animasi-bergerak-selamat-datang-0276

Senin, 24 Desember 2018

Pengaruh Kebijakan Fiskal atau Kebijakan Moneter Terhadap Kurva IS-LM dan Pendapatan Nasional


Pengaruh Kebijakan Fiskal atau Kebijakan Moneter Terhadap Kurva IS-LM dan Pendapatan Nasional
Kebijakan fiskal adalah kebijakan penyesuaian dibidang pengeluaran dan penerimaan negara untuk memeperbaiki keadaan ekonomi yang lebih baik. Kebijakn fiskal merupakan kebijakan ekonomi yang dilakukan oleh pihak pemerintah guna mengelola dan mengarahkan perekonomian kondisi yang lebih baik atau yang diinginkan dengan cara mengubah penerimaan dan pengeluaran pemerintah. Kebijakan ini dilakukan oleh pemerintah berkaitan untuk mengatur APBN negara. Selain itu kebijakan fiskal dilakukan untuk mencapai kondisi sesuai dengan tujuan penyusunan APBN seperti mengganti angka-angka.
Kebijakan fiskal merujuk pada kebijakan yang dibuat pemerintah untuk mengarahkan ekonomi suatu negara melalui pengeluaran dan pendapatan (berupa pajak) pemerintah. Kebijakan fiskal berbeda dengan kebijakan moneter, yang bertujuan men-stabilkan perekonomian dengan cara mengontrol tingkat bunga dan jumlah uang yang beredar. Instrumen utama kebijakan fiskal adalah pengeluaran dan pajak. Perubahan tingkat dan komposisi pajak dan pengeluaran pemerintah dapat memengaruhi variabel-variabel berikut:
·         Permintaan agregat dan tingkat aktivitas ekonomi
·         Pola persebaran sumber daya
·         Distribusi pendapatan
Pemerintah yang menjalankan kebijakan fiskal adalah dengan maksud untuk mempengaruhi jalannya perekonomian atau dengan perkataan lain, dengan kebijakan fiskal pemerintah berusaha mengarahkan jalannya perekonomian menuju keadaan yang diinginkannya. Dengan melalui kebijakan fiskal, antara lain pemerintah dapat mempengaruhi tingkat pendapatan nasional, dapat mempengaruhi kesempatan kerja, dapat mempengaruhi tinggi rendahnya investasi nasional, dan dapat mempengaruhi distribusi penghasilan nasional.
Sedangkan kebijakan moneter adalah proses mengatur persediaan uang suatu negara untuk mencapai tujuan tertentu seperti menahan inflasi, mencapai pekerja penuh atau lebih sejahtera kebijakan moneter pada dasar nya merupakan suatu kebijakan yang bertujuan untuk mencapai keseimbangan internal ( pertumbuhan ekonomi yang tinggi, stabilitas harga,pemerataan pembangunan) dan keseimbangan eksternal( Keseimbangan neraca pembayaran )serta tercapainya tujuan ekonomi makro, yakni menjaga stabilitas ekonomi yang dapat diukur dengan kesempatan kerja, kestabilan harga serta neraca pembayaran internasionalyang seimbang. Kebijakan moneter adalah upaya untuk mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi secara berkelanjutan dengan tetap mempertahankan kestabilan harga.
Pengaturan jumlah uang yang beredar pada masyarakat diatur dengan cara menambah atau mengurangi jumlah uang yang beredar. Kebijakan moneter dapat digolongkan menjadi dua, yaitu:
·         Kebijakan moneter ekspansif (Monetary expansive policy)
Adalah suatu kebijakan dalam rangka menambah jumlah uang yang beredar. Kebijakan ini dilakukan untuk mengatasi pengangguran dan meningkatkan daya beli masyarakat (permintaan masyarakat) pada saat perekonomian mengalami resesi atau depresi. Kebijakan ini disebut juga kebijakan moneter longgar (easy money policy)
·         Kebijakan Moneter Kontraktif (Monetary contractive policy)
Adalah suatu kebijakan dalam rangka mengurangi jumlah uang yang beredar. Kebijakan ini dilakukan pada saat perekonomian mengalami inflasi. Disebut juga dengan kebijakan uang ketat (tight money policy)
Kurva IS menyatakan hubungan antara tingkat bunga serta tingkat pendapatanyang muncul di pasar barang dan jasa. kurva IS menunjukkan kombinasi dari tingkat bunga dan tingkat pendapatan yang konsisten dengan ekuilibrium dalam pasar barang dan jasa.Kurva IS digambar untuk kebijakan fiskal tertentu. Perubahan-perubahan kebijakan fiskal yang meningkatkan permintaan terhadap barang dan jasa akanmenggeser kurva IS ke kanan, perubahan-perubahan kebijakan fiskal yangmengurangi permintaan terhadap barang dan jasa akan menggeser kurva IS kekiri.
