animasi-bergerak-selamat-datang-0276

Sabtu, 04 April 2020

Sifat Rasul-Rasul Allah SWT


KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT dengan berkat, rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyusun makalah ini yang membahas tentang“Sifat Rasul-Rasul Allah SWT”.
Sholawat serta salam semoga senantiasa dihaturkan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW, para sahabat dan para pengikutnya sampai di hari kiamat.
Tentunya dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangan. Oleh karena itu sangat diharapkan kritik dan saran dari pembaca yang bersifat membangun dari forum diskusi ini.
Semoga dengan adanya kritik dan saran tersebut dapat bermanfaat dan menjadi pedoman bagi penulis dalam penyusunan makalah ini pada khususnya dan para pembaca pada umumnya, segala kelebihan hanya milik Allah dan segala kekurangan milik hambanya.



                                                                                                Taba Penanjung, 19 Januari 2019


  Penulis












BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang Masalah
Al Quran merupakan pedoman hidup manusia, namun di era modernisasi ini banyak terjadi penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan manusia dalam berperilaku tidak sesuai Al-Quran. Padahal manusia ditunjuk dan diciptakan Allah SWT sebagai khalifah di muka bumi. Seharusnya manusia sebagai khalifah tidak melakukan penyimpangan sehingga dapat menimbulkan kerusakan seperti perkelahian, kecurangan, merusak alam, dan lain-lain. Perilaku ini sangat bertolak belakang dengan sifat-sifat Nabi dan Rasul yang seharusnya menjadi teladan untuk  manusia khusunya umat Islam. Oleh karena itu pengenalan terhadap Nabi dan Rasul sangat menentukan tingkat pemahaman, penghayatan dan pengamalan seseorang terhadap keislaman mereka, karena dari sinilah terbentuklah kepribadian muslim. 
Mengenal Rasul menjadi sebuah keperluan bagi umat Islam masa kini karena mereka tidak hidup bersama dengan Nabi. Mereka harus beriman kepada Nabi dan Rasul dengan keimanan yang sebenar-benarnya. Sebagaimana Ibnu Qoyyim menerangkan bahwa kebutuhan manusia yang utama adalah mengenal para Nabi dan Rasul serta ajaran yang dibawanya, percaya akan berita dan yang disampaikannya serta taat pada yang diperintahkannya, sebab tidak ada jalan menuju kebahagiaan dan keberhasilan di dunia dan akhirat kecuali dengan tuntunan para Nabi dan Rasul. Tidak ada pula petunjuk untuk mengetahui yang baik dan buruk maupun keutamaan yang lain kecuali mengikuti Nabi dan Rasul untuk mendapatkan ridha Allah. Jika kita mengikuti ajaran para Nabi dan Rasul berarti sudah tentu taat dan patuh dalam menjalankan perintah Allah SWT.
           
B.  Perumusan Masalah
            Beberapa hal yang akan kami rumuskan dalam makalah ini yaitu :
1.      Siapa Nabi dan Rasul?
2.       Apa saja sifat-sifat Nabi dan Rasul?
3.       Bagaimana implementasi dari sifat Nabi dan Rasul?


C.  Tujuan Penulisan Makalah
            Tujuan dari penulisan makalah ini yaitu :
1.       Mengetahui dan memahami tentang Nabi dan Rasul Allah SWT
2.       Mengetahui sifat-sifat Nabi dan Rasul Allah SWT
3.       Mengimplementasikan sifat-sifat Nabi dan Rasul Allah SWT dalam kehidupan sehari-hari

  























