animasi-bergerak-selamat-datang-0276

Selasa, 29 Mei 2018

Meiosis


A.           Pengertian
1.             Disebut juga pembelahan reduksi, yaitu pembelahan sel induk diploid (2n) yang menghasilkan 4 sel anakan haploid (n).
2.             Masing-masing sel anakan mengandung separuh sel induk.
3.             Pembelahan ini terjadi pada proses pembentukan sel gamet (sel kelamin) pada organ reproduktif.
4.             Meiosis menghasilkan gamet yang secara genetik tidak identik (hanya setengah mirip dengan induknya).

B.            Meiosis terbagi menjadi dua tahap, yaitu meiosis I dan meiosis II.
1.             Meiosis I
Description: meio.jpg
Tahap meiosis I terdiri dari interfase, profase I, metafase I, anafase I, telofase I, dan sitokinesis I.
a.             Interfase
Pada interfase, sel berada pada tahap persiapan untuk mengadakan pembelahan. Persiapannya adalah berupa penggandaan DNA dari satu salinan menjadi dua salinan (sama seperti pada interfase mitosis). Tahap akhir interfase adalah adanya dua salinan DNA yang telah siap dikemas menjadi kromosom.
b.             Profase I
Profase I terdiri dari lima tahap, yaitu leptoten, zigoten, pakiten, diploten, dan diakinesis.
1.             Tahap Leptoten
Kromatin berubah menjadi kromosom yang mengalami kondensasi dan terlihat sebagai benang tunggal yang panjang

Description: prop1.jpg
2.             Tahap Zigoten
Sentrosom membelah menjadi dua, kemudian bergerak menuju kutub yang berlawanan. Kromosom homolog yang berasal dari gamet induk termasuk bagian kromomer saling berpasangan atau disebut sinapsis.
3.             Tahap Pakiten
Tiap kromosom melakukan penggandaan atau replikasi menjadi dua kromatid dengan sentromer yang masih belum membelah. Tiap kromosom yang  berpasangan mengandung empat kromatid disebut tetrad atau bivalen.
Description: prop2.jpg
4.             Tahap Diploten
Kromosom homolog saling menjauh dan  terjadi perlekatan berbentuk X pada suatu tempat tertentu di kromosom yang disebut kiasma. Kiasma merupakan tempat terjadinya peristiwa pindah silang (crossing over) pada kromosom. Karena adanya peristiwa tersebut sel gamet yang terbentuk sama sekali tidak identik dengan susunan kromosom sel induknya.
5.             Tahap Diakinesis
Terbentuk benang-benang spindel dari pergerakan dua sentriol (hasil pembelahan) ke arah kutub yang berlawanan. Diakinesis diakhiri dengan menghilangnya nukleolus dan membran nukleus serta tetrad mulai bergerak ke bidang ekuator.
c.              Metafase I
Description: meta.gif
1.             Tetrad kromosom berada pada bidang ekuator.
2.             Benang-benang spindel (mikrotubul) melekatkan diri pada tiap sentromer kromosom. Ujung benang spindel yang lainnya membentang melekat di kedua kurub pembelahan yang berlawanan.



d.             Anafase I
Description: ana.gif
Tiap kromosom homolog (yang berisi dua kromatid kembarannya) masing-masing mulai ditarik oleh benang spindel nenuju ke kutub pembelahan yang berlawanan arah. Tujuan anafase I adalah membagi isi kromosom diploid menjadi haploid.
e.              Telofase I
Description: telo 1.gif
Tiap kromosom homolog kini telah mencapai kutub pembelahan.
f.              Sitokinesis I
Description: cyto.gif
Pada sitokinesis I tiap kromosom homolog dipisahkan oleh sekat sehingga sitokinesis menghasilkan dua sel, masing-masing berisi kromosom dengan kromatid kembarnya.

Interkinesis = tidak terjadi replikasi DNA



g.             Meiosis II
Description: meiosis 2.jpg
h.             Profase II
1.             Benang Kromatin menebal dan memendek membentuk kromosom
2.             Tidak terjadi penggandaan kromosom sehingga jumlah sel kromosom tetap.
i.               Metafase II
1.             Kromosom mengumpul di ekuator dan setengah kromosom mengarah kutub masing-masing
2.             Sentromer terbagi dua, masing-masing mengarah ke kutub, sebagai tempat melekatnya kromosom pada benang-benang spindel seperti pada mitosis.
j.               Anafase II
Kromosom bergerak menuju kutub masing-masing.
k.             Telofase II
1.             Setelah kromosom sampai ke kutub masing-masing, terbentuklah membran inti.
2.             Tiap-tiap inti mengandung (n) kromosom. Kemudian diikuti sitokinesis, sehingga seluruhnya terbentuk empat sel haploid.
l.               Sitokinesis II
Tiap inti mulai dipisahkan oleh sekat sel dan akhirnya menghasilkan empat sel kembar haploid.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar kalian sangat berharga bagi saya

Survey Monkey

Survey Monkey/Monkey Kuesioner adalah sejumlah pertanyaan umpan balik untuk membantu mengumpulkan informasi & data pelanggan dari surv...