

Senin, 24 Desember 2018

Laporan Praktikum Agroklimatologi Acara IV “Kelembaban Udara”


LAPORAN PRAKTIKUM AGROKLIMATOLOGI
ACARA IV
“KELEMBABAN UDARA”





Nama               : Anggi Kusumah
NPM               : E1D017102
Shift                : Kamis, 08.00-09.40 WIB
Co-Ass            : 1. Prayogi Dhuha Brahmanto
                              (E1F015011)
                          2. Inggri Dayana
                              (E1F016005)



LABORATORIUM ILMU TANAH
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS BENGKULU
2018




BAB 1
PENDAHULUAN

1.1     Latar Belakang
Dalam kehidupan sehari hari kelembaban udara sadalah sesuatu yang sangat penting, karena ini akan sangat mempengaruhi temperature. Dalam atmosfer (lautan udara) senantiasa terdapat uap air. Kadar uap air dalam udara disebut kelembaban (lengas udara). Kadar ini selalu berubah-ubah tergantung pada temperatur udara setempat. Kelembaban udara adalah persentase kandungan uap air dalam udara. Kelembaban udara ditentukan oleh jumlah uap air yang terkandung di dalam udara. Total massa uap air per satuan volume udara disebut sebagai kelembaban absolut. Perbandingan antara massa uap air dengan massa udara lembab dalam satuan volume udara tertentu disebut sebagai kelembaban spesifik. Massa udara lembab adalah total massa dari seluruh gas-gas atmosfer yang terkandung, termasuk uap air. jika massa uap air tidak diikutkan, maka disebut sebagai massa udara kering.
Alat pengukur kelembaban udara secara umum disebut hygrometer sedangkan yang menggunakan metode termodinamika disebut psikrometer. Pada praktikum ini,alat yang dipakai untuk mengukur kelembaban udara adalah Psikrometer tipe sling. Psikrometer tipe sling merupakan gabungan dari thermometer bola kering dan bola basah dan pengaliran udaranya dengan diputar.Pada Psikrometer tipe sling,Termometer bola kering akan menunjukkan suhu udara,sedangkan pada thermometer bola basah harus menguapkan air dulu.Oleh karena untuk menguapkan air tersebut dibutuhkan panas yang diserap dari bola basah sehingga suhu yang ditunjukkan oleh thermometer bola basah menjadi lebih rendah dari thermometer bola kering.Makinkering udara makin banyak panas yang diambil sehingga makin rendah pula suhu yang ditunjukkan oleh thermometer bola basah.
Kelembaban adalah konsentrasi uap air di udara. Angka konsentrasi ini dapat diekspresikan dalam kelembapan absolut, kelembapan spesifik atau kelembapan relatif. Alat untuk mengukur kelembapan disebut higrometer. Sebuah humidistat digunakan untuk mengatur tingkat kelembapan udara dalam sebuah bangunan dengan sebuah pengawalembap (dehumidifier).