Kurva LM menyatakan hubungan antara tingkat bunga dan tingkat pendapatanyang muncul di pasar uang. Untuk memahami hubungan ini, kita mulai dengan melihat teori tingkat bunga yang disebut teori preferensi likuiditas (theory of  liquidity preference).
Model IS-LM memunculkan titik ekubilibrium tentang suku bunga dan pengeluaran diberikan oleh ekulibrium di dalam pasar barang dan uang. Pasar barang diwakilkan oleh ekuilibrium antara investasi dan tabungan (IS), dan pasar uang diwakilkan oleh penawaran uang dan preferensi likuiditas.  Kurva IS termasuk oleh titik-titik di mana investasi, berdasarkan suku bunga, setara dengan tabungan, berdasarkan keluaran.
Kurva IS melandai ke bawah karena keluaran dan suku bunga memiliki hubungan berbanding terbalik di pasar barang: Apabila keluaran meningkat maka akan lebih banyak uang yang ditabung, yang artinya suku bunga haruslah diturunkan untuk mendorong investasi yang cukup sehingga sepantaran dengan tabungan. Kurva LM melandai ke atas karena suku bunga dan keluaran memiliki relasi positif di pasar uang. Dengan meningkatknya keluaran, permintaan untuk uang akan naik, dan suku bunga akan turut naik.
Description: https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/b/b9/Islm.svg/220px-Islm.svg.png
Dalam contoh grafik IS/LM ini, kurva IS bergerak ke kanan, menyebabkan suku bunga meningkat (i) dan ekspansi dari ekonomi "asli" (GDP asli, atau Y).
Model IS/LM seringkali digunakan untuk mendemonstrasikan efek dari kebijakan moneter dan fiskal. Buku teks seringkali menggunakan model IS/LM, tetapi model ini tidak menunjukkan kompleksitas dari model-model ekonomi-makro modern. Meskipun begitu, model-model modern ini masih tetap memiliki relasi yang mirip dengan IS/LM.
Adapun pengaruh kebijakan fiskal dan moneter terhadap kurva IS-LM yaitu, pergeseran permintaan agregat karena kurva permintaan agregat yang di turunkan dari titik potong kurva IS dan LM. Misalnya kebijakan fiskal yang berupa penambahan pengeluaran pemerintah (G), akan menggeser kurva IS ke kanan atas. Penambahan pengeluaran pemerintah ini akan mendorong tingkat bunga dan output naik.
Pada harga P1 sekarang tingkat output lebih besar. Titik B pada gambar 1.3 (b) terletak pada kurva permintaan agregat lain. Kenaikan pengeluaran pemerintah akan menaikkan pengeluaran total untuk setiap harga. Dengan kata lain,kurva permintaan agregat bergeser kekanan atas.
Gambar 1.4 menjelaskan pengaruh kebijakan moneter terhadap permintaan agregat. Penambahan jumlah uang beredar akan menggeser kurva LM kekanan bawah. Untuk jumlah uang beredar M0, harga adalah P1 dan kurva LM nya adalah LM(M0,P1) dan output dalam keseimbangan adalah Y1. Penambahan jumlah uang  beredar menjadi M1 dengan harga tetap P1 maka kurva LM nya adalah LM (M1,P1) dan output dalam keseimbangan adalah Y2.
Dengan demikian pergeseran kurva LM akan mengakibatkan bahwa untuk setiap harga, output menjadi lebih besar dikarenakan kenaikan pengeluaran total sebagai akibat tambahnya jumlahuang beredar. Dengan kata lain, kurva permintaan agregat bergeser kekanan atas.
Gambar 1.3 (a)
Description: Hasil gambar untuk gambar kurva pengaruh kebijakan fiskal
Gambar 1.3 (b)
Description: Hasil gambar untuk gambar kurva agregat demand

Gambar 1.4
Description: Hasil gambar untuk gambar kurva pengaruh kebijakan moneter







DAFTAR PUSTAKA
Indra Setiawan, Deddy S Bratakusumah. 2010. Jurnal: Pengaruh Konsumsi, Investasi, Jumlah Uang Beredar Dan Inflasi Terhadap Penentuan Kebijakan Suku Bunga Sbi.
Mankiw, N. Gregory. 2006. Makroekonomi Edisi Keenam. Jakarta: Erlangga.
Sukirno, Sadono. 2006. Makroekonomi Teori Pengantar Edisi Ketiga. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Suramaya Suci Kewal. 2012. Jurnal: Pengaruh Inflasi, Suku Bunga, Kurs, dan Pertumbuhan PDB terhadapIndeks Harga Saham Gabungan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar kalian sangat berharga bagi saya

Survey Monkey

Survey Monkey/Monkey Kuesioner adalah sejumlah pertanyaan umpan balik untuk membantu mengumpulkan informasi & data pelanggan dari surv...