animasi-bergerak-selamat-datang-0276

Senin, 24 Desember 2018

Laporan Praktikum Agroklimatologi Acara VII : Hujan 1 (Pengukuran) Acara VIII : Hujan 2 (Pengolahan Data)


LAPORAN PRAKTIKUM AGROKLIMATOLOGI
ACARA VII : HUJAN 1 (PENGUKURAN)
ACARA VIII : HUJAN 2 (PENGOLAHAN DATA)









Nama               : Anggi Kusumah
NPM               : E1D017102
Shift                : Kamis, 08.00-09.40 WIB
Co-Ass            : 1. Prayogi Dhuha Brahmanto
                              (E1F015011)
                          2. Inggri Dayana
                              (E1F016005)




LABORATORIUM ILMU TANAH
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS BENGKULU
2018
BAB 1
PENDAHULUAN

1.1         Latar Belakang
Hujan adalah sebuah presipitasi berwujud cairan, berbeda dengan presipitasi non-cair seperti salju, batu es dan slit. Hujan memerlukan keberadaan lapisan atmosfer tebal agar dapat menemui suhu di atas titik leleh es di dekat dan di atas permukaan Bumi. Di Bumi, hujan adalah proses kondensasi uap air di atmosfer menjadi butir air yang cukup berat untuk jatuh dan biasanya tiba di daratan.
Demikian pula untuk kelebatan atau intensitas hujan. Pada satu kejadian hujan kelebatan hujan dapat berubah-ubah. Hujan konvektif adalah suatu jenis hujan yang dihasilkan dari naiknya udara yang hangat dan lembab karena mendapat radiasi yang kuat. Hujan orografis adalah tipe hujaan yang terbentuk dari naiknya udara secara paksa oleh penghalang lereng-lereng gunung. Hujan siklonik adalah hujan yang dihasilkan oleh awan udara yang bergerak dalam skala besar akibat dari pembelokkan konvergensi angin secara secara vertical karena terdapatnya tekanan rendah. Hujan frontal adalah yang terbentuk dari massa udara panas yang dipaksa naik melintasi lapisan umassa udara dingin.
Menurut pola dalam satu hari sat turunnya hujan suatu daerah bisa berbeda-beda ketika sudah memasuki musim hujan. Ada tempat yang mengalami hujan setiap petang tetapi ada juga tempat yang mengalami hujan  yang tidak menentu kadang siang kadang sore atau malam hari. Sifat-sifat hujan perlu diketahui karena itu berperan atas terjadinya limpasan ,erosi dan dapat menentukan dan berpengaru pada peristiwa dan kejadian alam,peristiwa biologic dan lain-lain.  
Curah hujan dibatasi sebagai tinggi air (dalam mm) yang diterima di permukaan sebelum mengalami aliran permukaan, evaporasi dan peresapan/perembesan ke dalm tanah. Jumlah hari hujan umumnya di batasi dengan jumlah dengan curah hujan 0,5 mm atau lebih. Jumlah hari hujan dapat dinyatakan per-minggu,dekade,bulan,tahun atau periode tanam (tahap pertumbuhan tanaman). Intensitas hujan adalah curah hujan dibagi dengan selang waktu terjadinya hujan.
Schmidt dan Fergusson menggunakan dasar adanya bulan basah dan bulan kering seperti yang dikemukakan oleh Mohr. Perbedaan terdapat pada cara mencari bulan basah dan bulan kering. Hal ini juga merupakan alasan pembagian iklim tersendiri untuk Indonesia. Menurut Mohr bulan basah dan bulan kering.

