animasi-bergerak-selamat-datang-0276

Sabtu, 19 Mei 2018

Mesin 2 Langkah dan Mesin 4 Langkah


MESIN 2 LANGKAH DAN 4 LANGKAH

Berbicara motor memang langkah pernah ada habisnya, lahirnya beragam teknologi pada kendaraan roda dua ini memang kerap membingungkan para konsumen. Namun begitu, perkembangan ini tetap seru untuk dibahas dan bisa menjadi ilmu baru, khususnya bagi para pemotor dan penjualnya.
Teknologi mesin 2-langkah dan 4-langkah merupakan proses penggerak piston pada mesin motor. Mesin 2-langkah menggunakan cara yang lebih sederhana yakni hanya perlu dua langkah untuk menggerakkan piston yang menjadi jantung sebuah motor, sedangkan mesin 4-langkah harus melewati empat tahapan.
Teknologi mesin 2-langkah ditemukan pada tahun 1859 oleh ilmuwan Prancis, Etiene Lenoir, seperti dituliskan Thebiography.us dan blogger Randaka .
Sedangkan sejarah motor 2-langkah di Indonesia dimulai sejak masuknya Vespa pada era 1960-an, disusul motor-motor produksi Jepang, termasuk Suzuki A-100 pada era 1970-an.
Munculnya RX-King yang diproduksi oleh Yamaha di era 80-an membuat mesin 2-langkah semakin populer dan mendominasi pasar Indonesia.
Sebagai catatan, selain Yamaha RX-King, ada beberapa motor 2-langkah yang juga dikenal para pemotor di Indonesia, sebut saja Honda NSR 150, Suzuki RGR 150, dan beberapa lini lain dari Yamaha semisal RXZ, Touch, hingga sang bebek legendaris Force 1 (F1ZR).
Sejarah mesin 4-langkah juga langkah kalah menarik untuk disimak. Konsep mesin ini ditemukan oleh penemu asal Jerman Nikolaus August Otto pada tahun 1862, yang mengaku terinspirasi oleh mesin ciptaan Lenoir. Otto kemudian mengembangkan mesin itu dan mendirikan Engine Manufacturing Company N.A & Otto (sekarang menjadi DEUTZ AG) di Koln, Jerman.

Kini motor 4-langkah lebih populer dibandingkan mesin 2-langkah. Rendahnya emisi asap serta suaranya yang halus membuat mesin 4-langkah menjadi pilihan banyak produsen otomotif untuk lebih dikembangkan. Bahkan kini kita sudah masuk pada era mesin 4-langkah dengan teknologi injeksi .

Cara kerja mesin 2-langkah
Secara umum, saat mesin motor bekerja, baik 2-langkah maupun 4-langkah, terjadi empat proses yaitu hisap ( inlangkahe) , kompresi (compression ), ledak ( power), dan buang (exhaust ) dalam satu siklus pembakaran.
Pada mesin 2-langkah, keempat proses tersebut bisa terjadi dalam satu putaran (360 derajat) poros engkol/kruk as (crankshaft ). Dalam satu putaran tersebut piston bergerak dua kali, ke atas dan kemudian ke bawah.
Saat piston bergerak ke atas (disebut Langkah 1), terjadi proses hisap dan ledak, dan kemudian pada Langkah 2, saat piston bergerak ke bawah, terjadi proses kompresi dan
pembuangan.
Mesin 2-langkah cenderung lebih kecil dan ringan dibandingkan mesin 4-langkah, sehingga rasio berat terhadap tenaganya (power to weight ratio) lebih baik dibandingkan mesin 4-langkah. Oleh karena itu, seperti dijabarkan dalam situs Fast n Low , akselerasi motor dengan mesin 2-langkah menjadi lebih responsif.
Selanjutnya jika kita lihat atau kita tinjau dari jenis bahan bakar yang digunakan serta konstruksi silindernya, seperti dikutip dari Modifikasi.co.id :
Untuk penggunaan bahan bakar biasanya selalu melibatkan campuran bensin dan oli, baik secara langsung ataupun terpisah.
Motor 2-langkah umumnya tidak memiliki katup, sebagai penggantinya maka motor 2-langkah ini menggunakan reed valve (katup harmonika) untuk mengatur masuknya gas ke dalam ruangan silinder.
Setiap piston hanya mempunyai 2 buah cincin (ring ) yaitu compression ring I dan compression ring II .
Setiap silinder memiliki dua macam kompresi yaitu kompresi silinder (primer) dan carter (sekunder)

