animasi-bergerak-selamat-datang-0276

Rabu, 14 Agustus 2019

Menganalisis Isi Dan Merancang Sebuah Proposal Karya Ilmiah


TUGAS BAHASA INDONESIA
MENGANALISIS ISI DAN MERANCANG SEBUAH PROPOSAL KARYA ILMIAH




DI SUSUN OLEH
WAHYU
WELI



KELAS
XI IPS



SMA NEGERI 2 BENGKULU TENGAH
Menganalisis Isi dan Merancang Sebuah Proposal Karya Ilmiah

Proposal penelitian merupakan rancangan riset yang menjelaskan tentang rencana penelitian. Sebagai rencana, tentunya proposal menggambarkan apa dan bagaimana riset nantinya dilakukan. Penjelasan mengenai rencana riset ini harus sistematis dan tidak keluar dari kaidah ilmiah. Oleh karenanya, setiap bab dan sub bab harus ringkas dan jelas isinya.
1.             Halaman judul dan daftar isi proposal agaknya sudah jelas tanpa harus saya jelaskan secara detail. Perlu diingat, pembaca tidak harus final dengan judul penelitian ketika baru ditahap proposal karena bisa diganti atau direvisi nantinya.
2.             Bab pendahuluan proposal terdiri dari setidaknya empat elemen di atas, yaitu latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian dan manfaat penelitian. Latar belakang meliputi penjelasan kontekstual tentang apa dan mengapa tema riset pembaca menarik untuk diangkat dan digarap. Rumusan masalah adalah pertanyaan riset terkait apa yang ingin diketahui peneliti. Tujuan dan manfaat penelitian meliputi ekspektasi terkait mengapa riset tersebut dilakukan dan apa faedahnya bagi pihak-pihak terkait.
3.             Bab tinjauan pustaka merupakan penjelasan dalam bentuk review literatur atau hasil penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya. Literatur yang direview harus relevan dengan fokus permasalahan yang diangkat dalam proposal. Pada bab ini penulis proposal juga menjelaskan tentang definisi konseptual dari istilah-istilah yang digunakan dalam penelitian nantinya, serta menyusun hipotesis bagi riset kuantitatif dan kerangka teoritis bagi riset kualitatif.
4.             Bab metodologi berisi penjelasan mengenai bagaimana riset tersebut dilakukan. Lebih spesifiknya, apa metode penelitian yang akan diterapkan, bagaimana data dikumpulkan, serta bagaimana data dianalisis nantinya. Bisa pula peneliti menjelaskan tentang siapa saja saja populasi dan sampelnya, bagaimana pengambilan samplenya, dan juga siapa partisipan yang dilibatkan dan mengapa.

Meskipun di kerangka proposal tersebut tidak disebutkan limitasi dan etika riset, penjelasan mengenai kedua elemen tersebut bisa diletakkan dalam bab ini. Tapi perlu diketahui, hal itu bukanlah suatu keharusan. Limitasi adalah keterbatasan penelitian. Etika riset merupakan problem etis yang dihadapi bila riset tersebut dilakukan. Tak jarang kedua elemen tersebut diselipkan pada bab metodologi di salah satu atau beberapa sub bab di bab tersebut.
Sebagai contoh, untuk menyusun daftar pustaka, prosedur teknis memang harus diperhatikan. Model Harvard atau Oxford atau lainnya memiliki panduan yang berbeda. Namun yang tidak kalah penting adalah memahami bahwa daftar pustaka juga merepresentasikan seberapa kuat riset-riset terdahulu yang relevan dilibatkan dalam penelitian. Ilmu pengetahuan adalah sebuah akumulasi. Kualitas reveiew literatur sebelumnya bisa mempengaruhi kualitas riset yang akan dilakukan nantinya.
Pemahaman yang esensial di tiap kerangka proposal itu penting bagi peneliti agar pengetahuan teknis, termasuk tentang sistematika penulisan seperti ini tidak kering dan terlepas dari esensinya.
Menurut Eko susilo, M ( 1995;11 )
“Karangan ilmiah merupakan suatu karangan atau tulisan yang diperoleh sesuai dengan sifat keilmuannya dan didasari oleh hasil pengamatan, peninjauan, penelitian dalam bidang tertentu, disusun menurut metode tertentu dengan sistematika penulisan yang bersantun bahasa dan isisnya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya/ keilmiahannya.”

