animasi-bergerak-selamat-datang-0276

Sabtu, 19 Mei 2018

Makalah "Maturidiyah Dan Syi’ah"


KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb.
Puji syukur Penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena hanya dengan limpahan rahmat, taufik dan hidayah-Nyalah Penulis dapat menyelesaikan makalah ini. Sholawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat dan pengikut-pengikutnya hingga akhir zaman.
Penyusunan makalah tentang Maturidiyah dan Syi’ah ini dibuat Penulis dalam rangka memenuhi tugas semester satu.
Penulis menyadari banyak kekurangan dalam penyusunan makalah ini. Namun, Penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi Penulis pada khususnya dan pembaca pada umumnya.
Wassalamualaikum Wr. Wb.

Kepahiyang,             ,      November 2016


Penulis

















DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN
1. Latar Belakang.......................................................................................................1
2. Permasalahan.........................................................................................................2
3. Tujuan....................................................................................................................2

BAB II PEMBAHASAN
1. Pengertian Maturidiyah.........................................................................................3
2. Sejarah Lahirnya Syiah..........................................................................................4
3. Pokok-Pokok Ajaran Maturidiyah.........................................................................5
4. Ajaran Syiah..........................................................................................................6
5. Golongan Maturidiyah...........................................................................................8

BAB III  PENUTUP
1.            Kesimpulan......................................................................................................10
2.            Saran................................................................................................................11
3.            Kritik................................................................................................................11

DAFTAR PUSTAKA
















BAB 1
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Apakah maturudiyah? Sengaja pertanyaan ini kami munculkan karena teman-teman mungkin sudah mengerti dengan pertanyaan yang kami ajukan tersebut di atas. Karena kami pandangan aliran Maturidiyah adalah pemecahan islam sehinnga kita harus mengetahui latar belakang timbulnya dan ajarannya.
Latar belakang lahirnya aliran Maturidiyah. Aliran maturidiyah lahir di Samarkand pertengshsn ke-2 dari abad IX M.Pendirinya Adalah Abu Mansur Muhammad ibn Muhammad Ibn Muhammad Al – Maturidi. Ia sebagai Penganut Abuhanifah sehingga teologinya memiliki banyak  persamaan dengan paham – paham yang yang dipegang oleh Abu Hanifah. Ada suatu pendapat yang mengatakan bahwa ada karangan – karangan yangdisusun oleh Al – Maturidi, Yaitu Risalah Fi Al – Aqaid dan Syarh Al – Fiqh Al – Akbar. Menu8rut para ulama' Hanafiah dalam bidang aqidah sama benar dengan pendapat – pendapat imam Abu Hanifah. Sebelum Imam Abu Hanifah menceburkandiri lm bidang Fiqih dan menjadi tokohnya, beliau telah lama berkecimpung dalam bidang Aqidah serta banyak pula mengadakan tukar pendapat dan perdebatan – perdebatan yang dikehendaki pada masa ZamanNya.
Syiah dari segi bahasa berarti pengikut, kelompok, atau golongan. Dari segi termonology berarti satu faham dalam islam yang menyakini bahwa khalifah ke empat dari Khulafahur Rasyidin ( khalifah yang diberi petunjuk ) khalifah Ali bin Abi Thalib ra dan keturunanya adalah imam – imam atau para pimpinan agama dan umat setelah Nabi Muhamad SAW.
Pendapat yang paling menonjol tentang munculnya sejarah Syiah adalah setelah terbunuhnya khalifah ke-tiga Ustman bin Affan ra oleh kaum pemberontak Khawarij dan golongan-golongan umat terbagi menjadi golongan Jumhur (mayoritas), Khawarij ( yang menginginkan agama ekstrim ), dan syiah Ali bin Abi Thalib ra diperkuat setelah ada pertentangan antara Ali bin Abi Thalib ra dan Muawiyah bin Abu Sufyan.
Sedangkan salah satu fatwa kaum Khawarij adalah “laa hukma illa lillaah” (tidak ada hukum selain hukum Allah). Mereka juga adalah orang-orang yang menganggap kafir bagi mukmin yang berdosa besar dan keluar dari jamaah kaum muslimin baik dari segi akidah atau perang untuk memerangi kaum muslimin, golongan ini terbagi kedalam empat golongan:
1.            Al – Muhakimah, mereka memisahkan diri dari pemerintahan Ali bin Abi Thalib dan jamaah kaum muslimin ketika Ali mengangkat para sahabat sebagai pemutus suatu hukum lalu mereka mengatakan tiada hukum kecuali di tentukan oleh Allah SWT.
2.            Al – Hurusiah tempat , perkumpulan Khawarij di Harura, Irak ketika menentang Ali bin Abi Thalib
3.            Ahlun – Narahwan, golongan yang deperangi oleh Ali bin Abi Thalib
4.            An – Nashibab, mereka yang melakukan permusuhan dengan Ali bin Abi Thalib dan keluarganya serta menyatakan kebenciannya