Hujan turun dari awan, adanya awan belum tentu turunnya hujan. Hujan baru turun bila butir-butir air di awan bersatu menjadi besar dan mempunyai daya berat yang cukup dan suhu di bawah awan harus lebih rendah dari suhu awan itu sendiri, maka butir-butir air yang telah besar dan berat jatuh sebagai hujan.
Disini terlihat pula bahwa data yang baik dan benar (teliti dan diolahb secara tepat ) merupakan keharusan. Karena bila data tersebut tidak benar, maka kemungkinan kesalahan atau kegagalan suatu keajaiban atau usaha yang bergantungan kepada iklim akan benar. Curah hujan harian ,mingguan, dekade, bulanan, musiman maupun tahunan didapatkan dengan menjumlahkan curah hujan harian hasil pengukuran sesuai dengan periode waktu yang diperlukan.
Hujan harian adalah Curah hujan yang diukur berdasarkan jangka waktu satu hari (24 jam). Hujan kumulatif merupakan jumlah kumpulan hujan dalam suatu periode tertentu seperti mingguan, 10 harian, dan bulanan, serta tahunan. Hari hujann merupakan kejadian hujan dengan curah huajn lebih besar atau sama dengan 0,5 mm.
Hujan jangka pendek-intensitas hujan adalah Hujan yang diukur kontinyu selama waktu pendek seperti setiap satu jam, setengah jam, dua jam, dan sebagainya. Dalam istilah umum lebih tepat juga dengan intensitas hujan. Pengukuran ini dilakukan untuk mengetahui kekuatan kelebatan hujan selama kejadian hujan.
Curah hujan dibatasi sebagai tinggi air (dalam mm) yang diterima di permukaan sebelum mengalami aliran permukaan, evaporasi dan peresapan/perembesan ke dalm tanah. Jumlah hari hujan umumnya di batasi dengan jumlah dengan curah hujan 0,5 mm atau lebih. Jumlah hari hujan dapat dinyatakan per-minggu,dekade,bulan,tahun atau periode tanam (tahap pertumbuhan tanaman). Intensitas hujan adalah curah hujan dibagi dengan selang waktu terjadinya hujan.

1.2.    Tujuan
1.             Agar mahasiswa mengetahui cara pengolahan data hujan harian, bulanan, tahunan, dan dapat membuat grafik pola hujan suatu tempat
2.             Agar mahasiswa dapat menganalisab data hujan rekaman data hujan rekaman kontinyu dan mengerti sifat hujan dari data tersebut
3.             Menentukan kelas iklim suatu tempat dengan menggunakan cara klasifikasi Schmeith dan Ferguson, dan cara Oldeman.



BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
           
Hujan merupakan penentu dan pengendali iklim. Hujan di suatu tempat biasanya tidak sama dengan tempat lain walau sekalipun lokasinya berdekatan. Saat dating hujan dan periode musim hujan pun bisa berbeda untuk setiap kawasan yang berbeda. Menurut pola dalam satu hari saat turunnya hujan suatu daerah bisa berbeda-beda ketika sudah memasuki musim hujan. (S. Nur Muin, 2008)
Pola curah hujan spesifik dan berintensitas tinggi seperti di Indonesia membutuhkan pengembangan model prediksi curah hujan terintegrasi. Itu untuk meningkatkan akurasi perkiraan curah hujan lebat yang berpotensi banjir. Pemodelan itu mengacu kondisi interaksi dinamis laut dan atmosfer di Indonesia, yang sebagian besar wilayahnya lautan.pemodelan curah hujan sangat diperlukan, terutama di perkotaan terkait penataan ruang dan mitigasi banjir. Banjir mengancam banyak kota besar di Indonesia yang umumnya di wilayah pantai (Fadli, 2013)
Hujan adalah presipitasi yang jatuh ke bumi dalam bentuk air. Hujan dibedakan dari ukuran butir (0,08 – 8 mm), dan kejadiannya. Menurut ukuran diameternya : hujan gerimis (<2 mm), rintik-rintik (2-4 mm) dan deras (>4 mm). (Muin N.S.2008)
Udara naik yang mencapai dan melewati ketinggian kondensasi untuk menghasilkan awan tidak menghasilkan sedikitpun hujan dan butir air ini terlalu kecil untuk jatuh sebagai hujan. Ada beberapa teori tentang pembentukan butir-butir hujan yang sangat diterangkan secara sederhana yaitu (1) teori Bergeron, didasarkan pada keadaan bahwa di bawah 0oC. (2) teori tubrukan atau penyatuan, berkembang dari awan panas di mana tidak ada kristal es dan oleh karena itu teori Bergeron tidak dapat digunakan (Guslim, 2009).
Klasifikasi ini merupakan modifikasi atau perbaikan dari sistem klasifikasi Mohr (Mohr menentukan berdasarkan nilai rata-rata curah hujan bulanan selama periode pengamatan). BB dan BK pada klasifikasi Schmidt-Ferguson ditentukan tahun demi tahun selama periode pengamatan yang kemudian dijumlahkan dan dihitung rata-ratanya. Dimana bulan kering adalah bulan dengan curah hujan < 60mm, bulan lembab yaitu bulan dengan curah hujan antara 60mm-100mm, dan bulan basah adalah bulan dengan curah hujan > 100m ( Guslim,2009 )
Ditinjau dari pergeseran posisi matahari maka Indonesia yang terletak di sekitar ekuator mengalami dua kali pemanasan maksimum,, yaitu semasa matahari bergerak ke selatan melintasi ekuator, dan pada wakru kembali ke utara melintasi ekuator. Keadaan ini menyebabkan puncak aktivitas konveksi yang menghasilkan hujan terjadi dua kali, yang pada umumnya dapat dilihat pada pola curah hujan  bulanan yang memiliki dua punvak. Dengan demikian maka iklim di daerah Indonesia dipengaruhi oleh bebrapa factor yatu factor global, factor regional dan factor local (Casati, B.,2008).
Hasil yang didapat setelah dilakukannya suatu pengamatan di stasiun cuaca atau stasiun meteorologi yakni data-data mengenai iklim. Di indonesia, berdasarkan ketersediaan data iklim yang ada di sistem database Balitklimat, hanya ada 166 dari2.679 stasiun yang menangani data iklim. Umumnya hanya data curah hujan dan suhu udara, sehingga walaupun metode Penman merupakan yang terbaik, metode Blaney Criddle akan lebih banyak dipilih karena hanya memerlukan data suhu udara yang relatif  mudah didapatkan (Runtunuwu et.al. , 2008).
Dalam analisa curah hujan, Analisis spectral digunakan untuk mengetahui periodisitas dari berulangnya data hujan. Analisis spectral merupakan suatu metode untuk melakukan transformasi sinyal data dari domain waktu ke domain frekuensi, sehingga kita bisa melihat pola periodiknya untuk kemudian ditentukan jenis pola cuaca yang terlibat (Hermawan, 2010)





