Ciri-Ciri Karya Ilmiah
1.             Struktur Sajian
Struktur sajian karya ilmiah sangat ketat, biasanya terdiri dari bagian awal (pendahuluan), bagian inti (pokok pembahasan), dan bagian penutup. Bagian awal merupakan pengantar ke bagian inti, sedangkan inti merupakan sajian gagasan pokok yang ingin disampaikan yang dapat terdiri dari beberapa bab atau subtopik. Bagian penutup merupakan kesimpulan pokok pembahasan serta rekomendasi penulis tentang tindak lanjut gagasan tersebut.

2.       Komponen dan Substansi
Komponen karya ilmiah bervariasi sesuai dengan jenisnya, namun semua karya ilmiah mengandung pendahuluan, bagian inti, penutup, dan daftar pustaka. Artikel ilmiah yang dimuat dalam jurnal mempersyaratkan adanya abstrak.

3.       Sikap Penulis
Sikap penulis dalam karya ilmiah adalah objektif, yang disampaikan dengan menggunakan gaya bahasa impersonal, dengan banyak menggunakan bentuk pasif, tanpa menggunakan kata ganti orang pertama atau kedua.

4.       Penggunaan Bahasa
Bahasa yang digunakan dalam karya ilmiah adalah bahasa baku yang tercermin dari pilihan kata / istilah, dan kalimat-kalimat yang efektif dengan struktur yang baku.

Tujuan Dari Pembuatan Karya Ilmiah
1.             Memberi penjelasan
2.             Memberi komentar atau penilaian
3.             Memberi saran
4.             Menyampaikan sanggahan
5.             Membuktikan hipotesa

Tahapan Karangan Ilmiah
1.       Bagian Awal 
a.       Cover : Sampul penulisan ilmiah
b.       Lembar Pengesahan : Lembar pengesahan proposal skripsi berisi tanda tangan dan nama lengkap beserta gelar dari judul skripsi, pembuat, pembimbing dan penguji
c.       Abstak :Ringkasan isi, ikhtisar, inti (skripsi, laporan, dan sebagainya)
d.      Daftar Isi : Lembar halaman yg menjadi petunjuk pokok isi buku beserta nomor halaman.
e.       Daftar Tabel : Lembar halaman yang menjadi petunjuk isi penulisan ilmiah beserta nomor halaman tabel. 

2.       Bagian Pokok
Bab I : Pendahuluan 
a.              Latar Belakang, Berisi penjelasan yang berkaitan dengan fenomena atau alasan yang mendasari penulis memilih untuk meneliti tema yang ditulis.
b.             Rumusan dan Batasan Masalah, mengidentifikasikan, membatasi dan selanjutnya merumuskan masalah yang hendak diteliti.
c.              Tujuan Penelitian, berisi tujuan penelitian yang hendak dicapai
d.             Manfaat Penelitian,berisi manfaat penelitian yang dapat diperoleh dari penelitian tersebut.
e.              Metode Penelitian, berisikan tentang bagaimana secara ilmiah, penelitian akan dilakukan. 

Bab II : Landasan Teori 
a.              Kerangka Teori, berisi pengertian dan pemahaman mengenai teori yang relevan dengan topic
b.             Kajian Penelitian Sejenis, berisikan kajian terhadap hasil-hasil penelitian sejenis yang memiliki kesamaan variabel.
c.              Alat Analisis, penjelasan rinci mengenai berbagai alat analisis deskriptif dan kuantitatif yang digunakan. 

Bab III : Metode Penelitian 
Menjelaskan cara pengambilan dan pengolahan data dengan menggunakan alat-alat analisis yang ada. 

Bab IV : Pembahasan 
a.              Data dan Profil Objek Penelitian berisi data dan profil singkat objek penelitian.
b.             Hasil Penelitian dan Analisis, menyajikan data dan hasil penelitian.
c.              Rangkuman Hasil Penelitian, rangkuman hasil penelitian yang umumnya dapat disajikan dalam tabel ringkasan hasil. 