Maka dari itu, dengan melihat latar belakang di atas, penyusun berkeinginan untuk menuliskan makalah ini, di samping itu juga tentunya dalam rangka memenuhi tugas kelompok semester satu.

B.    Permasalahan
Adapun masalah yang ditinjau dan dianalisis adalah antar lain:
1.            Maturidiyah
2.            Ajaran maturidiyah
3.            Golongan Maturidiyah
4.            Apa yang di maksud kaum Syiah ?
5.            Apa latar belakang atau sejarah lahirnya Syiah ?
6.            Apa saja yang menjadi ajaran atau theologi dari kaum Syiah ?

C.    Tujuan
1.     Agar kita dapat mengetahu sejarah munculnya maturidiyah dan ajaranya.
2.     Untuk menjawab pengertian Syiah.
3.     Untuk dapat menjelaskan sejarah dan latar belakang terbentuknya kaum Syiah
4.     Untuk mengetahui ajaran-ajaran dari theologi Syiah





BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Maturidiyah
Berdasarkan buku Pengantar Teologi Islam, aliran Maturidiyah diambil dari nama pendirinya, yaitu Abu Mansur Muhammad bin Muhammad. Di samping itu, dalam buku terjemahan oleh Abd. Rahman Dahlan dan Ahmad Qarib menjelaskan bahwa pendiri aliran maturidiyah yakni Abu Manshur al-Maturidi, kemudian namanya dijadikan sebagai nama aliran ini.
Selain itu, definisi dari aliran Maturidiyah adalah aliran kalam yang dinisbatkan kepada Abu Mansur al-Maturidi yang berpijak kepada penggunaan argumentasi dan dalil aqli kalami Sejalan dengan itu juga, aliran Maturidiyah merupakan aliran teologi dalam Islam yang didirikan oleh Abu Mansur Muhammad al-Maturidiyah dalam kelompok Ahli Sunnah Wal Jamaah yang merupakan ajaran teknologi yang bercorak rasional.
Latar belakang lahirnya Aliran maturidiyah lahir di samarkand, pertengahan kedua dari abad IX M. pendurinya adalah Abu Mansur Muhammad ibn Muhammad ibn Mahmud Almaturidi. Riwayatnya tidak banyak diketahui. Ia sebagai pengikut Abu Hanifa sehingga paham teologinya memiliki banyak persamaan dengan paham-paham yang dipegang Abu Hanifa.
Sistem pemikiran aliran maturidiyah, termasuk golongan teologi ahli sunah. Untuk mengetahui sistem pemikiran Al-maturidi, kita bias meninggalkan pikiran-pikiran asy’ary dan aliran mu’tasilah, sebab ia tidak lepas dari suasana zamannya.
Maturidiyah dan asy’aryah sering terjadi persamaan pendapat karena persamaan lawan yang dihadapinya yaitu mu’tazilah. Namun, perbedaan dan persamaannya masih ada.
Al-Maturidi dalam pemikiran teologinya banyak menggunakan rasio. Hal ini mungkin banyak dipengaruhi oleh Abu Hanifa karena Al-maturidi sebagai pengikat Abu Hanifa. Dan timbulnya aliran ini sebagai reaksi terhadap mu’tazilah.






