animasi-bergerak-selamat-datang-0276

Sabtu, 19 Mei 2018

Laporan Praktikum Fisika Menentukan Letak Titik Berat Benda Homogen Berbentuk Luasan


LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA
MENENTUKAN LETAK TITIK BERAT
BENDA HOMOGEN BERBENTUK LUASAN


DISUSUN OLEH
ANGGI KUSUMAH
DIO PUTRA ARBE RUTAMA



GURU PEMBIMBING
SUPRIADI, S.Pd



KELAS
XII IPA 1





SMA NEGERI 2 BENGKULU TENGAH


KATA PENGANTAR

            Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan hidayah-Nya, sehingga laporan ini dapat segera diselesaikan. Laporan ini disusun dengan judul “Menentukan Letak Titik Berat Benda Homogen Berbentuk Luasan”.
            Laporan ini disusun untuk melengkapi tugas mata pelajaran fisika. Kegiatan tersebut dapat menumbuhkan sikap dan kepribadian siswa untuk mengetahui pengetahuan-pengetahuan yang didapatkan dari pembelajaran praktikum fisika.
            Tak lupa penyusun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan laporan ini. Penyusun menyadari laporan ini jauh dari kesempurnaan, saran dan kritik dari pembaca sangat diharapkan.
            Semoga laporan ini berguna bagi teman-teman dan segenap pembaca yang turut membaca laporan ini.

Taba Penanjung, 13 Maret 2017



Penyusun


















MENENTUKAN LETAK TITIK BERAT
BENDA HOMOGEN BERBENTUK LUASAN

A.           Tujuan
1.             Menentukan titik berat pada benda
2.             Menetukan koordinat titik berat benda
3.             Menentukan selisih angka ketelitian dalam mengukur benda

B.            Dasar Teori
Pusat Massa dan Titik Berat
            Setiap benda terdiri atas pertikel-partikel yang masing-masing memiliki berat. Resultan dari seluruh berat partikel inilah yang disebut dengan gaya berat benda. Titik tangkap gaya berat benda inilah yang dinamakan titik berat.
            Pusat massa titik berat suatu benda memiliki pengertian yang sama, yaitu suatu titik tempat berpusatnya massa/berat dari benda tersebut. Perbedaannya adalah letak pusat massa suatu benda tidak dipengaruhi oleh medan gravitasi, sehingga letaknya tidak selalu berhimpit dengan letak titik beratnya.
1.             Pusat Massa
Koordinat pusat massa dari benda-benda diskrit, dengan massa masing-masing M1, M2, ……., Mi; yang terletak pada koordinat (x1, y1), (x2,y2), ……., (xi, yi) adalah:
          X = (M1 . xi) / (Mi)
          Y = (Mi . yi) / (Mi)
2.             Titik Berat (x,y)
Koordinat titik berat suatu sistem benda dengan berat masing-masing W1, W2, ……., Wi; yang terletak pada koordinat (x1, y2), (x2,y2), ……., (xi, yi) adalah:
          X = (Wi . xi) / (Wi)
          Y = (Wi . yi) / (Wi)
*            Letak/Posisi Titik Berat
1.            Terletak pada perpotongan diagonal ruang untuk benda homogen berbentuk teratur
2.            Terletak pada perpotongan kedua garis vertical untuk benda sembarang
3.            Bias terletak di dalam atau di luar bendanya tergantung pada homogenitas dan bentuknya



Sifat Sifat:
1.            Jika benda homogen mempunyai sumbu simetri atau bidang simetri, maka titik beratnya terletak pada sumbu simetri atau bidang simetri tersebut
2.            Letak titik berat benda padat bersifat tetap, tidak tergantung pada posisi benda
3.            Kalau suatu benda homogen mempuyai dua bidang simetri (bidang sumbu)
4.            Maka titik beratnya terletak pada garis potong kedua bidang tersebut
5.            Kalau suatu benda mempunyai tiga buah bidang simetri yang tidak melalui satu garis
6.            Maka titik beratnya terletak pada titik potong ketiga simetri tersebut

C.           Alat dan Bahan
1.             Besi 100 gram (sebagai pemberat/pelurus benang ketika mengukur titik berat)
2.             Benang jahit
3.             Paku
4.             Kertas tebal/keras (bekas buku double folio/kardus)
5.             Mistar
6.             Pensil
7.             Pelubang kertas
8.             Gunting/cutter
9.             Neraca
10.        Lem kertas
11.        Kertas millimeter

