animasi-bergerak-selamat-datang-0276

Sabtu, 19 Mei 2018

Pengaruh Pengangguran Dan Tingkat Kemiskinan Terhadap Pembangunan Ekonomi


PENGARUH PENGANGGURAN DAN TINGKAT KEMISKINAN TERHADAP PEMBANGUNAN EKONOMI

BAB I
PENDAHULUAN

A.           Latar Belakang Masalah
Di Indonesia, masalah kesempatan kerja dijamin oleh UUD 1945 Pasal 27 Ayat 2 yang berbunyi tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak. Sehingga pemerintah indonesia bertanggung jawab atas penciptaan kesempatan kerja serta perlindungan terhadap tenaga kerja. Masalah kesempatan kerja merupakan masalah bagi semua negara baik negara berkembang maupun negara maju.
Menurut Sumitro Djojohadikusumo pembangunan ekonomi adalah usaha memperbesar pendapatan perkapita dan menaikkan produktivitas per kapita dengan jalan menambah peralatan modal dan skill.
Dalam melaksanakan pembangunan, antara negara yang satu dengan negara yang lain tidak mungkin sama. Ketidaksamaan tersebut disebabkan oleh perbedaan, antara lain yaitu faktor alam, faktor kualitas sumber daya manusia, dan faktor teknologi. Upaya yang dilakukan pemerintah adalah melalui TAP MPR No. II/MPR/1993 yaitu perlunya peningkatan SDM (sumber daya manusia) dan sumber daya modal yang mulai berkembang.
Untuk mencapai tujuan pembangunan nasional, salah satu cara yang harus ditempuh adalah melaksanakan pembangunan ekonomi. Pembangunan nasional Indonesia bertujuan untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur, yang meratamaterial dan spiritual berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang merdeka, berdaulat, bersatu, dan berkedaulatan rakyat dalamsuasana perikehidupan bangsa yang aman, tenteram, tertib, dan dinamis dalam lingkungan pergaulan dunia yang merdeka, bersahabat, tertib, dan damai.
Tugas pemerintah saat ini adalah memperbaiki pembangunan ekonomi yang sekarang semakin rendah. Lebih-lebih pemerintah dapat memberikan tempat lapangan pekerjaan bagi masyarakat, agar masyarakat dapat memiliki kesempatan kerja yang baik. Pada umunya pemerintah hanya memperhatikan urusan politik, sehingga kurang memperhatikan kondisi ekonomi masyarakat.
Pembangunan ekonomi yang dilaksanakan selalu membawa dampak-dampak, baik positif maupun negatif. Dampak positif pembangunan ekonomi terutama terbukanya lapangan kerja, bertambahnya pendapatan, tersedianya fasilitas umum, dan terjadinya perubahan struktur ekonomi dalam masyarakat yang biasa terpusat pada sektor ekonomi beralih ke industri. Dan dampak negatifnya adalah meningkatkan urbanisasi, terjadinya pencemaran serta kerusakan pada lingkungan hidup akibat limbah pembangunan dan pemakaian zat kimia.
Pengangguran adalah penduduk usia kerja yang belum mendapat lowongan untuk berkerja. Orang semacam ini merugikan negara dan secara khusus memberatkan keluarga karena kebutuhan menjadi beban atau tanggungan keluarga yang sudah berkerja.
Kondisi ekonomi sekarang ini memang sangat memprihatinkan. Apalagi lapangan pekerjaan yang sangat sempit membuat masyarakat di indonesia menjadi seorang pengangguran dan tingkat kemiskinan semakin meningkat. Hal ini membuat pembangunan ekonomi di indonesia semakin menurun.
Dari uraian latar belakang tersebut diatas maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang diberi judul “PENGARUH PENGANGGURAN DAN TINGKAT KEMISKINAN TERHADAP PEMBANGUNAN EKONOMI”.

B.            Perumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang maslah yang telah dikemukakan, maka dapat dirumuskan masalah pokok dalam penelitian sebagai berikut:
1.             Bagaimana pengaruh pengangguran terhadap kondisi ekonomi masyarakat di indonesia?
2.             Bagaimana pengaruh tingkat kemiskinan terhadap kondisi ekonomi masyarakat di indonesia?

C.      Tujuan Penelitian
Sesuai dengan rumusan masalah yang telah penulis kemukakan diatas ada tujuan yang hendak dicapai:
1.             Mengetahui upaya pemerintah dalam mengatasi kondisi ekonomi di indonesiayang semakin rendah.
2.             Mengetahui apa saja pengaruh pengangguran terhadap kondisi ekonomi di indonesia.