A.                                        Sejarah Lahirnya Syiah
Syiah adalah golongan yang menyanjung dan memuji Sayyidina Ali secara berlebih – lebihan karena mereka beranggapan bahwa Ali yang lebih berhak menjadi khalifah pengganti Nabi Muhamad SAW berdasarkan wasiatnya, sedangakan khalifah – khalifah seperti Abu Bakar Shiddiq, Umar bin Khatab, dan Ustman bin Affan dianggap sebagai penggasab atau perampas khilafah.
Para penulis sejarah islam berbeda pendapat mengenai awal mula lahirnya Syiah, sebagian menganggap Syiah langsung muncul setelah wafatnya Nabi Muhamad SAW, yaitu pada saat perebutan kekuasaan antara golongan Muhajirin dan Anshor di balai pertemuan Syakiffah Bani Sa’idah, pada saat itu muncul suara dari Bani Hasyim dan sebagian kecil Muhajirin yang menuntut kekhalifahan bagi Ali bin Abi Thalib. Sebagian yang lain menganggap Syiah lahir pada masa akhir kekhalifahan Ustman bin Affan atau pada masa awal kepemimpinan Ali bin Abi Thalib. Pada masa itu terjadi pemberontakan terhadap khalifah Ustman bin Affan yang berakhir dengan kematian Ustman dan ada tuntutan umat agar Ali bin Abi Thalib bersedia dibai’at sebagai khalifah.
Khalifah Ali dengan pihak pemberontak Muawiyah bin Abu Sufyan di Siffin yang lazim disebut peristiwa at – tahkim atau ar-bitrasi, akibat kegagalan itu sejumlah pasukan Ali memberontak terhadap kepemimpinannya dan keluar dari pasukan Ali, mereka ini disebut golongan Khawarij (orang – orang yang keluar ). sebagian besar orang – orang yang tetap setia kapada khalifah disebut Syi’atu Ali ( pengikut Ali ) Pendirian kalangan Syiah bahwa Ali bin Abi Thalib adalah imam atau khalifahyang seharusnya berkuasa setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW, telah tumbuh sejak Nabi Muhammad SAW masih hidup, dalam arti bahwa Nabi Muhammad SAW sendirilah yang menetapkannya, dengan demikian menurut Syiah inti dari ajaran Syiah itu sendiri telah ada sejak zaman Nabi Muhammad.
Sebagaimana di maklumi bahwa mulai timbulnya fitnah di kalangan umat islam, biang keladinya adalah Abdullah bin Saba, seorang yahudi yang pura – pura
masuk islam. Fitnah tersebut cukup berhasil dengan terpecah belahnya persatuan umat, dan timbulah Syiah sebagai Firqoh pertama.





C.    Pokok-Pokok Ajaran Maturidiyah
1.     Kewajin mengetahui tuhan. Akal semata-mata sanggup mengetahui tuhan. Namun itu tidak sanggup dengan sendirinya hukum-hukum takliti (perintah-perintah Allah SWT) Mengenai sifat-sifat Allah Swt. Mengenai sifat-sifat Allah Swt., aliran Asy’ariyah mengatakan sifat-sifat Allah Swt. itu merupakan sesuatu yang berada di luar Dzat. Mereka juga menetapkan adanya qudrah, iradah,’ ilm, bayah, sama’, basher dan kalam pada Dzat Allah Swt. Kata mereka, semua itu merupakan sesuatu di luar Dzat-Nya. Mu’tazilah mengatakan bahwa tidak ada sesuatu di luar Dzat-Nya. Adapun yang disebutkan dalam Al-Qur’an, seperti: ’Alim (Maha mengetahui), Khabir (Maha mengenal), Hakim (Maha bijaksana), Bashir( Maha melihat), merupakan nama-nama bagi Dzat Allah Swt.Kemudian al-Maturidi menetapkan sifat-sifat itu bagi Allah Swt., tetapi ia mengatakan bahwa sifat-sifat itu bukanlah sesuatu di luar Dzat-Nya, bukan pula sifat-sifat yang berdiri pada Dzat-Nya dan tidak pula terpisah dari Dzat-Nya. Sebagaimana ayat Al quran ini yang Artinya:
”Dan Dia telah menundukkan untukmu apa yang di langit dan apa yang di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir.” (QS. Al-Jaatsiyah, 45: 13)
2.     Kebaikan dan kerburukan dapat diketahui dengan akal
3.     Hikmah dan tujuan perbuatan tuhan. Perbuatan tuhan mengandung kebijaksanaan (hikmah). Baik dalam cipta-ciptaannya maupun perintah dan larang-larangannya, perbuatan manusia bukanlah merupakan paksaan dari Allah, karena itu tidak bias dikatakan wajib, karena kewajiban itu mengandung suatu perlawanan dengan iradahnya.









