animasi-bergerak-selamat-datang-0276

Sabtu, 04 April 2020

Makna Simbol Dalam Teater


Pada dasarnya semua karya seni, termasuk seni teater menggunakan bahasa simbol. Pengertian simbol dalam seni, dapat di pahami sebagai benda, bentuk, unsur seni yang mengandung nilai dan makna yang terkandung di dalamnya.
Nilai dalam teater bersifat terindra melalui pendengaran dan penglihatan kita.
Contoh: Timbangan dapat di pahami sebagai alat timbang biasa, dan jika timbangan seimbang makna sombolnya adalah keadilan. Jika timbangan tidak seimbang maka makna simbolnya adalah ketidak adilan. Sama halnya di dalam teater.
Simbol yang dapat di maknai dari dua jenis teater adalah :
A.Teater Tradisional
Kehadiran seninya dapat di maknai sebagai simbol adat atau budaya masyarakat dengan Sang Pencita.
B.Teater Non-Tradisional
Teater ini dapat dimaknai sebagai simbol keduniawian bersifat estetis atau keindahan. Hal ini, dapat di pahami bahwa teater tradisional lebih mengedepankan seni sebagai upacara. bukan seni untuk keindahan sebagai halnya teater non-tradisional.

Simbol di dalam seni, termasuk seni teater dapat dipahami sebagai benda, bentuk, unsur seni yang mengandung nilai. Nilai dalam karya seni berupa nilai bentuk dan nilai isi. Unsur-unsur yang terkandung di dalam seni teater, baik tradisional maupun non tradisional dengan unsur penting meliputi; naskah, pemeran, tata pentas, tempat dan penonton terkandung simbol. Simbol dapat dimaknai sebagai sarana yang dipilih, bersifat khusus untuk menyampaikan gagasan kreator seni dan kemudian diwujudkan dalam bentuk seni melalui beberapa unsur yang terkandung di dalamnya.
Unsur penting sebagai ciri atau tanda dari ke khasan Teater, antara meliputi; unsur cerita atau naskah, unsur pelaku seni, unsur pentas (artistik perupaan), unsur tempat dan unsur penonton. Melalui kekhasan dan keunikan simbol dengan pemaknaan yang ada pada pertunjukan teater, teater dapat dibagi kedalam jenis teater tradisional dan non tradisional dengan kekhasan; bentuk pertunjukan, struktur pertunjukan dan unsur-unsur penting pembentuknya. Melalui ciri-ciri khusus sebagai identitas teaternya, dapat dikenali simbol-simbol yang terkandung di dalamnya, antara lain sebagai berikut.

