animasi-bergerak-selamat-datang-0276

Selasa, 29 Mei 2018

Pengamatan Observasi Tanaman Jahe, Kunyit, dan Lengkuas


Jahe

Jahe adalah tanaman rimpang yang sangat populer sebagai rempah-rempah dan bahan obat. Jahe sudah tidak asing lagi karena jahe dapat sangat mudah kita temukan di sekitar lingkungan rumah kita, sering juga kita tanam di lingkungan rumah untuk memudahkan kita apabila membutuhkannya.
Jahe memiliki nama lain yaitu Zingiber Officinale. Jahe berasal dari Asia Pasifik yang mula-mulanya penyebaran dari Cina ke India. Jahe ini terkenal dengan aroma dan rasanya yang begitu khas sehingga masyarakat menjadikannya sebagai rempah-rempah dan bumbu masakan. Berdasarkan penelitian para ahli, jahe memiliki 3 jenis yaitu, jahe putih/jahe besar, jahe putih/jahe kecil, dan jahe merah.
Jahe putih/jahe besar juga bisa kita sebut dengan jahe gajah atau jahe badak. Jahe ini setelah penyebaran di temukan di Jawa Barat. Ciri-ciri dari jahe ini yaitu, ruasnya mengembung, besar, gemuk, rasanya tidak terlalu pedas, dan warnanya kuning atau putih.
Jahe putih /jahe kecil juga bisa disebut dengan jahe sunti atau jahe emprit. Jahe ini merupakan jahe yang sering digunakan oleh masyarakat untuk bumbu masak, rempah-rempah, dan obat. Jahe yang paling mudah kita dapatkanseperti di warung, di pasar, dan di kebun.Jahe ini memiliki ciri-ciri yaitu, ruasnya kecil, agak rataatau pipih, sedikit mengembung, rasanya lebih pedas, seratnya tinggi, aromanya cukup tajam, dan warnanya kunig.
Jahe merah merupakan jahe yang sangat jarang ditemukan di lingkungan sekitar kita karena jahe ini jarang digunakan oleh ibu-ibu untuk memasak. Jahe ini memiliki kandungan ginerol  zat antiradang. Jahe ini memilikim ciri-ciri yaitu, rasa paling pedas, rimpangnya paling kecil, warna kulit merah, dan serat lebih besar.
Jahe juga memiliki ciri-ciri umum antara lain, akar serabut, hidup dalam musim tropis, rasanya pedas dan hangat, tanaman herbal, batang pohon semu, daun tunggang, dan bunga berupa malai.
Pemasaran jahe ini sudah meluas seperti ke Negara Jepang, Asia Tenggara, Tiongkok, Timur Tengah dan lain-lain. Jahe ini sudah terkenal dengan rasa yang pedas dan hangat. Masyarakat juga sangat sering menggunakannya sebagai rempah-rempah dan obat.
Pemeliharaan jahe harus di lokasi yang teduh, harus rutin di siram, dan juga jahe sangat tergantungan dengan air. Untuk pemeliharaan jahe tidak terlalu sulit, boleh ditanam di dalam polibeg, wadah yang sudah diberi bolong, dan langsung juga pada tanah boleh.

Jahe juga memiliki kandungan kimia yaitu, minyak atsiri, damar, pati, vitamin A, B, dan C, asam organik, asam malat, dan asam oksalat. Jahe yang sering diperdagangkan seperti jahe kering, jahe segar, jahe bubuk, dan nasetan jahe. Jahe  yang diperdagangkan juga terdiri atas jahe olahan dan jahe segar. Jahe olahan adalah jahe yang sudah diolah oleh masyarakat. Jahe ini harganya lumayan mahal, karena sudah diolah dahulu sebelun didagangkan. Contoh dari jahe olahan adalah jahe kering dan jahe asin. Jahe segar adalah jahe yang tidak diolah dahulu oleh masyarakat. Contoh jahe segar adalah rempah-rempah dan obat tradisional.
Manfaat jahe antara lain, dapat menurunkan tekanan darah, membantu pencernaa, melancarkan tekanan darah, obat mual-mual, masuk angin, menangkal radikal bebas, meredakan rasa sakit, menyembuhkan migrain, oobat kompres, mengobati rematik, obat luka, obat sakit perut, dan mencegah kanker.

