BAB II
PEMBAHASAN

2.1    Pengertian Nabi dan  Rasul
            Perkataan Nabi berasal dari kata Naba yang berarti pemberitahuan yang besar faedahnya. Nabi dalam istilah ini ialah manusia yang dipilih Allah untuk mendapatkan wahyuNya. Nabi dalam pengertian ini sama dengan pengertian Nabi adalah seorang laki-laki yang mendapatkan wahyu dari Allah SWT namun tidak wajib disebarkan kepada orang lain. Sedangkan Rasul berasal dari kata risala yang berarti penyampaian. Rasul adalah seorang laki-laki yang mendapatkan wahyu dari Allah SWT dan memiliki kewajiban untuk menyebarluaskan wahyu tersebut.
            Di dalam Al-Quran jumlah Nabi dan Rasul adalah 25, namun di dalam hadits jumlah Nabi sebanyak 124.000 dan jumlah Rasul sebanyak 312 orang. Hal ini sesuai dengan Hadits Riwayat Tirmidzi yang artinya, “Dari Abi Dzar Al-Ghifari r.a bahwa Rasulullah SAW bersabda ketika ditanya tentang jumlah para Nabi, “(Jumlah para Nabi itu) adalah seratus dua puluh empat ribu (124.000) Nabi” Para sahabat bertanya lagi, “Lalu berapa jumlah Rasul di antara mereka?” Beliau menjawab, “Tiga ratus dua belas(312) orang”
Jumlah ini memang jumlah keseluruhan yang tidak wajib diketahui, karena yang wajib diketahui dan diimani adalah 25 Nabi dan Rasul. Keterangan hadits ini juga tidak bisa menggantikan ayat Al-Quran yang menyatakan Nabi Muhammad SAW adalah penutup para Nabi. Artinya sekalipun Nabi itu berjumlah 124.000, bukan berarti setelah Nabi Muhammad SAW bisa jadi akan muncul Nabi baru.
Berikut adalah 25 nama-nama Nabi dan Rasul yang wajib kita imani dan ketahui :
01.Nabi Adam a.s.                              02.Nabi Idris a.s.                                                  
03.Nabi Nuh a.s.                                 04.Nabi Hud a.s.
05.Nabi Shaleh a.s.                             06.Nabi Ibrahim a.s.
07.Nabi Luth a.s.                                08.Nabi Ismail a.s.
09.Nabi Ishaq a.s.                               10.Nabi Ya’akub a.s.
11.Nabi Yusuf a.s.                                          12.Nabi Ayub a.s.
13.Nabi Syu’aib a.s.                           14.Nabi Musa a.s.
15.Nabi Harun a.s.                             16.Nabi Zulkifli a.s.
17.Nabi Daud a.s.                                           18.Nabi Sulaiman a.s.
19.Nabi Ilyas a.s.                                            20.Nabi Ilyasa’ a.s.
21.Nabi Yunus a.s.                             22.Nabi Zakaria a.s.
23.Nabi Yahya a.s                              24.Nabi Isa a.s.
25.Nabi Muhammad s.a.w

Sebenarnya ramai lagi Nabi-nabi lainnya yang namanya tidak dicantumkan di dalam Al-Quran. Dalam hal ini Allah hanya memberikan syariat yang ditunjukan kepada Nabi Muhammad menerusi firman Allah:
وَرُسُلًا قَدْ قَصَصْنَٰهُمْ عَلَيْكَ مِن قَبْلُ وَرُسُلًا لَّمْ نَقْصُصْهُمْ عَلَيْكَ ۚ وَكَلَّمَ ٱللَّهُ مُوسَىٰ تَكْلِيمًا

“Dan Kami telah mengutus Rasul -Rasul yang sungguh telah Kami kisahkan tentang mereka kepadamu, dan Rasul-Rasul yang tidak Kami kisahkan tentang mereka kepadamu.” (An- Nisa’:164)