Bab V : Penutup 
a.              Kesimpulan, berisi jawaban dari masalah yang diajukan penulis yang diperoleh dari penelitian. - Saran, ditujukan kepada pihak-pihak terkait sehubungan dengan hasil penelitian.
b.             Daftar pustaka, berisi daftar referensi yang digunakan dalam penulisan.
c.              Lampiran, penjelasan tambahan, dapat berupa uraian, gambar, perhitungan-perhitungan, grafik atau tabel.
d.             Daftar Simbol, berisi deretan symbol-simbol yang digunakan dalam penulisan,lengkap dengan keterangannya.

Tata Cara Penyusunan Proposal Karya Ilmiah
Sebagaimana penulisan karya ilmiah pada umumnya, dalam penulisan karya ilmiah hukum terdapat etika yang memuat berbagai norma pembatas yang harus diperhatikan serta dipegang teguh oleh mahasiswa ketika menulis karya ilmiah. Norma ini berkaitan dengan pengutipan, perujukan, perijinan terhadap bahan yang dipergunakan, dan penyebutan sumber data atau informan.
Penulisan karya ilmiah hukum harus dilakukan secara jujur dengan menyebutkan sumber rujukan atau hasil pikiran orang lain yang dikutip dan dimasukkan dalam bagian karya ilmiahnya. Dalam menggunakan bahan dari suatu sumber, misalnya tabel, model dan skema, penulis harus menyebutkan sumbernya dengan menjelaskan apakah bahan tersebut diambil secara utuh, diambil sebagian, dimodifikasi, atau dikembangkan.
Pengutipan bahan atau hasil pikiran orang lain yang tidak disertai dengan menyebut sumbernya yang diakui sebagai hasil pikirannya sendiri dapat dinyatakan sebagai perbuatan plagiat Oleh karena itu, khusus penulisan skripsi ilmu hukum dan legal memorandum, wajib mencantumkan pernyataan bahwa karyanya bukan merupakan pengambilalihan tulisan atau pemikiran orang lain.
Untuk itu mengetahui aturan-aturan dalam penelitian hukum merupakan hal yang wajib diketahui oleh mahasiswa, mengingat pembuatan skripsi adalah salah satu syarat wajib untuk mendapat gelar sarjana, dan itu dimulai dari pembuatan proposal penelitian.
Rumusan Masalah
Apa saja bagian-bagian yang harus ada dalam suatu proposal penelitian hukum?
Apa saja hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan proposal penelitian?

Tujuan Penulisan
Mengetahui bagian-bagian yang harus ada dalam suatu proposal penelitian hukum.
Mengetahui hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan proposal penelitian.
1. Judul Penelitian
Dalam suatu penelitian judul merupakan kalimat dalam bentuk satu kalimat pernyataan (bukan kalimat pertanyaan), terdiri dari kata-kata yang jelas (tidak kabur), singkat (tidak bertele-tele), deskriptif (berkaitan atau runtut) dan pernyataan tidak terlalu puitis atau bombatis. Judul merupakan pencerminan atau identitas dari seluruh isi karya tulis, yang dapat menjelaskan dan menarik, sehingga semua orang dapat dengan segera menduga tentang penelitian tersebut.

2. Latar Belakang Masalah
Masalah adalah Kesenjangan antara rencana (sesuatu yang diinginkan ) dengan keadaan yang ada (realitas). Oleh sebab itu dalam bagian ini dikemukakan adanya kesanjangan antara harapan dengan kenyataan, baik kesenjangan teoritis maupun praktis yang melatarbelakangi masalah yang diteliti.
Atau bisa diartikan bagian dalam proposal penelitian yang berisi tentang gambaran umum, paparan, atau uraian seputar masalah atau topik yang dikaji, yang bisa diperoleh dari berbagai sumber, misalnya buku, laporan penelitian dan lain sebagainya. Tujuan dari adanya latar belakang adalah untuk memperoleh pemahaman betapa pentingnya masalah atau topik tersebut dikaji.

3. Rumusan Masalah
Merupakan upaya untuk menyatakan secara tersurat pertanyaan-pertanyaan yang hendak dicarikan jawabanya, lengkap dan rinci mengenai ruang lingkup masalah.
a.         Masalah akan menarik untuk diselidiki apabila:
b.        Masalah itu menyangkut kepentingan umum ( masyarakat )
c.         Masalah itu merupakan mata rantai, apabila tidak dipecahkan banyak masalah lain yang terbengkelai.
d.        Masalah itu penting dimana pemecahanya dapat mengisi kekosongan atau kekurangan ilmu dan pengetahuan atau sebagainya.