Teater Tradisional – Teater Rakyat
Teater Non Tradisional
No.
Simbol
No.
Simbol
1.
Tidak ada naskah baku atau
naskah tertulis, mengandung makna keserhanaan, bersahajaan bahwa cerita bersifat leluri, dari mulutkemulut bersumber kisah, cerita; kehidupan keluarga, tokoh perjuangan setempat, dst.
1.
Ada naskah baku atau naskah tertulis.
2.
Pertunjukan bersifat spontan
(langsung) tanpa latihan, mengandung makna kebersahajaan, apa adanya dari para pemainnya.
2.
Pertunjukan direncanakan dengan matang dan dilakukan melalui proses latihan.
3.
Pertunjukan lebih mengutamakan isi seni dari pada bentuk seni. Maknanya seni tradisional bukan semata-mata tontotan biasa,
tetapi mengandung nilainilai persembahan bagi para leluhurnya.
3.
Bentuk Pertunjukan lebih beragaman tergantung stile senimannya; apakah mengutamakan isi seni, atau mengutamakan bentuk seni atau menghadirkan keduanya.
4.
Tempat pertunjukan berbentuk lingkaran, arena terbuka, dan bersifat terbuka bermakna menjunjung nilai-nilai persuadaraan, keakraban dan keterbukaan.
4.
Tempat pertunjukan bersifat khusus yakni di panggung, gedung dst. dengan keragaman bentuk stage.
5.
Peralatan pentasnya; rias, busana, asesoris, alat musik, alat penerangan lebih sederhana menyimbolkan kesederhanaan, dan kemasyarakatan.
5.
Peralatan pentasnya lebih modern dan lengkap dengan beberapa unsur artistik penunjangnya.
6.
Waktu pertunjukan dilakukan semalam suntuk, mengandung makna bahwa pertunjukan sama halnya dengan siklus kehidupan yang terikat dengan putaran waktu, awal – tengah dan akhir,
6.
Waktu pertunjukan lebih pendek dan terbatas 2 sampai 3 jam.
7.
Peristiwa pertunjukan dibangun tanpa jarak dengan penontonnya, maknanya adalah keakraban antara pemain dan penonton.
7.
Peristiwa pertunjukan dapat dilakukan dengan kecenderungan adanya jarak estetis dan atau lebur menjadi satu(tanpa jarak) dengan penontonnya.
8.
Penonton bersifat bebas tanpa harus membayar, maknanya bahwa kesenian milik masyarakat bukan milik perorang atau kelompok.
8.
Penonton bersifat khusus dan membayar.
9.
Menggunakan bahasa daerah setempat, maknanya sebagai alat komunikasi pemersatu rasa kedaerahan dan menjunjung rasa banggaan atas kepemilikan bahasa yang diturunkan secara
turun temurun.
9.
Menggunakan unsur bahasa lebih bebas; bahasa daerah, bahasa Indonesia, bahasa asing dan campuran
10.
Fungsi pertunjukannya terkait upacara pada kegiatan masyarakat secara adat, bermakna kebersamaan dalam kemasyarakatan dan memelihara budaya adat.
10.
Fungsi pertunjukannya mengarah pada seni tontonan hiburan.

            Berdasarkan tabel dia atas, melalui ciri-ciri pokok seni dan hubungan seni yang mendasari pertunjukannya dapat disimpulkan bahwa teater tradisional dan non tradisional keberadaan seninya tumbuh dan berkembang di tengah-tengah masyarakat pendukungnya dapat di simpulkan sebagai berikut.
·         Teater tradisional, Teater Rakyat (teater daerah) kehadiran seninya dapat dimaknai sebagai simbol adat atau budaya masyarakat dengan Sang Pencipta, selaku pemilik dan pemberi kehidupan.
·         Teater tradisional, Teater Rakyat dalam penyimbolan seninya lebih mengedepankan nilai isi, makna, pesan moral. Simbol seninya bermakna kesederhanaaan, keakraban, bersahaja, dan menjunjung nilai-nilai kebersamaan.
·         Teater tradisional, Teater Keraton (teaterKlasik) kehadiran seninya merupakan hasil para empu (ahli) dapat dimaknai sebagai simbol kebesaran raja-raja, keraton.
·         Teater non tradisional dapat dimaknai melalui simbol yang dihadirkan melalui unsur-unsurnya lebih mementingkan nilai bentuk, nilai keindahan bersifat estetis.

            Simbol-simbol pada seni tradisi dan non tradisi dapat pula dikenali melalui penggunaan warna pada busana para pemeran. Kehadiran warna: apakah warna hitam, putih atau kuning, motif baju dan kain samping memakai payet atau manik-manik oleh para pemainnya. Cara memahami simbol seni, khususnya simbol warna pada pertunjukan teater adalah warna yang dengan warna natural bersifat alami, bukan hasil campuran warna (hitam, putih, kuning dan merah) menandatakan atau menyimbolkan bahwa kesenian tersebut masih bersifat tradisional, unik dan khas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar kalian sangat berharga bagi saya

Survey Monkey

Survey Monkey/Monkey Kuesioner adalah sejumlah pertanyaan umpan balik untuk membantu mengumpulkan informasi & data pelanggan dari surv...