BAB III
BAHAN DAN METODE

3.1     Alat dan Bahan
1.    Ombrometer
2.    Ombrograf
3.    Ember
4.    Gayung
5.    Penakar ml
6.    Air
7.    Data hujan harian dan bulanan
8.    Data hujan dari penakar Otomatis
9.    Alat tulis

3.1     Cara Kerja
Hujan 1
1.             Menyiapkan ember yang berisi air dan gayung dan membawanya ke taman alat penakar hujan
2.             Memasukkan 25 cc air kedalam ombrometer kemudian membuka keran penakar dan menampung dan mengukur air yang keluar dengan pengukur bawaan ombrometer tersebut
3.             Menuangkan kembali air sebanyak 50 cc dan melakukan hal yang sama dengan langkah diatas
4.             Melakukan langkah ketiga untuk air sebanyak 100 ml
5.             Menyiapkan alat ombrograf atau alat penakar hujan otomatis dan memasang pias pada drum alat pencatat dan memutar ham alat seperti memutar jam weker mekanik dan memasang drum alat ke tempatnya semula lalu mengisi tinta pada pena pencatat
6.             Melakukan langkah diatas dalam pemberian air. Alat ini tidak mempunyai alat pembuang air melainkan hanya saluran yang bekerja mekanik otomatis. Mengamati apa yang terjadi pada pena pencatat
7.             Menampung air yang terbuang dengan gelas ukur kemudian mencatat berapa yang terukur.
8.             Melihat dan mencatat tinggi air yang terekam pada pias


Hujan 2
1.             Data Hujan harian/Bulanan
2.             Menyalin data yang telah diberikan di dalam laboratorium
3.             Membuat curah hujan bulanannya untuk setiap bulan selama satu tahun pada suatu tahun. Melakukan beberapa tahun data (sesuai yang diberiakan co-asst).
4.             Membuat rata-rata data hujan mulai januari,februari,sampai desember.
5.             Menghitung hari hujan untuk setiap bulanannya dan merat-ratakan dari sejumlah tahun data yang ada.
6.             Membuat grafik dari data tersebut.
7.             Menetukan kapan kira-kira musim hujan/basah mulai dan kapan berakhir.

























BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

1.1         Hasil
Curah Hujan Tahun 2007
Tgl
Jan
Feb
Mar
Apr
Mei
Jun
Jul
Agt
Sep
Okt
Nov
Des
1
2
-
108
-
-
-
-
-
-
-
-
-
2
1
-
-
7
25,5
91
-
-
100
-
-
30
3
5
-
21
17,5
2
-
-
-
110
-
-
45
4
2,5
5
-
2
-
14
-
-
16
-
-
29
5
73
28
-
-
1
-
-
-
-
-
48
33
6
4
11
-
-
-
21,5
-
-
-
-
14,5
21
7
5,7
-
-
4,5
-
-
-
-
5,5
-
-
3
8
18
-
11
-
-
32,5
2
-
36
9,5
15
5
9
-
-
-
-
7
-
76
-
-
28
32
20
10
-
-
-
-
14,5
-
-
-
-
-
5
25
11
-
-
10,4
8
-
16
-
-
-
-
2
5,5
12
-
-
1,5
6
-
2
-
-
-
30
8
24
13
14
-
37
-
-
-
-
-
-
-
16
-
14
50,5
-
-
-
60,5
-
-
-
-
10
96,5
10
15
30
2
-
-
2
-
-
-
-
-
2
12
16
20
-
27
-
14
18
-
6
-
9
-
17
17
-
4
-
40,5
-
80
-
8,5
-
-
17,5
20
18
-
21
-
-
4
105
-
-
-
-
-
-
19
-
171,5
-
-
-
23
14,5
-
-
-
-
24
20
-
1,5
6
-
-
28
-
6,5
-
-
40
5
21
13
-
38,5
-
-
-
-
-
-
-
62
17
22
2
-
2,5
25
-
-
17,5
-
-
-
-
15
23
57
-
-
23
-
-
20
-
-
12
-
8
24
1
-
-
-
-
-
-
-
-
-
18
10
25
17,5
-
3
13
-
-
-
-
-
-
24
22
26
1,5
17,5
45
24,5
-
-
-
-
-
-
17
36
27
2
35
-
-
-
-
10
-
-
-
20
42
28
-
98,5
3,5
-
-
-
-
-
-
-
14
35
29
-
-
21
-
-
-
-
-
-
145
-
-
30
-
-
-
1,5
16,5
4,5
-
-
-
-
-
20
31
-
-
-
10,5
1
-
-
-
-
-
-
-
Jmlh
319,7
395
429
183
147
435,5
140
21
267,5
243,5
451,5
533,5
Byk Hjn
19
11
14
13
11
12
6
3
5
7
18
26



Perhitungan:
Rata-rata hujan bulanan
1.    Bulan Januari
2.    Bulan Februari
3.    Bulan Maret
4.    Bulan April
5.    Bulan Mei
6.    Bulan Juni
7.    Bulan Juli
8.    Bulan Agustus
9.    Bulan September
10.    Bulan Oktober
11.    Bulan November
12.    Bulan Desember