C.           Manfaat Penelitian
Berdasarkan tujuan penelitian yang hendak dicapai, maka penelitian ini diharapkan mempunyai manfaat atau kegunaan dalam pendidikan baik secara langsung maupun tidak. Adapun manfaat penelitian ini adalah sebagai berikut:
a)            Manfaat teoritis
Secara teoritis hasil penelitian ini secara umum diharapkan pemerintah dapat mengatasi masalah ekonomi. Serta secara khusus masyarakat dapat meningkatkan usahanya untuk meningkatkan kualitas kerja.
b)            Manfaat praktis
Bagi pemerintah, menciptakan kesempatan kerja dengan berbagai bidang yang berguna bagi masyarakat. Sehingga masyarakat mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan keterampilannya.
Bagi masyarakat, terutama sebagai subjek peneliti agar dapat lebih meningkatkan minat dan usaha dalam berkerja.




BAB I
LANDASAN TEORI

A.           Pengangguran
1.             Pengertian pengangguran
Menurut chris manning dan tadjuddin noer effendi penganggur adl seseorg yg tlh mencapai usia tertentu yg tdk memiliki pekerjaan dan sedang mencari pekerjaan agar memperolreh upah atu keuntungan.
2.             Sebab-sebab pengangguran
Adapun sebab-sebab pengangguran yang timbul antara lain, sebagai berikut:
1)            Tidak adanya lowongan
Pengumuman semacam ini sering dipasang oleh perusahaan yang sudah tidak membutuhkan tenaga kerja.
2)            Tidak memenuhi syarat
Pencari kerja mempunyai tingkat pendidikan, keterampilan, kemampuan, dan sikap yang berbeda jika si pencari kerja tidak memenuhi syarat sebagai pelamar.
3)            Tidak ada kecocokan upah
Pada dasarnya si pekerja sudah tidak ada kecocokan upah yang diterima, jaminan sosial, dan lingkungan yang bersangkutan tidak sesuai dengan harapan.
4)            Informasi yang tidak lengkap
Pengusaha maupun pencari kerja sama-sama mempunyai informasi yang tidak legkap mengenai kondisi pencari kerja dan kondisi perusahaan.
5)            Tidak memiliki kemauan perusahaan
Orang yang tidak mempunyai kemauan kerja tidak akan berusaha untuk menciptakan kerja sehingga ia harus menunggu uluran tangan dari orang lain.


3.             Dampak Pengangguran
Dampak pengangguran ini akan merugikan sosial bagi masyarakat secar keseluruhan, sebagai berikut :
a.             Bagi pemerintah
Semakin besar waktu tenaga kerja dapat dipandang sebagai suatu bentuk pemborosan yaitu pemborosan sumber daya dan kesempatan lowongan yang tidak terisi, memengaruhi penghasilan nasional, dan memengaruhi konsumen.
b.      Bagi perusahaan
Semakin besar waktu tenaga kerja yang tidak dimanfaatkan semakin besar rencana produksi yang tidak direalisir yang merupakan kerugian besar bagi perusahaan.
c.       Pencari kerja
1)      Tingkat kemakmuran yang dinikmati lebih rendah.
2)      Pengangguran menimbulkan dampak negatif sosial, misal kehilangan kepercayaan diri.
3)      Bagi masyarakat umum pengangguran menimbulkan dampak negatif yang buruk.
a)      Naiknya tindak kejahatan yang meresahkan masyarakat.
b)      Rendahnya tingkat kesehatan (kurang gizi).
c)      Kekacauan sosial dan politik seperti demonstrasi dan perebutan kekuasaan.
4)      Pengangguran yang berlangsung terlalu lama menyebabkan penganggur kehilangan keterampilan kerja.
a)      Tingkat kemiskinan
Menurut Djaldjoeni kemiskinan dibedakan orang antara kemiskinan mutlak yaitu dimana pendapatan penduduk ada di bawah minimum dari standar gizi, pemukiman dan kenikmatan. Sedangkan kemiskinan nisbi yaitu dimana ada perbedaan yang menyolok antara taraf hidup penduduk lapisan atas dan yang bawah.
Kemiskinan mutlak pada umumnya merupakan refleksi langsung dari kenyataan pendapatan per kapita rendah dan proporsi sektor ekonomi dalam ekonomi.
       Penggolongan tingkat kemiskinan
Tingkat kemiskinan dapat digolongkan sebagai berikut :
a.             Kemiskinan absolut
Keadaan masyarakat yang taraf hidup dan pendapatannya rendah sekali, sehingga untuk memenuhi kebutuhan pokok saja tidak mencukupi.
b.      Kemiskinan relative
Suatu keadaan yang taraf hidup masyarakatnya diukur berdasarkan perbandingan pendapatan nasional dari berbagai golongan masyarakat.
b.             Kemiskinan structural
Ketidakmampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya karena kesempatan untuk mendapatkan penghasilan dikalahkan oleh golongan masyarakat yang kuat.
c.             Kemiskinan sosial budaya
Ketidakmampuan masyarakat mencapai kemakmuran karena terbelenggu oleh pendapatan yang menghalangi kemajuan.