2.2 Sifat-sifat Para Nabi dan Rasul

2.2.1 Sifat Wajib Nabi dan Rasulullah
Setiap para Nabi atau Rasul memiliki sifat wajib, sifat wajib bagi Rasul artinya sifat yang seharusnya dimiliki  oleh para Nabi dan Rasul. Berikut 4 sifat wajib bagi Nabi dan Rasul.
  1. Siddiq artinya benar dalam segala ucapan dan tingkah lakunya. Sifat Rasul ini berarti menerjemahkan, bahwa Rasul tidak pernah berbohong. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an :
وَوَهَبْنَالهُمْ مِنْ رَّحْمَتِنَا وَجَعَلْنَالَهُمْ لِسَانَ صِدْقٍ عَلِيًّا (مريم ۵۰)
Artinya : Dan kami anugerahkan kepada mereka sebagian dari rahmat kami dan kami jadikan mereka buah tutur yang baik dan mulia ( QS. Maryam : 50 )
  1. Amanah artinya dapat dipercaya. Rasul adalah utusan Allah yang diberikan amanah untuk menuntun umatnya ke jalan yang benar. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an :
لَ لَهُمْ اَخُوْهُمْ نُوْحٌ اَلاَ تَتّّقُوْنَ اِنّىِ لَكُمْ رَسُوْلٌ اَمِيْنٌ
( الشعراء ۱۰۶-۱۰۷ )
Artinya : Ketika saudara mereka ( Nuh ) berkata kepada mereka : “mengapa kamu tidak bertaqwa? Seseungguhnya aku ini seorang rasul kepercayaan ( yang diutus ) kepadamu
( QS. Asy-syu’aro : 106 – 107 )
3.      Tabligh artinya menyampaikan. Pada diri seorang Rasul memiliki sifat ini, yaitu menyampaikan semua yang di wahyukan Allah SWT kepada umatnya. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an :
يَااَيُّهَا الرَّسُوْلُ بَلِّغْ مَا اُنْزِلَ اِلَيْكَ مِنْ رَّبِكَ ( المائدة ۶۷ )
Artinya : Wahai Rasul ! sampaikanlah apa yang diturunkan Tuhanmu kepadamu
( QS. Al-maidah : 67 )
4.      Fatanah artinya adalah pintar atau cerdas. Seorang Rasul memiliki kecerdasan yang bisa digunakan untuk menebarkan agama Allah. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an :
وَتِلْكَ حُجَّتُنَا اَتَيْنَاهَا اِبْرَاهِيْمَ عَلَى قَوْمِهِ ( الانعام ۸۳ )
Artinya : Dan itulah keterangan kami yang kami berikan kepada Ibrahim untuk menghadapi kaumnya ( QS. Al-An’am : 83 )

2.2.2 Sifat Mustahil Nabi dan Rasul
Sifat mustahil artinya, para Nabi dan Rasul mustahil memiliki sifat tersebut atau tidak memiliki sifat tersebut. Berikut adalah sifat yang mustahil bagi Nabi dan Rasul.
1.                  Kidzib artinya dusta. Semua Rasul adalah manusia-manusia yang dipilih oleh Allah SWT sebagai utusan-Nya. Mereka selalu memperoleh bimbingan dari Allah SWT sehingga terhindar dari sifat-sifat tercela. Setiap Rasul benar ucapannya dan benar pula perbuatannya. Sifat dusta hanya dimiliki oleh manusia yang ingin mementingkan dirinya sendiri, sedangkan Rasul mementingkan umatnya.
2.                  Khianat artinya curang Tidak mungkin seorang Rasul berkhianat atau ingkar janji terhadap tugas-tugas yang diberikan Allah SWT kepadanya. Orang yang khianat terhadap kepercayaan yang telah diberikan kepadanya adalah termasuk orang yang munafik, Rasul tidak mungkin menjadi seorang yang munafik.
3.                  Kitman artinya tidak menyampaikan atau selalu menyembunyikan. Semua ajaran yang disampaikan oleh para Rasul kepada umatnya tidak ada yang pernah disembunyikan. Jangankan yang mudah dikerjakan dan dipahami dengan akal pikiran, yang sulit pun akan disampaikan olehnya seperti peristiwa Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW.
4.                  Baladah artinya bodoh  Seorang Rasul mempunyai tugas yang berat. Rasul tidak mungkin seorang yang bodoh. Jika Rasul bodoh, maka ia tidak akan dapat mengemban amanat dari Allah SWT. Jadi, mustahil Rasul memiliki sifat bodoh.