4. Tujuan dan Manfaat
Manfaat penelitian menguraikan dan menjelaskan kegunaan secara teoritik dan aplikatif dari penelitian yang telah dilakukan. Manfaat atau Kontribusi Penelitian, memuat 2 hal yang mendasar:
a.         Manfaat Teoritik apabila hasil penelitian akan menghasilkan sebuah pendapat baru atau hasil penerapan hukum.
b.        Manfaat Aplikatif apabila terdapat manfaat atau nilai guna hasil penelitian bagi stakeholders atau pihak-pihak yang terkait langsung dengan hasil penelitian, seperti:
1. pembuat kebijakan,
2. dunia usaha atau industri
3. meningkatkan pelayanan,
4. pemecahan masalah ditingkat operasional,
5. kelompok masyarakat yang menjadi sasaran penelitian.

5. Tela’ah Pustaka
Berisi landasan teori, pendapat para ahli, doktrin, hasil penelitian atau informasi lainnya yang dijadikan pedoman bagi pemecahan masalah. Perumusan tinjauan pustaka hendaknya memenuhi ketentuan sebagai berikut:
a.         Usahakan pustaka yang digunakan terbaru, relevan, dan asli dari karya ilmiah; - Apabila sumber informasi dan data yang dirujuk berasal dari buku, usahakan mencari terbitan edisi paling akhir, (minimal 5 tahun terakhir);
b.        Uraikan dengan jelas kajian pustaka yang menimbulkan gagasan dan mendasari penelitian yang akan dilakukan;
c.         Tinjauan pustaka menguraikan teori, temuan, dan bahan penelitian lain yang diperoleh dari acuan, yang dijadikan landasan untuk melakukan penelitian yang diusulkan;
d.        Uraian dalam tinjauan pustaka diarahkan untuk menyusun kerangka atau konsep yang akan digunakan dalam penelitian. Tinjauan pustaka mengacu pada daftar pustaka.

6. Konsep dan Devinisi Operasional
Diperlukan apabila diperkirakan akan timbul perbedaan pengertian atau kekurangan makna seandainya penegasan istilah tidak diberikan. Devinisi operasional adalah devinisi yang didasarkan atas sifat-sifat yang didevinisikan yang dapat diamati, contoh kompetensi dalam bidang aritmatika yang meliputi menambah, mengurangi, mengalikan, membagi, dan mengunakan desimal. Sifat dari devinisi operasional oleh peneliti terbuka untuk diuji kembalioleh orang lain.

7. Konsep / Pembatasan Masalah
Adalah suatu kondisi atau keadaan yang tidak bisa dihindari dalam penelitian yang harus dihadapi. Keterbatasan penelitian bisa berkaitan dengan ruang lingkup kajian dan kondisi lingkungan dan dilakukan karena alasan teknik maupun prosedur penelitian karena alasan waktu, biaya, adat, etika, kepercayaan atau alasan logistik lainya.

8. Kerangka Teori
Menempatkan masalah yang telah diindenfikasi itu pada kerangka teoritis dan konsep yang revelan, mampu menangkap, menerangkan, dan menunjukkan perspektif tersebut. Hal ini ditujukan agar dapat menjawab atau menerangkan masalah yang telah diidentifikasi itu.
Cara berfikir seperti ini adalah mengarah memperoleh jawaban dengan cara berfikir deduktif. Cara berfikir seperti ini, bertolak pada hal yang bersifat general (berlaku umum) kepada hal-hal yang lebih spesifik. Hal yang berlaku umum itu adalah teori (dalil, hukum, kaidah dan sebagainya), sedangkan yang bersifat spesifik itu merupakan masalah yang telah diidentifikasi itu. Ada tiga tahap berfikir:
1.        Tahap conception (tahap menyusun konsepsi)
2.        Tahap judgement (tahap menyusun ketentuan)
3.        Tahap reosoning (tahap menbuat pertimbangan atau membuat argumentasi)