B.            Kerangka Berfikir
Salah satu wujud utama dan faktor yang menyebabkan rendahnya taraf hidup di negara sedang berkembang adalah pengangguran tenaga kerja yang tidak sesuai dan tidak efisien dibanding negara-negara maju. Keadaan tersebut terwujud dalam dua bentuk. Pertama, dalam bentuk pengangguran semu yang ditunjukan oleh orang-orang pedesaan dan perkotaan yang berkerja kurang dari apa yang dapat mereka kerjakan (harian, mingguan, atau musiman). Pengangguran semu ini juga termasuk mereka yang biasanya bekerja secara penuh tetapi produktivitasnya begitu rendah sehingga dengan pengangguran-pengangguran jam kerja tidak akan mempunyai pengaruh yang berarti terhadap jumlah out put. Bentuk yang kedua adalah pengangguran terbuka yaitu orang-orang yang mampu dan sangat ingin berkerja tetapi tidak ada pekerjaan yang tersedia bagi mereka.
Keadaan ini berarti menuntut bahwa lapangan kerja harus diciptakan dan harus disediakan sesuai dengan perkembangan jumlah tenaga kerja.

C.           Hipotesis
Berdasarkan tinjauan pustaka dan kerangka berpikir di atas, penelitian ini selanjutnya mengajukan hipotesis sebagai berikut :
1.             Pengangguran berpengaruh signifikan terhadap pembangunan ekonomi.
2.             Tingka berpengaruh positif terhadap keberhasilan pembanguan ekonomi.









BAB III
METODE PENELITIAN

Dalam melaksanakan suatu penelitian agar dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai langkah-langkah yang harus ditempuh dalam menghadapi masalah dan bagaimana cara-cara mengatasi masalah, penulis melakukan serangkaian proses penelitian.
Menurut Marjuki (1982;10) langkah penelitian adalah : “ serangkaian proses penelitian dimana peneliti dari awal yaitu menghadapi masalah berupaya untuk memecahkan masalah sampai mengambil keputusan berupa kesimpulan bagaimana hasil penelitian dan memecahkan masalah atau tidak”.
Dalam penelitian ini teknik penelitian yang digunakan penulis bersifat studi komperatif, sedangkan metode yang digunakan adalah metode deskriftif analitis, yaitu metode yang berusaha mengumpulkan data yang sesuai dengan keadaan yang sebenarnya, menyajikan dan menganalisisnya sehingga dapat memberikan perbandingan yang cukup jelas mengenai objek yang diteliti yang kemudian dapat ditarik suatu kesimpulan.

A.           Tempat dan Waktu Penelitian
1.             Tempat Penelitian
Dalam menyelesaikan penelitian ini, peneliti melaksanakan Penelitian di Perusahaan PT. Persero Kartasura. Adapun alasan pilian tempat penelitian tersebut adalah sebagai berikut :
a.             Tersedianya data dan adanya keterbukaan dari Pihak PT. Persero, sehingga memudahkan di dalam pengumpulan data yang diperlukan yang berhubungan dengan masalah yang dihadapi.
b.             Lokasi penelitian yang mudah dijangkau, sehingga memudahkan transportasi dan menghemat waktu, biaya, pikiran maupun tenaga yang harus dikeluarkan.