Rata-Rata Hujan Dalam Tahun 2007

Grafik Hujan Tahun 2007

1.2         Pembahasan
Pada praktikum yang telah dilakukan, yaitu cara-cara mengamati hujan. Pada percobaan ini , yaitu praktikum yang ke VII dalam acara hujan 1 kami diberikan data hujan tahun 2007 oleh co-ass praktikum, karena cuaca pada saat itu cerah dan tidak terjadi hujan. Pada acara VIII dalam acara hujan 2, data curah hujan sama dengan acara VII yaitu data curah hujan tahun 2007.
Data hujan mempunyai variasi yang sangat besar dibandingkan unsur-unsur iklim yang lain, baik variasi menurut tempat maupun waktu. Untuk mendapatkan gambaran wilayah diperlukan pengamatan yang cukup panjang dan kerapatan jaringan stasiun pengamatan yang memadai. Curah hujan yang diamati pada stasiun klimatologi meliputi tinggi (Curah hujan), jumlah hari hujan dan intensitas hujan. Kerapatan jaringan stasiun hujan tergantung dari letak, trografi wilayah dan sebaran (tipe) hujannya. Daerah yang berbukit-bukit memerlukan stasiun yan lebih rapat dari pada daerah yang datar. Daerah belakang angin tidak bisa diwakili oleh stasiun yang berada di daerah hadap angin.
               Pengaruh daratan tinggi pada peningkatan curah hujan curah hujan terutama adalah memberi dorongan (paksaan) udara untuk naik. Pengaruh lain yang tidak langsung adalah;
1.             Menghasilkan turbelensi alamiah yang kuat baik mekanik maupun konvektif karena melewati permukaan kasap.
2.             Merupakan penghalang dan memeperlambat gerakan depresi (badai siklon)
3.             Menimbulkan konvrgensi pada arus udara horizontal karena melewati lembah yang menyerupai cerobong
4.             Memicu udara naik sebagai awal ketidak stabilan.
               Dorongan naik oleh daratan tinggi membawa massa udara sampai ke atas kondensasi. Setelah itu penambahan panas hasil kondensasi membuat massa udara menjadi tidak stabil dan terus naik. Bila udara yang dipaksa naik adalah udara stabil maka akan menghasilkan awan tipe stran yang berhubungan dengan curah hujan yang ringan dan jatuh dalam waktu yang lama. Tipe jika udara yang naik tidak stabil akan menghasilkan awan tipe Cummuli dengan hujan yang deras.





















BAB V
KESIMPULAN

1.             Dari penjelasan di atas dan berdasarkan pengamatan dalam praktikum agroklimatologi tentang curah hujan ini, maka didapatkan kesimpulan yaitu:
1.             Hujan merupakan jatuhnya air ke permukaan bumi yang memiliki satu bentuk presipitasi yang berwujud cairan
2.             Dengan adanya hujan maka persediaan air di permukaan tanah akan bertambah sehingga kebutuhan air akan terpenuhi.
3.             Jumlah curah hujan yang jatuh di permukaan tanah dinyatakan dalam satuan millimeter
4.             Curah hujan tertinggi yang didapat dalam pengamatan yaitu sebesar 21,4 mm
5.             Adapun alat yang digunakan untuk mengukur curah hujan adalah observatorium
2.             Hujan harian adalah curah hujan yang diukur berdasarkanjangka waktu satu hari (24 jam). Hujan kumulatif merupakan jumlah kumpulan hujan dalam suatu periode tertentu seperti mingguan, 10 harian, bulanan dan tahunan. Hari hujan merupakan kejadian hujan dengan curah hujan lebih besar atau sama dengan 0,5 mm.
3.             Hujan jangka pendek adalah hujan yang di ukur kontinyu selama waktu pendek seperti setiap satu jam, setengah jam, dua jam dan sebagainya. Dalam istilah umum lebih dikenal dengan bertujuan untuk mengetahui kekuatan atau ketebalan hujn selama kejadian hujan.














DAFTAR PUSTAKA

Antos, 2010. Cuaca Iklimwww.wikipedia/cuacaiklim.menlh.co.id. Diakses pada tanggal (28 Oktober 2018 ).
Dosmi.2008. Curah Hujan , www.wikipedia/hujan.menlh.go.id. Diakses pada tanggal 28 Oktober 2018)
Fadli. 2013. Indonesia Butuh Model Prediksi Hujan. Terpaduhttps://infohujan.wordpress.com Diakses pada tanggal (28 Oktober 2018)
Guslim, 2009. Agroklimatologi. USU-Press, Medan.
Jessy. 2009.Iklim dan Curah Hujan.http://e-dukasi.net. Diakses pada tanggal (28 Oktober 2018)
John.2008. Curah Hujan , www.wikipedia/hujan.menlh.go.id. Diakses pada tanggal (28 Oktober 2018)
Merri, 2010. Cuaca Iklimwww.wikipedia/cuacaiklim.menlh.co.id. Diakses pada tanggal (28 Oktober 2018)
Monthie.2009.Hujan.http://id.wikipedia.org. Diakses pada tanggal (28 Oktober 2018)
Muin N.S.2008, Penuntun Praktikum Agroklimatologi. Universitas Bengkulu: Bengkulu.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar kalian sangat berharga bagi saya

Survey Monkey

Survey Monkey/Monkey Kuesioner adalah sejumlah pertanyaan umpan balik untuk membantu mengumpulkan informasi & data pelanggan dari surv...