1.2.    Tujuan
1.       Agar mahasiswa mengetahui penerapan cara perhitungan teoritis matematis dan kejadian fisis alami ke dalam pengukuran praktis kelembaban nisbi udara dengan menggunakan termometer bola basah dan bola kering dan hygrograf.
2.       Mengerti tentang kondisi kelembaban udara pada berbagai tempat dan beragam waktu.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Udara adalah suatu campuran gas yang terdapat pada lapisan yang mengelilingi bumi. Komposisi campuran gas tersebut tidak selalu konstan. Kualitas dari udara yang telah berubah komposisinya dari komposisi udara alamiahnya adalah udara yang sudah tercemar sehingga tidak dapat menyangga kehidupan. Udara merupakan komponen kehidupan yang sangat penting untuk kelangsungan hidup manusia maupun makhluk hidup lainnya seperti tumbuhan dan hewan. Tanpa makan dan minum kita bisa hidup untuk beberapa hari tetapi tanpa udara kita hanya dapat hidup untuk beberapa menit saja (Fardiaz Dalam Marbun, 2010).
Kelembaban udara yang lebih tinggi pada udara dekat permukaan pada siang hari disebabkan karena penambahan uap air hasil evapotranspirasi dari permukaan. Proses ini berlangsung karena permukaan tanah menyerap radiasi matahari selama siang hari tersebut. Pada malam hari, akan berlangsung proses kondensasi atau pengembunan yang memanfaatkan uap air yang berasal dari udara. Oleh sebab itu, kandungan uap air di udara dekat permukaan tersebut akan berkurang. (Handoko, 2008)
Kelembapan udara adalah kadar uap air yang ada di udara. Dimana kelembapan udara merupakan bagain dari komponen iklim yang memiliki pengaruh terhadap lingkungan. Kelembapan udara disuatu tempat dapat berpengaruh pada semua aktivitas yang kita lakukan (Agusra, 2011).
Irama harian kelembaban sangat bervariasi, terkadang tinggi pada malam hari dan rendah pada siang hari. Irama kelembaban harian ini juga dapat disebabkan karena adanya perbedaan letak tempat horizontal maupun vertikal. Pengaruh kelembaban udara sejalan dengan temperatur dan intensitas sinar matahari mempunyai peranan penting dalam mengatur aktifitas organisme dan dalam membatasi penyebarannya (Umar, 2012).
Kelembaban udara adalah tingkat kebasahan udara karena dalam udara air selalu terkandung dalam bentuk uap air. Kandungan uap air dalam udara hangat lebih banyak daripada kandungan uap air dalam udara dingin. Kalau udara banyak mengandung uap air didinginkan maka suhunya turun dan udara tidak dapat menahan lagi uap air sebanyak itu. Uap air berubah menjadi titik-titik air. Udara yan mengandung uap air sebanyak yang dapat dikandungnya disebut udara jenuh (Kusnadi, 2010).
Alat meteorologi umumnya ada dua macam yaitu jenis biasa bukan pencatat dan jenis pencatat. Contoh jenis alat biasa adalah termometer, psikromrter, dan sebagainya. Alat pencatat misalnya termograf dan sebagainya. Untuk jenis alat pencatat biasanya dilengkapi dengan jam (waktu) dan pias (chart) yang diganti tiap hari untuk pias harian dan tiap minggu untuk pias mingguan. Biasanya pias ini dilengkapi dengan pias yang pembuatannya biasnya didasarkan pada bentuk dan cara membersihkan pena, (Tjasyono, 2008).
Kelembaban merupakan salah satu faktor lingkungan abiotik yang berpengaruh terhadap aktifitas organisme di alam. Kelembaban merupakan jumlah uap air di udara, sedangkan kelembaban mutlak adalah sejumlah uap air dalam udara yang dinyatakan sebagai berat per satuan udara (misalnya gram per kilogram udara). Kelembaban merupakan salah satu faktor ekologis yang mempengaruhi aktifitas organisme seperti penyebaran, keragaman harian, keragaman vertical dan horizontal. (Umar,2010 dalam Arnikho,2013)
Kelembaban adalah persentase kandungan uap air dalam udara. Semua uap air dalam udara itu berasal dari penguapan sedangkan penguapan itu sendiri adalah perubahan pase cair menjadi fase uap air yang ringan dan akan naik ke atmosfir . Dalam atmosfir senantiasa terdapat uap air dan kadar uap air ini selalu berubah-ubah tergantung pada temperatur  udara setempat. Meskipun uap air hanya merupakan sebagian kecil saja dari semua atmosfir kira-kira 2% dari masa seluruhnya tetapi merupakan komponen udara yang penting dari segi cuaca dan iklim. Data klimatologi untuk kelembaban udara yang umum dilaporkan adalah kelembaban relative (RH) (Mustanil, 2011 dalam Rizky, 2014)
Menurut Sianturi 2012, Dalam kelembaban dikenal beberapa istilah, seperti:
1.             Kelembaban mutlak, yaitu massa uap air yang berada dalam satu satuan udara, yang dinyatakan dalam gram/m3.
2.             Kelembaban spesifik, yaitu perbandingan massa uap air di udara dengan satuan massa udara yang dinyatakan dalam gram/kilogram.
3.             Kelembaban relative, yaitu perbandingan jumlah uap air di udara dengan jumlah maksimum uap air yang dikandung udara pada temperature tertentu, yang dinyatakan dalam %.
Suhu (temperatur) adalah ukuran dari suatu benda yang cenderung melepaskan panas. Energi radiasi dalam atmosfir diabsorbsi oleh molekul gas, partikel padat dan zat cair, sehingga temperatur suhu benda menjadi naik. Bila terjadi perbedaan suhu dalam lingkungan maka energi akan mengalir sebagai panas dari daerah yang panas ke yang lebih dingin (Umar, 2013).