2.             Waktu Penelitian
Penelitian dilaksanakan di bulan Desember 2012 sampai mei 2013

B.            Perincian perencanaan penelitian
Jadwal kegiatan Tahun 2012-2013
1.      Persiapan penelitian
a.       Proposal
b.      Perijinan
2.      Pelaksanaan penelitian
a.       Menyusun teori
b.      Menyusun instrument
c.       Pengumpulan data
d.      Menarik kesimpulan
3.      Menyusun laporan penelitian
4.      Pelaksanaan ujian
Sumber : Penulis (2013)

C.      Jenis Penelitian
1.      Analisa Horizontal
Adalah analisa dengan mengadakan perbandingan kejadian yang terjadi pada perekonomian untuk beberapa periode / untuk beberapa saat, sehingga akan diketahui perkembangannya. Metode ini disebut pula sebagai metode analisa dinamis.
2.      Analisa Vertikal
Adalah analisa laporan kejadian bila laporan membandingkan hanya satu periode atau suatu saat saja, yaitu dengan membandingkan antara tingkat ekonomi yang satu dengan tingkat ekonomi yang lain dalam laporan perekonomian sehingga hanya akan diketahui keadaan ekonomi / tingkat perekonomian pada saat itu juga.
Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian asosiatif kausal.
Menurut Umar (2003;30) penelitian asosiatif kausal adalah “ penelitian yang bertujuan untuk menganalisis hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya atau bagaimana suatu variabel mempengaruhi variabel lain”. Penelitian kausalitas tidak hanya terbatas pengaruh satu variabel terhadap variabel lainnya (X mempengaruhi Y), tetapi juga dapat terjadi secara berantai (misalnya : X1 mempengaruhi X2, X2 mempengaruhi X3 dan X3 mempengaruhi Y).
3.             Identifikasi Variabel
Dalam penelitian ini ada dua variabel yang akan diteliti, yaitu :
1.             Variabel X sebagai variabel bebas. Variabel X yang merupakan variabel bebas dalam penelitian ini adalah Pengaruh Pengangguran dan Tingkat Kemiskinan pada Pembangunan Ekonomi.
2.             Variabel Y sebagai variabel terikat. Variabel Y yang merupakan variabel terikat dalam penelitian ini adalah Pembangunan Ekonomi.

C.           Populasi dan Sampel
1.             Populasi. Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kuantitas dan karekteristik yang sama dan nilai kuantitatif yang diperoleh dari hasil pengukuran atau observasi dari satu atau berbeda ciri dari unsur-unsur populasi yang terdiri dari benda-benda atau manusia itu sendiri” Sugiono (2002;55). Obyek Penelitian dilakukan pada sebuah perusahaan jasa perseorangan yaitu Pembangunan Ekonomi dimana penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sejauhmana perkembangan ekonomi yang dilakukan oleh pemerintah pada suatu periode tertentu.
2.             Sampel. Menurut Suharyadi dan Purwanto (2004;328) Sampel Acak Terstruktur (Stratifield Random Sampling) adalah penarikan sampel yang dilakukan dengan membagi anggota populasi dalam beberapa subkelompok yang disebut strata, lalu satu sampel diambil/dipilih dari masing-masing stratum. Pengambilan sampel dari tiap-tiap stratum menggunakan teknik proporsional. Oleh karena itu Sampel dalam penelitian ini merupakan perkembangan ekonomi yang dilakukan oleh pemerintah pada suatu periode tertentu.

D.           Jenis dan Sumber Data
Jenis Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif yaitu data yang berbentuk angka. Pengumpulan data yang dilakukan dengan berbagai metode, teknik, dan sumber yang berbeda.
Sumber data, secara umum menggunakan “Data Sekunder, yaitu data yang informasinya diperoleh secara tidak langsung dari laporan perekonomian. Pada penelitian ini data sekunder dapat diperoleh dalam bentuk dokumentasi yaitu data yang diterbitkan oleh pihak melalui data laporan perkembangan ekonomi yang rutin diterbitkan setiap tahunnya juga untuk cara menganalisisnya diperoleh dari bahan-bahan yang tersedia dibuku-buku, dan sumber lainnya yang berhubungan dengan penelitian ini yang akan membantu penulis dalam mengolah dan menginterprestasikan data-data perkembangan ekonomi yang diperoleh. Penulis dalam mengumpulkan data sekunder meliputi teori-teori tentang Analisis Laporan perekonomian yang berhubungan dengan masalah yang dibahas, yaitu tentang Analisis dan Pengaruhnya terhadap Pengangguran dan Tingkat Kemiskinan.

E.            Tehnik Pengumpulan Data
Adapun teknik pengumpulan data serta informasi yang dilakukan oleh penulis dalam penyusunan proposal ini yaitu dengan cara sebagai berikut :
       Penelitian Kepustakaan (Library Research). Yaitu metode penelitian yang dilakukan untuk memperoleh data yang bersifat teoritis dari literature, bahan tulisan lainnya yang ada kaitannya dengan masalah yang diteliti sehingga dapat dijadikan data sekunder. Tujuan dari penelitian kepustakaan ini adalah untuk mendapatkan landasan teori dan berbagai pengertian mengenai masalah yang diteliti.