D.    Ajaran Syiah
1.     Pokok-pokok penyimpangan syiah pada periode pertama diantaranya :
a.     Keyakinan bahwa imam sesudah Rasullah SAW adalah Ali bin Abi Thalib sesuai dengan sabda Nabi SAW karena itu para khalifah dituduh merampok kepemimpinan dari tangan Ali bin Abi Thalib
b.     Keyakinan bahwa imam mereka maksum ( terjaga dari salah dan dosa )
c.     Keyakinan bahwa Ali bin Abi Thalib dan para imam yang telah wafat akan hidup kembali setelah hari kiamat untuk membalas dendam kepada lawan – lawannya yaitu Abu bakar, Umar, Utsman, Aisyah dan lain – lain
d.     Keyakinan bahwa Ali bin Abi Thalib dan para imam mengetahui rahasia ghoib, baik yang lalu maupun yang akan datang, ini berarti sama dengan menuhankan Ali dan imam
e.     Keyakinan tentang ketuhanan Ali bin Abi Thalib yang dideklarasikan oleh para pengikut Abdullah bin Saba. Yang pada akhirnya mereka dihukum bakar oleh Ali bin Abi Thalib karena keyakinan tersebut
f.     Keyakinan mengutamakan Ali bin Abi Thalib atas Abu bakar dan Umar bin Khatab. Padahal Ali sendiri mengambil tindakan hukum cambuk delapan puluh kali terhadap orang yang meyakini kebohongan tersebut
g.     Keyakinan mencaci maki para sahabat atau sebagian sahabat seperti Utsman bin Affan
h.     Pada abad kedua Hijriah perkembangan keyakinan Syiah semakin menjadi-jadi. Sebagai aliran yang mempunyai berbagai perangkat keyakinan baku dan terus berkembang sampai berdirinya dinasti Fathimiyah di mesir dan dinasti Sofawiyyah di Iran , terakhir aliran tersebut terangakat kembali dengan revolusi Khomaeni dan dijadikan sebagai aliran resmi Negara iran sejak 1979

2.     Pokok – pokok ajaran Syiah secara umum diantaranya :
a.     Pada rukun iman, syiah hanya memiliki lima rukun iman tanpa menyebut keimanan kepada para malikat, rasul, qodho dan qhodar. Yaitu tauhid ( keesaan allah ), Al – Adl (keadilan allah), nubuwah (kenabian), imamah (kepemimpinan iman), ma’ad (hari kebangkitan dan pembalasan)