9. Perumusan Kerangka Berfikir
Yaitu menguraikan cara pelaksanaan penelitian, mulai dari merumuskan pendekatan penelitian yang digunakan hingga bagaimana menganalisis hasil penelitian. Metode Penelitan memuat uraian tentang:
a.         Metode pendekatan yang digunakan, apakah yuridis sosiologi dan/atau yuridis normatif, serta memberikan alasan mengapa pendekatan tersebut digunakan.
b.        Jenis/macam dan sumber data atau bahan hukum, menjelaskan berbagai macam data atau bahan hukum yang diperlukan dalam penelitian baik yang sifatnya primer maupun sekunder.
c.         Metode penelusuran atau perolehan data atau bahan hukum. Menjelaskan tentang bagaimana data atau bahan hukum, baik primer maupun sekunder diperoleh.
d.        Data sekunder dalam penelitian hukum empiris diperoleh dengan menggunakan studi kepustakaan atau literatur, penelusuran internet, klipping koran dan/atau studi dokumentasi berkas-berkas penting dari institusi yang diteliti serta penelusuran peraturan perundang-undangan dari berbagai sumber.

10. Hipotesis
Merupakan pernyataan tentang karakteristik populasi yang berkaitan dengan suatu tujuan khusus tertentu. Contoh dengan tujuan khsus “mempelajari korelasi antara variabel x dengan y“ dikemukakan hipotesis “variabel x dan y berkorelasi positif.” Walaupun demikian, tidak semua pasangan variabel penelitian harus di nyatakan dalam bentuk hipotesis.
Banyaknya hipotesis yang sebenarnya tidak perlu dinyatakan sebagai hipotesis lagi dalam skripsi, tesis maupun disertasi, karena apa yang dinyatakan tersebut umumnya telah bisa diterima kebenaranya.

11. Metodologi
a. Tentukan Tipe Penelitian
Metodologi adalah suatu studi sistematis mengenai prosedur dan teknik yang dihubungkan dengan sesuatu.Dalam menguraikan metode penelitian, pertama-tama harus disebut secara eksplisit tipe penelitian.hal ini perlu diketahui agar peneliti tidak kesasar.
b. Prosedur Penarikan sampel
Diperlukan untuk menekan sejauh mungkin terjadi bias dan veriabilitas.
c. Devinisi operasional Variabel Penelitian
d. Teknik Pengumpulan Data
e. Rancangan Analisis



12. Garis Besar Isi
Bab inti biasanya bab 2-4 masing-masing berisi gagasan atau masalah pokok yang terdapat dalam topik.
Cara pembahasan yaitu sebagai berikut:
- Merumuskan pengertian atau definisi
- Memberikan klasifikasi, rincian, atau indikator
- Mendiskripsikan proses dan langkah-langkah
- Menampilkan ilustrasi, contoh, bukti, fakta atau data
- Menjelaskan kaitan atau hubungan dengan gagasan atau hal lain
- Menjelaskan peran, kedudukan, atau posisi terhadap gagasan atau hal lain
- Menjelaskan dampak atau efek terhadap gagasan atau hal lain.

C. Penutup
1. Kesimpulan
Dalam penyusunan proposal karya ilmiah penelitian hukum terdiri dari Judul Penelitian, Latar Belakang Penelitian, Rumusan Masalah, Tujuan dan Manfaat, Tela’ah Pustaka, Konsep dan Devinisi Operasional, Konsep / Pembatasan Masalah, Kerangka Teori, Perumusan Kerangka Berfikir dan Hipotesis.

2. Saran
Dalam penyusunan karya ilmiah baik berupa proposal, skripsi maupun yang lainya seorang peneliti harus memperhatikan dan mempraktikan aturan-aturan yang ada.