F.            Tehnik Analisis Data
Teknik analisa yang digunakan analisa ratio yaitu suatu metode analisa untuk mengetahui hubungan dari tingkat ekonomi tertentu dengan perkembangan ekonomi terhadap pembanguan ekonomi.
1.             Analisis Deskriptif Variabel. Secara konseptual, analisis deskriptif merupakan metode untuk menggambarkan data yang dikumpulkan secara sederhana. Penyajiannya dapat berbentuk tabel, atau grafik, termasuk juga perhitungan rata-rata, standar deviasi, dan sebagainya.
2.             Analisis Inferensial. Metode ini menggunakan data sampel sebagai dasar interpensi dan analisis agar didapat kesimpulan yang digunakan untuk mengetahui sesuatu tentang populasi. Pada bagian ini akan dibahas mengenai korelasi, uji hipotesis dari model regresi sederhana. Korelasi : analisis koefisien korelasi adalah suatu metode analisis untuk mengetahui hubungan antar dua variabel, yaitu hubungan yang positif dan kuat antara pengangguran dengan pembangunan ekonomi.
3.             Koefisien Determinan. Analisis koefisien determinan adalah suatu metode analisis untuk mengetahui seberapa besar pengaruh dari tingkat pengangguran terhadap pembangunan ekonomi.
4.             Pengujian Hipotesis. Pengujian ini berguna untuk mengetahui apakah hubungan yang terjadi antara tingkat pengangguran dengan pembangunan ekonomi yang terjadi signifikan atau tidak, dan juga untuk memprediksi besarnya variabel terikat (pembangunan ekonomi) dengan menggunakan data variabel bebas (pengangguran). Maka diadakan uji signifikansi dengan menggunakan uji t, serta analisis regresi. Uji t bertujuan untuk menguji signifikansi konstanta dan setiap variabel yang bebas (independent).
5.             Uji Asumsi Klasik. Dalam pengujian atas asumsi menggunakan uji asumsi regresi. Uji ini bertujuan untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi, variabel yang terikat, variabel bebas atau keduanya mempunyai distribusi normal ataukah tidak. Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan uji asumsi regresi sederhana. Model regresi yang baik adalah distribusi data normal atau mendekati normal. Output yang dihasilkan dengan menggunakan perhitungan ini adalah berupa grafik.

G.           Sistematika Penelitian
Sistematika merupakan isi yang ada didalam penelitian yang akan dilakukan. Adapun sistematika Skipsi ini adalah sebagai berikut :
BAB I PENDAHULUAN
Bab ini berisi tentang latar belakang masalah, pembatasan masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian dan sistematika laporan.
BAB II LANDASAN TEORI
Bab ini merupakan landasan teori yang digunakan dalam penyusunan penelitian yang berkaitan dengan definisi konsep, definisi operasi, indikator, hubungan, hipotesis.
BAB III METODE PENELITIAN
Bab ini berisi tentang jenis penelitian, tempat penelitian, populasi, sumber data, variable penelitian, tehnik pengumpulan data, dan tehnik analisis data.
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Bab ini berisi tentang gambaran umum objek penelitian, penyajian data, analisis data, pengujian hipotesis, dan pembahasan hasil penelitian.
BAB V PENUTUP
Bab ini berisi kesimpulan dan saran.









DAFTAR PUSTAKA

Chris Manning dan Tadjuddin Noer Effendi. Urbanisasi Pengangguran dan Sektor Informal di Kota. 1985. Jakarta : Gramedia.

Djawanto. 1987. Pelajaran Ekonomi Jilid 2. Yogyakarta : BPFE.

Erlina dan Sri Mulyani. 2007. Metodologi Penelitian Bisnis ; Untuk Akuntansi dan Manajemen Edisi Pertama. Medan : USU Press.

Lincolin Arsyad. Ekonomi Pembangunan Edisi 2. 1992. Yogyakarta : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi.

N. Djadjoeni. 1981. Masalah Penduduk Dengan Fakta dan Angka. Bandung : Alumni Kotak Pos 272.

Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Bisnis. Bandung : Alfabeta.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar kalian sangat berharga bagi saya

Survey Monkey

Survey Monkey/Monkey Kuesioner adalah sejumlah pertanyaan umpan balik untuk membantu mengumpulkan informasi & data pelanggan dari surv...