2.2.3 Sifat Jaiz Nabi dan Rasul
Para Nabi dan Rasul pun memiliki sifat jaiz, artinya para nabi dan rasul memiliki sifat seperti halnya manusia lain ( A’radhul Basyariyah ) seperti makan, minum, tidur dll.
2.3 Implementasi Sifat Nabi dan Rasul
2.3.1 Sifat Yang Harus Diteladani  
            Walaupun bagi manusia biasa juga merupakan keharusan, namun untuk bekal dakwah para Nabi sifat itu menjadi sesuatu yang mutlak wajib ada, dan bahkan merupakan sifat pembawaan pada diri mereka. Maka tidaklah mungkin bagi seorang Nabi-nabi  mana pun juga, dari dirinya timbul sesuatu yang dapat merusak kewibawaan seperti berbohong dan berkhianat, memakan harta manusia dengan jalan yang tidak sah, dan sifat-sifat buruk lainnya
Nabi Muhammad memiliki akhlak dan sifat-sifat yang sangat mulia. Oleh karena itu, hendaklah kita mempelajari sifat-sifat Nabi seperti Shiddiq, Amanah, Tabligh, dan Fathonah. Memang banyak sifat-sifat baik Nabi lainnya seperti sabar, rendah hati, lemah-lembut, dsb. Namun di sini kita fokus pada sifat yang 4 di atas. Mudah-mudahan dengan memahami sifat-sifat itu, selain kita bisa terhindar dari mengikuti orang-orang yang mengaku sebagai Nabi, kita juga bisa meneladani sifat-sifat Nabi dan Rasul sehingga kita juga jadi orang yang mulia.

1.       Shiddiq

Shiddiq artinya benar. Bukan hanya perkataannya yang benar, tapi juga perbuatannya juga benar. Sejalan dengan ucapannya. Beda sekali dengan pemimpin sekarang yang kebanyakan hanya kata-katanya yang manis, namun perbuatannya berbeda dengan ucapannya. Mustahil Nabi itu bersifat pembohong atau kidzib, dusta, dan sebagainya.
Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an yaitu :


وَمَا يَنطِقُ عَنِ ٱلْهَوَىٰٓ

Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al Qur’an) menurut kemauan hawa nafsunya.”
(An-Najm : 3)
إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْىٌۭ يُوحَىٰ
Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan kepadanya” (An Najm : 4)
Implementasi sifat shiddiq dalam kehidupan sehari-hari antara lain :
1.      Seorang pedagang untuk memperoleh keuntungan yang banyak harus tetap mempunyai sifat jujur kerena jika pedagang tersebut tidak jujur ia sama saja membohongi pelanggan-pelanggannya dan ia akan berdosa karena itu.
2.      Ketika kita ditanya oleh seseorang kita harus menjawabnya dengan jujur dan benar karena jika tidak kita akan mendapatkan dosa karena telah berbohong.
3.       Kita harus menjadi orang jujur seperti Rasulullah, beliau terkenal sangat jujur dalam ucapannya bahkan beliau senantiasa berkata dengan sejujur-jujurnya sekalipun pahit dirasa dan mengandung risiko yang tinggi bagi dirinya sekalipun.