Kelebihan
*            Proses pembakaran terjadi setiap satu putaran poros engkol pada piston, sehingga putaran poros engkol lebih halus dan rata.
*            Motor 2-langkah umumnya tidak memerlukan atau tidak memiliki klep. Selain itu komponen suku cadang yang relatif lebih murah.
*            Momen putaran pada mesin lebih kecil sehingga menghasilkan gerakan yang halus namun dengan tenaga yang lebih besar.
*            Jika dibandingkan dengan motor 4-langkah, motor 2-langkah biasanya memiliki tenaga yang lebih besar walau kapasitas mesinnya sama.

Kekurangan
*            Jarak putaran mesin saat kita mengoper gigi 1 ke gigi 2 biasanya lebih pendek, sehingga membuat tekanan gas buang pada knalpot lebih tinggi.
*            Karena pada bagian silinder terdapat lubang-lubang sehingga timbul gesekan antara cincin piston dan lubang yang mengakibatkan cincin piston akan lebih cepat aus, karena teknologi mesin 2-langkah langkah mengenal diasil (lapisan piston anti gesek).
*            Karena lubang buang terdapat pada bagian silinder maka mesin lebih panas.
*            Tenaga pada putaran rendah sulit diperoleh.
*            Motor 2-langkah selalu menggunakan oli pelumas (oli samping) dan juga besin campuran untuk bahan bakar yang digunakan sehingga emisi gas buang yang dihasilkan sangat tinggi.







Cara Kerja Mesin 4-Langkah
Sementara itu pada mesin 4-langkah, satu siklus pembakaran terjadi dalam dua putaran (720 derajat) poros engkol. Akibatnya mesin jenis ini kurang responsif namun pembakaran bahan bakar yang terjadi akan lebih efisien.
Jenis mesin ini dipandang lebih ramah lingkungan karena hanya memproses pembakaran bensin saja, tidak ada oli samping yang ikut dibakar. Mesin ini mengeluarkan tenaga relatif lebih rendah pada setiap putaran mesin dibandingkan 2-langkah.
Pada mesin 4-langkah digunakan klep yang digerakan oleh noken as, yang tidak dipakai oleh mesin 2-langkah, sehingga semua siklus pembakaran dilakukan lebih sempurna. Oli mesin 4-langkah hanya digunakan untuk melumasi keseluruhan mesin dan transmisi. Fastnlow memaparkan.

Kelebihan
*            Pada Motor 4-langkah proses pemasukan, kompresi, kerja, dan proses pembuangan biasanya selalu berdiri sendiri sehingga kinerja mesin motor akan lebih lebih presisi, efisien, dan stabil.
*            Karena tekanan lebih kecil dibanding mesin 2-langkah, maka pemakaian bahan bakar jadi lebih hemat.
*            Tenaga pada putaran rendah lebih baik serta panas mesin lebih dapat didinginkan oleh sirkulasi oli yang terpisah.
*            Putaran mesin lebih panjang pada rasio pengoperan gigi, sehingga efisiensi tenaga (power) terasa lebih efektif dan optimal.
*            Untuk bagian mesin, umumnya suhu mesin 4-langkah lebih dingin ketimbang mesin 2-langkah.

Kekurangan
*            Pada bagian konstruksi mesin, khususnya pada bagian komponen dan mekanisme gerak katup lebih kompleks, yang mengakibatkan agak sedikit sulit dalam perawatannya.
*            Suara mesin lebih gaduh/bising.
*            Kinerja mesin terjadi dengan dua putaran poros engkol, sehingga keseimbangan putar tidak stabil. Perlu jumlah silinder lebih dari satu dan sebagai peredam getaran.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, pada mesin 4-langkah pembakaran berlangsung lebih sempurna sehingga emisi gas buang yang dihasilkan pun lebih rendah. Oleh karena itu manufaktur kendaraan di dunia lebih memilih mengembangkan dan memasarkan motor dengan jenis mesin ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar kalian sangat berharga bagi saya

Survey Monkey

Survey Monkey/Monkey Kuesioner adalah sejumlah pertanyaan umpan balik untuk membantu mengumpulkan informasi & data pelanggan dari surv...