BAB III
BAHAN DAN METODE

3.1     Alat dan Bahan
1.             Termometer bola basah dan bola kering
2.             Hygrograf
3.             Alat tulis

2.1     Cara Kerja
Pengamatan Sesaat
1.             Menyiapkan dua termometer. Membasahi salah satu sensor termometer tersebut dengan air bersih atau aquades setelah diselubungi dengan kain kasa atau kapas.
2.             Menempatkan pasangan termometer tersebut pada titik ketinggian 50cm, 120cm, dan 200cm dari permukaan tanah. Didiamkan selama 3 menit. Membaca suhu bola basah dan bola kering secara hampir bersamaan.
3.             Tempat lokasi pengamatan adalah di tempat terbuka dan di bawah pohon.

Pengamatan Kontinyu
1.             Menyiapkan dan memasang alat termohygrograf di laboratorium.
2.             Menulis tanggal pemasangan pias, mencocokkan waktu pemasangan dengan jam saat pemasangan.
3.             Mengamati seminggu kemudian seluruh fluktuasi kelembaban udara yang terjadi selama itu
4.             Menjawab dalam laporan apakah turun naiknya fluktuasi tersebut selalu relative sama waktunya.










BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1         Hasil
Tempat
Termometer
Suhu pada Ketinggian (oC)
50 cm
120 cm
200 cm
Tempat Terbuka
Bola Basah
27 oC
28 oC
28 oC
Bola Kering
34 oC
36 oC
37 oC
Dibawah Pohon
Bola Basah
26 oC
25 oC
25 oC
Bola Kering
29,5 oC
29 oC
29 oC

Perhitungan Kelembaban Nisbi :
1.             Tempat terbuka
a.      Pada Ketinggian 50 cm
Diketahui     : Suhu bola basah        t = 27 oC
                       Suhu bola kering       t = 34 oC
Penyelesaian: Selisih = 7 oC
Sesuai dengan lajur dan kolom Nilai Kelembaban Nisbi Udara (100%), maka kelembaban nisbinya adalah sebesar 52%.
b.      Pada Ketinggian 120 cm
Diketahui     : Suhu bola basah        t = 28 oC
                       Suhu bola kering       t = 36 oC
Penyelesaian: Selisih = 8 oC
Sesuai dengan lajur dan kolom Nilai Kelembaban Nisbi Udara (100%), maka kelembaban nisbinya adalah sebesar 47%.
c.       Pada Ketinggian 200 cm
Diketahui     : Suhu bola basah        t = 28 oC
                       Suhu bola kering       t = 37 oC
Penyelesaian: Selisih = 9 oC
Sesuai dengan lajur dan kolom Nilai Kelembaban Nisbi Udara (100%), maka kelembaban nisbinya adalah sebesar 44%.
2.             Dibawah Pohon
a.      Pada Ketinggian 50 cm
Diketahui     : Suhu bola basah        t = 26 oC
                       Suhu bola kering       t = 29,5 oC
Penyelesaian: Selisih = 3,5 oC
Sesuai dengan lajur dan kolom Nilai Kelembaban Nisbi Udara (100%), maka kelembaban nisbinya adalah sebesar 71%.
b.      Pada Ketinggian 120 cm
Diketahui     : Suhu bola basah        t = 25 oC
                       Suhu bola kering       t = 29 oC
Penyelesaian: Selisih = 4 oC
Sesuai dengan lajur dan kolom Nilai Kelembaban Nisbi Udara (100%), maka kelembaban nisbinya adalah sebesar 67%.
c.       Pada Ketinggian 200 cm
Diketahui     : Suhu bola basah        t = 25 oC
                       Suhu bola kering       t = 29 oC
Penyelesaian: Selisih = 4 oC
Sesuai dengan lajur dan kolom Nilai Kelembaban Nisbi Udara (100%), maka kelembaban nisbinya adalah sebesar 67%.