2.       Amanah
Amanah artinya benar-benar bisa dipercaya. Jika satu urusan diserahkan kepadanya, niscaya orang percaya bahwa urusan itu akan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Oleh karena itulah Nabi Muhammad SAW dijuluki oleh penduduk Mekkah dengan gelar “Al Amin” yang artinya terpercaya jauh sebelum beliau diangkat jadi Nabi. Apa pun yang beliau ucapkan, penduduk Mekkah mempercayainya karena beliau bukanlah orang yang pembohong.
أُبَلِّغُكُمْ رِسَالَاتِ رَبِّي وَأَنَا لَكُمْ نَاصِحٌ أَمِينٌ
“Aku menyampaikan amanat-amanat Tuhanku kepadamu dan aku hanyalah pemberi nasehat yang terpercaya bagimu.” [Al A’raaf 68]
Mustahil Nabi itu khianat terhadap orang yang memberinya amanah. Seorang Muslim harusnya bersikap amanah seperti Nabi.
Implementasi sifat Amanah dalam kehidupan sehari-hari antara lain :
1.      Ketika kita berjanji kepada teman, orangtua, saudara, bahkan kepada musuh sekalipun kita harus tetap menepati janji itu dan tidak boleh mengingkarinya karena jika kita mengingkari janji tersebut kita sama saja tidak dapat dipercaya oleh orang lain.
2.      Kita harus bisa menjaga amanat yang telah diberikan oleh orang lain kepada kita karena jika kita tidak menjaganya berarti kita tidak dapat dipercaya oleh orang yang memberikan amanat tersebut.
3.      Misalkan, Ahmad diberikan amanat oleh guru untuk memeberitahu teman-temannya yang lain untuk mengerjakan tugas di buku paket. Tetapi Ahmad tidak menyampaikan amanat itu kepada teman-temannya. Berarti Ahmad termasuk orang-orang yang tidak dapat dipercaya (khianat) karena dia tidak menyampaikan amanat dari guru.

3.       Tabligh
Tabligh artinya menyampaikan. Segala firman Allah yang ditujukan kepada manusia yang disampaikan oleh Nabi. Tidak ada yang disembunyikan meski itu menyinggung Nabi.
لِّيَعْلَمَ أَن قَدْ أَبْلَغُوا۟ رِسَٰلَٰتِ رَبِّهِمْ وَأَحَاطَ بِمَا لَدَيْهِمْ وَأَحْصَىٰ كُلَّ شَىْءٍ عَدَدًۢا
“Supaya Dia mengetahui, bahwa sesungguhnya rasul-rasul itu telah menyampaikan risalah-risalah Tuhannya, sedang (sebenarnya) ilmu-Nya meliputi apa yang ada pada mereka, dan Dia menghitung segala sesuatu satu persatu.” [Al Jin 28]

Implementasi dari sifat Tabligh yang dimiliki Nabi dan Rasul antara lain :

1.      Jika kita dititipi amanat oleh orang lain kita harus menyampaikannya kepada yang berhak menerimanya jangan malah diselewengkan atau disalahgunakan karena jika kita malah menyelewengkan atau menyalahgunakan amanat tersebut berarti kita tidak dapat menyampaikan amanat yang telah diberikan kepada kita.
2.      Kita harus mencontoh dan menerapkan slah satu sikap Rasulullah, yaitu tabligh atau menyampaikan. Rasulullah selalu menyampaikan amanat yang ia dapat kepada orang yang berhak menerima amanat tersebut dan tidak satupun amanah atau titipan yang tidak sampai kepada alamatnya.
3.      Misalkan, Andi disuruh ibunya untuk menyampaikan dan memberikan titipan uang kepada ibu pemilik warung. Tetapi Andi tidak memberikan uang tersebut, ia malah menggunakan uang tersebut untuk jajan. Berarti Andi tidak menyampaikan amanat yang diberikan oleh ibunya kepadanya.
4.      Fathonah
Fathonah artinya Cerdas. Mustahil Nabi itu bodoh atau baladah. Nabi mampu mengatur umatnya sehingga dari bangsa Arab yang bodoh dan terpecah-belah serta saling perang antar suku, menjadi satu bangsa yang berbudaya dan berpengetahuan dalam satu negara besar yang dalam 100 tahun melebihi luas Eropa. Negara tersebut membentang dari Spanyol dan Portugis di Barat hingga India Barat. Itu semua membutuhkan kecerdasan yang luar biasa.
Sifat fathanah (perpaduan antara 'alim dan hafidz)  telah mengantarkan Nabi Yusuf a.s. dan tim ekonominya berhasil membangun kembali negeri Mesir. "Berkata Yusuf, Jadikanlah aku bendaharawan negara (Mesir). Sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga lagi berpengetahuan" (QS. Yusuf: 55). Ia lalu diberi jabatan sebagai Menteri Keuangan Mesir. Dengan tim ekonominya, ia kemudian membangun kembali Mesir yang sudah berada di jurang kehancuran karena krisis ekonomi, kembali bangkit menjadi negara yang surplus dan makmur.