b.     Pada rukun islam:
1.    Syiah tidak mencantumkan syahadat dalam rukun islam, yaitu sholat, zakat , puasa, haji, wilayah ( perwakilan )
2.    Syiah meyakini bahwa Al Qur’an sekarang ini telahdirubah, ditambah atau dikurangi dari yang seharusnya, karena itu mereka meyakini Abu Abdillah ( imam syiah ) berkata “Al Qur’an yang dibawa oleh Jibril kepada Nabi Muhammad SAW adalah tujuh belas ribu ayat dan di sebut mushaf Fatimah
3.    Syiah meyakini bahwa para sahabat sepeninggal nabi SAW mereka murtad kecuali beberapa orang saja seperti Al-Miqdad bin Al-Aswad, Abu Dzar al-Gifari dan Salman al-Fsarisyi
4.    Syiah menggunakan senjata taqiyah yaitu berbohong, dengan cara menampakan sesuatu yang berbeda dengan yang sebenarnya untuk mengelabui
5.    Syiah percaya akan Ar-raj’ah yaitu kembalinya ruh- ruh ke jasadnya masing-masing di dunia ini sebelum kiamat di kala imam ghaib mereka keluar dari persembunyiannya dan menghidupkan Ali dan anak – anaknya untuk balas dendam kepada lawan – lawannya
6.    Syiah percaya kepada Al-Bada yakni tampak bagi Allah dalam hal keimanan Ismail ( yang telah di nobatkan keimanannya oleh ayahnya Jafar As-Sidiq tetapi kemudian meninggal di saat ayahnya masih hidup ) yang tadinya tidak tampak jadi bagi mereka Allah boleh khilaf tetapi imam mereka tetap maksum ( terjaga )
7.    Syiah membolehkan nikah mut’ah yaitu nikah kontrak dengan jangka waktu tertentu, padahal hal itu telah di haramkan oleh Rasullah SAW yang di riwayatkan oleh Ali bin Abi Thalib sendiri









E.    Golongan Maturidiyah
Berdasarkan beberapa referensi yang kami peroleh, aliran Maturidiyah dapat digolongkan menjadi dua bagian yaitu:
1.            Golongan Samarkand. Yang menjadi golongan ini adalah pengikut-pengikut Al-Maturidi sendiri. Golongan ini cenderung ke arah faham Asy’ariyah, sebagaimana pendapatnya tentang sifat-sifat Tuhan. Dalam hal perbuatan manusia, maturidi sependapat dengan Mu’tazilah, bahwa manusialah yang sebenarnya mewujudkan perbuatannya. Al-Maturidi berpendapat bahwa Tuhan memiliki kewajiban-kewajiban tertentu. Diantara pemahamannya yaitu :
a.            Mengenai Perbuatan Allah. Aliran Maturidiyah Samarkad, yang juga memberikan batas pada kekuasaan dan kehendak mutlak tuhan, pendapat bahwa perbuatan Tuhan hanya menyangkut hal-hal yang baik saja. Demikian juga pengiriman rasul dipandang Maturidiyah Samarkand sebagai kewajiban Tuhan
b.            Mengenai Perbuatan Manusia. kehendak dan daya manusia dalam arti kata sebenarnya dan bukan dalam arti kiasan, maksudnya daya untuk berbuat tidak diciptakan sebelumnya, tetapi bersama-sama dengan perbuatannya. Sedangkan Maturidiyah Bukharah memberikan tambahan dalam masalah daya. Manusia tidak mempunyai daya untuk melakukan perbuatan, hanya Tuhanlah yang dapat mencipta, dan manusia hanya dapat melakukan perbuatan yang telah diciptakan Tuhan bagi-Nya
c.             Mengenai Sifat-Sifat Tuhan. mengatakan bahwa sifat bukanlah Tuhan, tetapi tidak lain dari Tuhan. Dalam menghadapi ayat-ayat yang memberi gambaran Tuhan bersifat dengan menghadapi jasmani ini. Al-Maturidi mengatakan bahwa yang dimaksud dengan tangan, muka, mata, dan kaki adalah kekuasaan Tuhan