D.           Cara Kerja
1.             Cara Kerja 1
a.             Disiapkan alat dan bahan.
b.             Dipotong kertas tebal dengan ukuran panjang 16 cm dan lebar 12 cm.
c.             Kemudian dipotong kertas tebal dengan panjang 4 cm dan garis tengahnya 6 cm dari lebar kertas sebelumnya, sehingga membentuk segi tiga.
d.             Lalu, ditimbang kertas tersebut dengan menggunakan neraca guna menentukan M0 (massa awal)
2.             Cara Kerja  2
a.             Dilubangi kertas tersebut  di dua sudut
b.             Ditancap paku ke dinding atau samping meja
c.             Diikat benang jahit pada besi 100 gram sebagai pemberat guna meluruskan benang
d.             Dimasukkan paku yang tertancap tersebut pada satu lubang di sudut kertas
e.             Kemudian, diikat benang pada paku
f.              Lalu, dilihat dan tandai dengan pensil letak titik berat kertas yang lurus dengan benang
g.             Lalu dimasukkan kembali paku satu sudut lubang kertas yang lain
h.             Kemudian dilihat kembali dan tandai letak titik berat kertas yang lurus dengan benang
i.               Dilepas kertas dari paku dan garis lurus menggunakan mistar dan pensil tanda letak titik berat yang telah ditandai sehingga membentuk titik potong, kemudian tandai dengan Z0 (titik potong awal).
3.             Cara Kerja 3
a.             Dipotong kertas yang tidak mengenai potongan segitiga
b.             Diberi tanda kedua potongan tersebut dengan Benda 1 dan Benda 2
c.             Lalu, ditimbang kedua kertas tersebut menggunakan neraca dan dicatat massa masing-masing benda tersebut gunaka mengetahui M1 (massa benda 1) dan M2 (massa benda 2).
d.             Kemudian, dibuat lagi sebuah lubang di sudut kedua benda tersebut gunakan menentukan titik potong Benda 1 dan titik potong Benda 2
e.             Lalu, diukur kembali letak titik berat kedua benda tersebut
f.              Digaris kembali titik potong kedua benda tersebut
g.             Ditandai titik potong kedua benda dengan Z1 (untuk benda 1) dan Z2 (untuk benda 2)
4.             Cara Kerja 4
a.             Disatukan kembali potongan kedua benda tersebut di atas kertas millimeter menggunakan lem kertas
b.             Dibuat garis titik-titik koordinat Z0, Z1, dan Z2

E.            Data Pengamatan
Benda
x
y
gram
Z0
6,5 cm
8,5 cm
M0 = 34,17 gram
Z1
4,5 cm
5,8 cm
M1 = 20,05 gram
Z2
8,5 cm
11,2 cm
M2 = 14,66 gram
F.            Analisis Data dan Pembahasan
Untuk menentukan tepat atau tidak kita mengukur berat dan panjang kertas tersebut, serta untuk mengetahui berapa selisih ketepatan kita mengukurnya dapat kita buktikan dengan rumus:

x0 =                     dan                    y0 =

Kemudian, tinggal masukkan nilai titik koordinat x1, x2, y1, dan y2, serta massa M1, dan M2.
x0 =                                                   y0 =

x0 =                                           y0 =

x0 =                                                      y0 =
                                               
x0 =                                                             y0 =

x0 =                                                         y0 =

 Untuk menentukan selisih ketepatan (SK) kita mengukur, kita tinggal kurangi nilai x0 ukuran (x0U) dikurangi nilai x0 pembuktian (X0P). begitu juga dengan y0 ukuran (Y0U) dikurangi nilai yo pembuktian (Y0P).

SK = x0U - X0P                                                         SK = Y0U - Y0P

SK = 6,5 cm – 6,19 cm                                            SK = 8,5 cm – 8,08cm

SK = 0,31 cm                                                                        SK = 0,42 cm

Jadi, selisih ketepatan (SK) pada pengukurannya adalah (0,31 cm dan 0,42 cm).





G.           Kesimpulan dan Saran
1.             Kesimpulan
a.             Titik berat suatu benda hanya dapat diketahui melalui pencarian koordinat atau dengan percobaan.
b.             Pada bangunan datar yang terbentuk dari beberapa bangun yang digabung selain dapat diselesaikan dengan dengan percobaan, juga dapat diselesaikan melalui perhitungan titik koordinat.
c.             Selisih ketepatan mengukur dapat melalui pengurangan antara hasil pengukuran dengan hasil pembuktian.
d.             Titik potong suatu benda dapat dilakukan dengan menemukan letak titik berat suatu benda.
e.             Perbedaan hasil pengukuran dengan hasil pembuktian dapat dipengaruhi oleh faktor:
1.            Pengukuran yang kurang akurat
2.            Saat pemotongan kertas, sisa potongan kertas berupa kertas kecil-kecil yang terbuang, sehingga mempengaruhi berat kertas.

2.      Saran
a.       Saat melakukan pengukuran sebaiknya dilihat seakurat mungkin, sehingga nilai selisih ketepatannya tidak terlalu besar.
b.      Pada pemotongan kertas jangan sampai ada potongan kertas kecil-kecil terlepas, ini akan berpengaruh pada saat mengukur massa kertas.
c.       ketelitian dan kejelian harus diterapkan pada percobaan ini, karena pada percobaan ini menguji ketelitian kita. Jika sedikit saja ada yang keliru atau salah, maka kemungkinan besar nilai selisih ketepatannya bias lebih besar.

H.           Daftar Pustaka
Nulhakim, Lukman. 2007. Belajar Efektif Fisika (Untuk SMA/MA Kelas XI IPA). Jakarta: PT Intermedia Cipta Nusantara.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar kalian sangat berharga bagi saya

Survey Monkey

Survey Monkey/Monkey Kuesioner adalah sejumlah pertanyaan umpan balik untuk membantu mengumpulkan informasi & data pelanggan dari surv...