4.2         Pembahasan
Praktikum kelembaban udara dilakukan dilaboratorium tanah Universitas Bengkulu pengukuran kelembaban udara menggunakan termometer bola basah dan bola kering, kelembaban udara sangat dipengaruhi oleh penyinaran matahari beserta ketinggian tempat dilakukannya pengukurannya kelembatan. Datangnya sinar matahari berbeda beda disuatu tempat, mengakibatkan pada tempat yang berbeda menyebabkan perbedaan kelembaban udara.
Pada praktikum dilakukan pengukuran kelembaban udara pada lapangan terbuka dan di bawah pohon pada ketinggian masing-masing 50, 120, dan 200 cm. Alat yang digunakan adalah termometer bola basah dan bola kering, dengan bantuan tabel bola basah bola kering pada buku penuntun.
Kelembaban udara yang diukur pada praktikum ini adalah kelembaban udara nisbi. Untuk mengetahui nilai kelembaban nisbi, contohnya adalah sebagai berikut:
1.             Skala bola kering dikurangi dengan skala bola basah
2.             Dengan menggunakan tabel yang terlampir pada buku penuntun, perhatikan skala bola basah dan selisih BK – BB pada kolom selisih suhu.
3.             Sesuai dengan lajur dan kolom pada tabel, dapat dibaca bahwa kelembaban nisbinya
Setelah hasil selisih ditemukan kemudian kita melihat nilai RN pada tabel Konversi Kelembaban Nisbi (RH) dengan cara melihat nilai perbandingan TBK dan TBB pada tabel dan nilai TBB pada tabel sehingga nilai RH dapat kita peroleh.
Pada tabel hasil pengamatan, terlihat bahwa kelembaban nisbi selalu berubah-ubah. Perubahan yang terjadi tidak terlalu terlihat, hal ini mungkin dikarenakan ketinggian dan waktu pengamatan dilakukan tidak terlalu jauh perbedaannya. Pada siang hari kelembaban nisbi berangsur – angsur turun kemudian pada sore hari sampai menjelang pagi bertambah besar.
Pada pengukuran kelembaban nisbi yang dilakukan di bawah tutupan pohon relatif tinggi. Hal ini dapat terjadi karena di bawah tutupan kanopi pohon terdapat banyak vegetasi serta kuantitas dan kualitas penyinaran mataharipun terhalang dengan pepohonan, sehingga menyebabkan uap air pada daerah ini banyak. Sedangkan pada lapangan terbuka, kelembaban nisbi lebih rendah dibandingkan dengan kelembaban nisbi di bawah pohon.






















BAB V
KESIMPULAN

Dari praktikum ini, didapat beberapa kesimpulan bahwa Kelembaban udara nisbi (RH) suatu tempat dapat diketahui dengan menggunakan table di buku penuntun, dengan bantuan tabel suhu bola basah dan selisih antara suhu bola kering dan suhu bola basah.
Kondisi kelembaban udara dapat berbeda sesuai dengan tempat dan waktu. Pada siang hari kelembaban nisbi berangsur – angsur turun kemudian pada sore hari sampai menjelang pagi bertambah besar.kelembaban nisbi di bawah tutupan pohon relatif tinggi, karena di bawah tutupan kanopi pohon terdapat banyak vegetasi serta kuantitas dan kualitas penyinaran mataharipun terhalang dengan pepohonan, sehingga menyebabkan uap air pada daerah ini banyak.























DAFTAR PUSTAKA

Marbun.2010. Udara Dan Kelembaban Udara.repository.usu.ac.id/bitstream/.../5/Chapter %20I.pdf 28 Oktober 2014.
Ir. Gusniwati, MP.2012.Penuntun Praktikum Instrumentasi Klimatologi. Universitas Jambi.Jambi
Handoko.2008.  Pengamatan Unsur – Unsur Cuaca di Stasiun Klimatologi     Pertanian. Bogor : Jurusan Geofisika dan Meteorologi  FMIPA-IPB. 
Umar, Ruslan.2012.Penuntun Praktikum Ekologi Umum. Makassar : Universitas Hasanuddin.
Tjasyono.2008. Klimatologi Umum. Bandunng: ITB Bandung


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar kalian sangat berharga bagi saya

Survey Monkey

Survey Monkey/Monkey Kuesioner adalah sejumlah pertanyaan umpan balik untuk membantu mengumpulkan informasi & data pelanggan dari surv...