2.            Golongan Bukhara. Golongan ini dipimpin oleh Abu Al-Yusr Muhammad Al- Bazdawi. Dia merupakan pengikut Maturidi yang penting dan penerus yang baik dalam pemikirannya. Nenek Al-Bazdawi menjadi salah satu murid Maturidi. Jadi yang dimaksud dengan golongan Bukhara adalah pengikut-pengikut Al-Bazdawi dalam aliran Al-Maturidiyah. Walaupun sebagai pengikut aliran Al-Maturidiyah, AL-Bazdawi selalu sefaham dengan Maturidi. Ajaran teologinya banyak dianut oleh umat islam yang bermazhab Hanafi. Dan hingga saat ini pemikiran- pemikiran Al-Maturidiyah masih hidup dan berkembang di kalangan umat Islam. Diantara pemahamannya yaitu :
a.            Mengenai Perbuatan Allah. Maturidiyah Bukhara memiliki pandangan yang sama dengan Asy’ariyah mengenai faham bahwa Tuhan tidak mempunyai kewajiban. Namun, sebagaimana yang dijelaskan oleh Bazdawi, Tuhan pasti menempati janji-Nya, seperti memberi upah kepada orang yang berbuat baik, walaupun Tuhan mungkin saja membatalkan ancaman bagi orang yang berdosa besar. Adapun pandangan Maturidiyah Bukhara tentang pengiriman rasul, sesuai dengan faham mereka tentang kekuasaan dan kehendak mutlak Tuhan, tidaklah bersifat wajib dan hanya bersifat mungkin saja
b.            Mengenai Perbuatan Manusia. Sedangkan golongan Samarkand mengatakan bahwa sifat bukanlah Tuhan, tetapi tidak lain dari Tuhan. Dalam menghadapi ayat-ayat yang memberi gambaran Tuhan bersifat dengan menghadapi jasmani ini. Al-Maturidi mengatakan bahwa yang dimaksud dengan tangan, muka, mata, dan kaki adalah kekuasaan Tuhan
c.             Mengenai Sifat-Sifat Tuhan. Kehendak mutlak Tuhan, menurut Maturidiyah Samarkand, dibatasi oleh keadilan Tuhan. Tuhan adil mengandung arti bahwa segala perbuatannya adalah baik dan tidak mampu untuk berbuat buruk serta tidak mengabaikan kewajiban-kewajiban-Nya terhadap manusia. Adapun Maturidiyah Bukhara berpendapat bahwa Tuhan memiliki kekuasaan mutlak. Tuhan berbuat apa saja yang dikehendaki-Nya dan menentukan segala-galanya. Tidak ada yang menentang atau memaksa Tuhan dan tidak ada larangan bagi Tuhan










BAB IV
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

A.    Kesimpulan
Latar belakang lahirnya Aliran maturidiyah lahir di samarkand, pertengahan kedua dari abad IX M. pendirinya adalah Abu Mansur Muhammad ibn Muhammad ibn Mahmud Almaturidi. Riwayatnya tidak banyak diketahui. Ia sebagai pengikut Abu Hanifa sehingga paham teologinya memiliki banyak persamaan dengan paham-paham yang dipegang Abu Hanifa.
Sistem pemikiran aliran maturidiyah, termasuk golongan teologi ahli sunah. Untuk mengetahui sistem pemikiran Al-maturidi, kita bias meninggalkan pikiran-pikiran asy’ary dan aliran mu’tasilah, sebab ia tidak lepas dari suasana zamannya.
1.            Kewajin mengetahui tuhan. Akal semata-mata sanggup mengetahui tuhan. Namun itu tidak sanggup dengan sendirinya hukum-hukum takliti (perintah-perintah Allah SWT)
2.            Kebaikan dan kerburukan dapat diketahui dengan akal
3.            Hikmah dan tujuan perbuatan tuhan. Perbuatan tuhan mengandung kebijaksanaan (hikmah). Baik dalam cipta-ciptaannya maupun perintah dan larang-larangannya, perbuatan manusia bukanlah merupakan paksaan dari Allah, karena itu tidak bisa dikatakan wajib, karena kewajiban itu mengandung suatu perlawanan dengan iradahnya.