                                                            Kunyit

            Kunyit merupakan salah satu tanaman obat berkhasiat yang juga banyak digunakan sebagai bumbu dapur. Nama ilmiah dari kunyit adalah Curcuma domestica. Tanaman obat ini memiliki warna kuning yang juga banyak dimanfaatkan sebagai pewarna makanan alami. Kunyit termasuk jenis tanaman obat atau rempah yang mudah ditemukan di pasar baik pasar tradisional maupun pasar modern.
Kunyit juga kaya akan khasiat atau manfaat. Salah satu manfaat utama kunyit adalah untuk menguatkan daya ingat seseorang dan juga memperlambat kemungkinan datangnya penyakit “pikun” atau penurunan daya ingat seseorang. Penyakit ini juga umum disebut sebagai Alzhaimer. Alzhaimer memang umum terjadi pada seseorang yang telah memasuki usia tua. Akan tetapi, penyakit ini pun dapat menyerang siapa saja dikarenakan fungsi otaknya mengalami penurunan. Salah satu tanaman obat yang bisa membantu untuk menguatkan daya ingat otak adalah kunyit. Salah satu cara mengonsumsinya adalah dengan mencampurnya sebagai bahan masakan. Cukup sering mengonsumsi makanan yang mengandung kunyit akan membantu menguatkan daya ingat seseorang.
Khasiat kunyit lainnya adalah untuk kesehatan kulit. Ada beberapa masalah kesehatan kulit yang bisa diatasi dengan menggunakan kunyit. Pertama adalah jerawat. Jerawat timbul akibat kotoran dan juga bakteri yang tersumbat di dalam pori-pori kulit dan umumnya terjadi pada seseorang yang memiliki kulit berminyak. Kunyit bisa menjadi salah satu solusi untuk masalah jerawat ini. Kunyit bisa membantu untuk menyembuhkan jerawat serta membuat kulit tetap dalam keadaan bersih. Kedua adalah kulit kering. Kunyit juga bisa membantu melembabkan kulit yang kering, salah satu caranya adalah dengan menggunakan campuran kunyit dengan susu. Ketiga adalah masalah pigmentasi. Pigmentasi bisa disebabkan oleh beberapa hal seperti produksi dari pigmen melanin yang berlebihan dan terlalu sering terpapar sinar matahari. Kunyit dapat membantu mengurangi pigmentasi pada kulit bila digunakan secara teratur dan konsisten.
Lengkuas, laos atau kelawas (Karo) (Alpinia galanga) merupakan jenis tumbuhan umbi-umbian yang bisa hidup di daerah dataran tinggi maupun dataran rendah. Umumnya masyarakat memanfaatkannya sebagai campuran bumbu masak dan pengobatan tradisional. Pemanfaatan lengkuas untuk masakan dengan cara mememarkan rimpang kemudian dicelupkan begitu saja ke dalam campuran masakan, sedangkan untuk pengobatan tradisional yang banyak digunakan adalah lengkuas merah Alpinia purpurata K Schum.



Lengkuas

Lengkuas adalah terna tegak yang tingginya 2 m atau lebih. Batangnya yang muda keluar sebagai tunas dari pangkal batang tua. Seluruh batangnya ditutupi pelepah daun.[2] Batangnya ini bertipe batang semu. Daunnya tunggal, bertangkai pendek, berbentuk daun lanset memanjang, ujungnya runcing, pangkalnya tumpul, dan tepinya rata. Ukurannya daunnya adalah: 25-50 cm × 7-15 cm. Pelepah daunnya berukuran 15-30 cm, beralur, dan berwarna hijau. Perbungaannya majemuk dalam tandan yang bertangkai panjang, tegak, dan berkumpul di ujung tangkai. Jumlah bunga di bagian bawah lebih banyak daripada di atas tangkai, dan berbentuk piramida memanjang. Kelopak bunganya berbentuk lonceng, berwarna putih kehijauan. Mahkota bunganya yang masih kuncup pada bagian ujung warnanya putih, dan bawahnya berwarna hijau. Buahnya termasuk buah buni, bulat, keras, dan hijau sewaktu muda, dan coklat, apabila sudah tua.[1] Umbinya berbau harum, ada yang putih, juga ada yang merah. Menurut ukurannya, ada yang besar juga ada yang kecil. Karenanya, dikenal 3 kultivar yang dibedakan berdasarkan warna dan ukuran rimpangnya.[2] Rimpangnya ini merayap, berdaging, kulitnya mengkilap, beraroma khas, ia berserat kasar, dan pedas jika tua. Untuk mendapatkan rimpang muda yang belum banyak seratnya, panen dilakukan pada saat tanaman berusia 2,5-4 bulan.[1]


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar kalian sangat berharga bagi saya

Survey Monkey

Survey Monkey/Monkey Kuesioner adalah sejumlah pertanyaan umpan balik untuk membantu mengumpulkan informasi & data pelanggan dari surv...