Seperti pada ayat berikut ini.

عَلِيمٌ حَفِيظٌ إِنِّى ۖٱلْأَرْضِ خَزَآئِنِ عَلَىٰٱجْعَلْنِى قَالَ
Berkata Yusuf: "Jadikanlah aku bendaharawan negara (Mesir); sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga, lagi berpengetahuan". (Q.S Yusuf : 55)
Implementasi dari sifat Fathanah Nabi dan Rasul antara lain :
1.       Kita harus rajin belajar agar dapat menjadi anak yang cerdas dan pandai.
2.       Kita harus mencontoh perilaku Rasulullah salah satunya adalah menjadi anak yang cerdas dan pintar. Beliau terkenal sebagai seorang yang cerdas dan pandai, serta sangat arif dan bijaksana dalam mengambil keputusan didasari dengan pertimbangan dan pemikiran yang cukup matang.
3.       Misalkan, saat sedang bermusyawarah dalam rapat OSIS, Deni sebagai ketua OSIS sangat arif dan sangat bijaksana dalam mengambil sebuah keputusan, ia memikirkannya dan mempertimbangkannya dengan sangat matang. Dari perilaku diatas, Deni sama saja sudah menerapkan salah satu sikap wajib bagi Rasul yaitu fathanah atau cerdas dan pintar.









BAB III
PENUTUP

3.1         Kesimpulan
Nabi adalah seorang laki-laki yang mendapatkan wahyu dari Allah SWT namun tidak wajib disebarkan kepada orang lain. Sedangkan Rasul berasal dari kata risala yang berarti penyampaian. Rasul adalah seorang laki-laki yang mendapatkan wahyu dari Allah SWT dan memiliki kewajiban untuk menyebarluaskan wahyu tersebut. Nabi dan Rasul memiliki sifat wajib, sifat mustahil, dan sifat jaiz. Sifat wajib adalah sifat yang wajib kita teladani dan di implementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Sementara untuk sifat mustahil adalah sifat yang wajib kita hindari.
3.2 Saran
Demikianlah yang dapat kami sampaikan mengenai materi yang menjadi bahasan dalam makalah ini, tentunya banyak kekurangan dan kelemahan karena terbatasnya pengetahuan kurangnya rujukan atau referensi yang kami peroleh hubungannnya dengan makalah ini. Kami sebagai penyusun makalah, menyadari bahwa makalah ini tidaklah sempurna. Kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun kepada kami demi kesempurnaan makalah ini. Sekian penutup dari kami, semoga makalah ini dapat bermanfaat dan dapat diterima dengan baik oleh pembaca.kami ucapkan terima kasih.







DAFTAR PUSTAKA
Ahmadi, Drs. H. Abu dan Drs. Noor Salimi.2008.MKDU Dasar-dasar Pendidikan Agama Islma Untuk Perguruan Tinggi.Jakarta:Bumi Aksara.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar kalian sangat berharga bagi saya

Survey Monkey

Survey Monkey/Monkey Kuesioner adalah sejumlah pertanyaan umpan balik untuk membantu mengumpulkan informasi & data pelanggan dari surv...