Contoh Proposal Penelitian Ilmiah
Penelitian Air Sungai yang Memenuhi Syarat Untuk Dikonsumsi
PENDAHULUAN
Latar Belakang

Air,air sangat bermanfaat khususnya untuk tubuh kita,karena 2/3 dari tubuh kita terdiri dari cairan.Tetapi tidak semua air itu bisa kita konsumsi ada syarat yang harus dipenuhi.Air itu tidak boleh mengandung zat-zat kimia yang dilarang untuk tubuh.Saat ini ketersediaan air bersih semakain berkurang dan bahakan sulit,karena sumber-sumber air kebanyakan sudah tercemar oleh limbah pabrik atau rumah tangga.Akibatnya sungai yang dahulu airnya bening sekarang banyak sungai dikota-kota besar yang sudah keruh dan kotor,Apakah air kandungan air seperti memenuhi syarat untuk dikonsumsi?.Selain sungai-sungai yang sudah keruh ada juga sungai yang masih terlihat segar dan bening airnya,walaupun bening apakah air ini memenuhi syarat untuk dikonsumsi?
Karena ketersediaan air bersih berkurang banyak orang-orang yang tinggal didekat sungai memanfaatkan air sungai untuk memenuhi kebutuhan air minum sehari-hari.

Rumusan Masalah
Berdasarkan permasalahan yang diuraikan pada latar belakang ditas,adapun rumusan masalah yang timbul yaitu,
a.         Apa kandungan dari masing-masing air sungai itu?(sungai irigasi malang,sungai PG candi)
b.        Apakah air itu layak dikonsumsi?
c.         Apa akibat jika air yang mengandung zat kimia berbahaya dikonsumsi? (jika ada)

Tujuan dan Manfaat
Penelitian ini bertujuan untuk:
1.Mencari tahu kandungan air dari 2 sungai berbeda
2.Mengetahui syarat air minum dan kelayakan air untuk dikonsumsi
3.Mengetahui akibat yang diakibatkan jika mengkonsumsi zat kimia berbahaya yang ada di air sungaii itu (jika ada)
Dan bermanfaat untuk kita semua agar bisa menyeleksi air yang bagus untuk kesehatan hidup.selain itu bisa mengetahui zat-zat kimia berbahaya dalam air sungai yang keruh dan kotor.

LANDASAN TEORI
Pengertian dan Definisi Air

Air adalah unsur yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Bahkan dapat dipastikan tanpa pengembangan sumberdaya air secara konsisten peradaban manusia tidak akan mencapai tingkat yang dinikmati sampai saat ini. Oleh karena itu pengembangan dan pengolahan sumber daya air merupakan dasar peradaban manusia
Dari Pengertian dan Definisi Air maka dapat di ambil pelajaran bahwa salah satu faktor penting penggunaan air dalam kehidupan sehari-hari adalah untuk kebutuhan air minum. Air bersih merupakan air yang harus bebas dari mikroorganisme penyebab penyakit dan bahan-bahan kimia yang dapat merugikan kesehatan manusia maupun makhluk hidup lainnya. Air merupakan zat kehidupan, di mana tidak ada satupun makhluk hidup di bumi ini yang tidak membutuhkan air.
Definisi air ini di terapkan pada hasil penelitian yang menunjukkan bahwa 65-75% dari berat manusia terdiri dari air. Menurut ilmu kesehatan setiap orang memerlukan air minum sebanyak 2,5 . 3 liter setiap hari termasuk air yang berada dalam makanan. Manusia bisa bertahan hidup 2 sampai 3 minggu tanpa makan, tetapi hanya 2 . 3 hari tanpa minum Air dalam obyek-obyek tersebut bergerak mengikuti suatu siklus air, yaitu: melalui penguapan, hujan, dan aliran air di atas permukaan tanah(runoff, meliputi mata air, sungai, muara) menuju laut. Air dapat berwujud padatan (es), cairan (air) dan gas (uap air).
Air merupakan satu-satunya zat yang secara alami terdapat dipermukaan bumi dalam ketiga wujudnya tersebut.Baik kualitas maupun kuantitas air harus dapat memenuhi kebutuhan kita, sebagian besar tanah air kita curah hujannya cukup tinggi. Oleh sebab itu dari segi kuantitas dibanyak tempat di negara kita air tidak menjadi masalah, apalagi jika kita dapat mengelolanya dengan baik.
Akan tetapi dari segi kualitas, air bersih kita semakin memperihatinkan.Sebenarnya apa itu air bersih?

Pengertian Air bersih
Air bersih adalah salah satu jenis sumberdaya berbasis air yang bermutu baik dan biasa dimanfaatkan oleh manusia untuk dikonsumsi atau dalam melakukan aktivitas mereka sehari-hari dan memenuhi persyaratan untuk pengairan sawah, untuk treatment air minum dan untuk treatmen air sanitasi. Persyaratan disini ditinjau dari persyaratan kandungan kimia, fisika dan biologis.