Berdasarkan beberapa referensi yang kami peroleh, aliran Maturidiyah dapat digolongkan menjadi dua bagian yaitu:
1.            Golongan Samarkand. Yang menjadi golongan ini adalah pengikut-pengikut Al-Maturidi sendiri. Golongan ini cenderung ke arah faham Asy’ariyah, sebagaimana pendapatnya tentang sifat-sifat Tuhan. Dalam hal perbuatan manusia, maturidi sependapat dengan Mu’tazilah, bahwa manusialah yang sebenarnya mewujudkan perbuatannya. Al-Maturidi berpendapat bahwa Tuhan memiliki kewajiban-kewajiban tertentu
2.            Golongan Bukhara. Golongan ini dipimpin oleh Abu Al-Yusr Muhammad Al- Bazdawi. Dia merupakan pengikut Maturidi yang penting dan penerus yang baik dalam pemikirannya. Nenek Al-Bazdawi menjadi salah satu murid Maturidi. Jadi yang dimaksud dengan golongan Bukhara adalah pengikut- pengikut Al-Bazdawi dalam aliran Al-Maturidiyah. Walaupun sebagai pengikut aliran Al-Maturidiyah, AL-Bazdawi selalu sefaham dengan Maturidi. Ajaran teologinya banyak dianut oleh umat islam yang bermazhab Hanafi. Dan hingga saat ini pemikiran-pemikiran Al-Maturidiyah masih hidup dan berkembang di kalangan umat Islam.

Syiah adalah salah satu aliran islam yang meyakini bahwa Ali bin Abi Thalib dan keturunanya adalah imam – imam atau para pemimpin agama dan umat setelah nabi Muhamad SAW wafat. Para penulis sejarah islam berbeda pendapat mengenai awal mula lahirnya Syiah, pikiran yang paling menonjol terletak pada persoalan imamah, selain persoalan imamah juga menimbulkan sekte – sekte dalam Syiah itu sendiri, ajaran yang terpenting yang berkaitan dengan khilafah adalah al – ismah, al – mahdi, al – taqiyyah, dan ar – ra’agh. Kini Syiah dengan berbagai alirannya masih tersebar cukup luas di Iran. Syiah merupakan mazhab resmi negara, di samping itu Syiah juga terdapat di Irak, Pakistan, India, dan Yaman.

B.    Saran
1.     Sebaiknya jangan terlalu fanatik terhadap Ali bin Abi Thalib dan tetap berpegang teguhlah kepada tali agama Allah yang kuat agar tidak terpengaruh oleh fitnah – fitnah dan ajaran – ajaran yang sesat
2.     Akibat terlalu fanataik terhadap sesuatu, akhirnya banyak timbul bid’ah-bid’ah dan hadi-hadis palsu yang menyesatkan umat

C.    Kritik
1) Segi positif. Ada juga aliran Syiah yang tidak banyak menyimpang kepada ajaran yang sesat seperti Syiah az-zaidah
2) Segi negative. Syiah menganggap khalifah – khalifah seperti Abu Bakar, Umar bin Khatab, dan Ustman bin Affan sebagai penggasab khalifah. Orang – orang Syiah tidak percaya kepada ilmu dan hadist kecuali di riwayatkan oleh imam – imam golongannya. Mudah terhasut oleh kebohongan Abdullah bin Saba yang memunculkan ajaran Syiah yang sesat





DAFTAR PUSTAKA

Drs, Muhammad sufyan raji Abdullah, lc, mengenal aliran – aliran islam dan ciri – ciri ajarannya,LPPI

Al – jauhani, Al – mausu’ah, Al – muyasaroh. WAMY

Sumber http;// peziarah. Wordpress.com / 2007 / 03 /s 07

Hanafi, Pengantar Teologi Islam (Jakarta: Pustaka Al-Husna Baru Jakarta, 2003)

Harun Nasution, Teoli Islam, Aliran-Aliran Sejarah Analisa Perbandingan (Jakarta: UI-Press, 1986), h. 76

Departemen Agama Republik Indonesia, Op. Cit., h.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar kalian sangat berharga bagi saya

Survey Monkey

Survey Monkey/Monkey Kuesioner adalah sejumlah pertanyaan umpan balik untuk membantu mengumpulkan informasi & data pelanggan dari surv...