Pengertian Air Bersih:
Secara Umum: Air yang aman dan sehat yang bisa dikonsumsi manusia.
Secara Fisik : Tidak berwarna, tidak berbau, tidak berasa.
Secara Kimia:
a.PH netral (bukan asam/basa)
b.Tidak mengandung racun dan logam berat berbahaya

Untuk konsumsi air minum menurut departemen kesehatan, syarat-syarat air minum adalah tidak berasa, tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak mengandung logam berat. Walaupun air dari sumber alam dapat diminum oleh manusia, terdapat risiko bahwa air ini telah tercemar oleh bakteri (misalnya Escherichia coli) atau zat-zat berbahaya. Walaupun bakteri dapat dibunuh dengan memasak air hingga 100 °C, banyak zat berbahaya, terutama logam, tidak dapat dihilangkan dengan cara ini, dibunuh dengan memasak air hingga 100 °C, banyak zat berbahaya, terutama logam, tidak dapat dihilangkan dengan cara ini.

Sumber air bersih:
Sungai
Rata-rata lebih dari 40.000 kilometer kubik air segar diperoleh dari sungai-sungai di dunia. Ketersediaan ini (sepadan dengan lebih dari 7.000 meter kubik untuk setiap orang) sepintas terlihat cukup untuk menjamin persediaan yang cukup bagi setiap penduduk, tetapi kenyataannya air tersebut seringkali tersedia di tempat-tempat yang tidak tepat. Sebagai contoh air bersih di lembah sungai Amazon walupun ketersediaannya cukup, lokasinya membuat sumber air ini tidak ekonomis untuk mengekspor air ke tempat-tempat yang memerlukan.dan banyak sungai yang sudah tercemar oleh limbah pabrik maupun rumah tangga.

Curah hujan
Dalam pemanfaatan hujan sebagai sumber dari air bersih, individu perorangan/ berkelompok/ pemerintah biasanya membangun bendungan dan tandon air yang mahal untuk menyimpan air bersih di saat bulan-bulan musim kering dan untuk menekan kerusakan musibah banjir.

Air permukaan dan air bawah tanah.
Sumber-sumber air bersih ini biasanya terganggu akibat penggunaan dan penyalahgunaan sumber air sehingga terjadi pencemaran air.

HIPOTESIS

Berdasarkan landasan teori diatas dapat disimpulkan bahwa air yang dapat dikonsumsi adalah air yang tidak berbau,berasa dan berwarna dan PHnya netral,ada 2 sampel air sungai yang diteliti Sungai Irigasi malang (bening,tidak berwarna,tidak berasa) dan Sungai dekat PG candi sidoarjo (berwarna cokelat,keruh dan mengendapkan tanah) Hipotesis penelitian ini adalah air dari sungai Irigasi malang dapat dikonsumsi dan memenuhi syarat air bersih.

Metode Penelitian
Metode penelitian yang saya gunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen atau penelitian kuantitatif.

Variabel control       : Volume air yang sama
Variabel manipulasi   : Sumber air yang berbeda,2 sungai berbeda
Variabel Respon        : Kandungan dari masing-masing air

Populasi
Ada 2 sungai yang saya jadikan sampel yaitu sungai irigasi Malang dan sungai
Prosedure Penelitian
-Ambil sampel air disungai berbeda
-Setelah itu lihat wujud air,sesuai syarat air bersih diatas.(tidak berbau,berwarna,tidak berasa)
-Lalu,check air-air itu dengan PH meter
-dari 2 cara diatas bisa disimpulkan hipotesisnya

-Setelah melakukan 2 cara diatas,untuk mengetahui kandungan zat-zat kimia di air,bawa sampel air tersebut ke lab untuk menguji lebih lanjut sesuai dengan tujuan penelitian ini yaitu mengetahui kandungan air sungai ini,memenuhi syarat atau tidak

1 komentar:

Komentar kalian sangat berharga bagi saya

Survey Monkey

Survey Monkey/Monkey Kuesioner adalah sejumlah pertanyaan umpan balik untuk membantu mengumpulkan informasi & data pelanggan dari surv...