animasi-bergerak-selamat-datang-0276

Sabtu, 19 Mei 2018

Ekstrakulikuler Kelompok Ilmiah Remaja (KIR)


 “EKSTRAKULIKULER KELOMPOK ILMIAH REMAJA (KIR)”

BAB I
PENDAHULUAN

1. 1.     LATAR BELAKANG
Belajar, khususnya dalam pendidikan, bukanlah sekedar transmisi ilmu pengetahuan sebagai fakta. Tetapi lebih dari itu, belajar adalah mengolah daya penalaran sebagai bekal dasar setiap warga Negara yang bertanggung jawab. Teori belajar mengatakan kepada kita bahwa proses belajar tidak terjadi dalam ruang kosong. Data ilmu pengetahuan hanya dapat di serap dalam kaitannya dengan dunia nyata, terutama pendidikan bangku dasar.
Dewasa ini, salah satu kurikulum yang ada di SMA adalah kegiatan ektrakulikuler. Ekstrakulikuler adalah sebuah kegiatan yang dilakukan oleh siswa-siswi di sekolah mulai dari jenjang pendidikan dasar hingga universitas. Ektrakulikuler bertujuan untuk mengembangkan potensi, minat, bakat dan hobi yang dimiliki peserta didik. Kegiatan ini dilakukan diluar jam pelajaran sekolah tanpa mengganggu kegiatan KBM (kegiatan belajar mengajar),artinya bisa saja dilaksanakan pada sore hari atau hari libur. Kegiatan ini dilakukan secara swadaya dari pihak sekolah maupun siswa-siswi itu sendiri untuk merintis kegiatan diluar jam pelajaran sekolah.
Ekstrakulikuler baik disekolah maupun diperguruan tinggi telah berlangsung lama dan diikuti para siswa. Kehadiran kegiatan ekstrakulikuler disamping kegiatan intra kurikuler dimungkinkan karena banyak manfaat yang didapatkan dari kegiatan tersebut. Ekstrakulikuler dapat di sebut sebagai bagian dari pendidikan dalam arti luas. Dengan demikian kegiatan ini juga merupakanproses yang sistematis dan sadar dalam membudayakan warga negara muda agar memiliki kedewasaan sebagai bekal hidup. Kegiatan ekstrakulikuler bersifat akademik dan non akademik, misalnya, olahraga,kesenian,dan KIR (kelompok ilmiah remaja) serta berbagai macam keterampilan serta kepramukaan. Dengan adanya kegiatan Ekstrakulikuler ini, sekolah mendapat pencitraan yang baik dari pengembangan diri.
Di SMA N 9 Cirebon sendiri ekstrakulikuller yang dilakukan setelah kegiatan belajar, dimana siswa melakukan kegiatan ekstrakulikuler itu mulai dari sepulang sekolah pukul 14.30 hingga waktu yang di tentukan setiap pengurus organisasi tersebut. Ekstrakulikuler di SMA N 9 Cirebon memiliki segudang prestasi dan kegiatan-kegiatan yang banyak memenangkan penghargaan. SMA N 9 Cirebon memang menonjol di bidang ekstrakulikuller, hal ini di buktikan dengan banyaknya penghargaan yang ia dapat, mulai dari juara lomba paskibra,teater,hingga lomba karya ilmiah dan lomba-lomba ekstrakulikuler lainnya.
Namun siswa/siswi di SMA N 9 Ciirebon saat  ini lebih tertarik kepada ektrakulikuler nonakademik. Seperti Basket,Teater,Paskibra,Pramuka,dan lainnya.
Berdasarkan permasalahan di itu kami tertarik untuk melakukan observasi di sekolah mengenai ekstrakulikuler yang memiliki peminat yang kurang banyak daripada ekstrakulikuler lain di SMA N 9 CIREBON, dimana kami akan memfokuskan permasalah tersebut terhadap ekstrakulikuler KIR,yang belakangan ini kurang diminati oleh anak kelas X angkatan tahun 2015. Dan judul observasi tersebut berjudul “Evektivitas kegiatan ekstrakulikuler (studi kasus ekstrakulikuller KIR di SMA N 9 Cirebon)”. Evektivitas ialah suatu ukuran yang menyatakan seberapa jauh target (kuantitas,kualitas,dan waktu) telah tercapai. Dimana makin besar presentase target yang dicapai, makin tinggi evektivitasnya (Hidayat, 1986).
Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) adalah kelompok remaja yang melakukan serangkaian kegiatan yang menghasilkan karya ilmiah. KIR merupakan ekstrakulikuler di SMP maupun SMA, ini merupakan organisasi yang sifatnya terbuka bagi remaja yang ingin mengembangkan kreativitas, didirikan oleh UNESCO tahun 1963. Ekstrakulikuler KIR bertujuan untuk mengembangkan sikap ilmiah,menumbuhkan kejujuran dalam memecahkan permasalahan praktikum yang sistematis,objektif,dan rasional,serta belajar berinteraksi dan berorganisasi dalam suatu ekstrakulikuler sehingga akan didapatkan kompetisi individual untuk mengembangkan diri dalam setiap aspek kehidupan.
Manfaat KIR bagi setiap anggotanya dalam aspek pengetahuan dan aspek lainnya seperti membangkitkan rasa ingin tahu,daya nalar, serta kreatifitas terhadap suatu pembahasan praktikum,menambah wawasan terhadap masing-masing bidang KIR (Fisika,Kimia,dan Biologi), meningkatkan keterampilan menguasai setiap teori dan praktek pada setiap praktikum,memperluas wawasan komunikasi melalui pengalaman diskusi,kompetisi internal KIR,mengenal cara-cara berorganisasi untuk pengembangan sikap dan kepribadian,sebagai ajang unjuk prestasi dalam setiap agenda kompetisi internal.
Kendala yang di hadapi ekstrakulikuler KIR sendiri adalah kurang tertariknya minat siswa terhadap ekstrakulikuler di SMA N 9, hal ini terlihat dari sikap mereka yang lebih menyukai esktrakulikuler nonakademik,seperti lahraga,paskibra,pramuka dan sebagainya. Oleh karena hal tersebut kami akan merangkumnya dalam laporan penelitian kami ini.



1.2.      RUMUSAN MASALAH
1.      Bagaimana Pengelolaan kegiatan ekstrakulikuler KIR di SMA N 9 Kota Cirebon?
2.      Apa saja kegiatan program kerja dalam ekstrakulikuler KIR di SMA Negeri 9 Cirebon?
3.      Apakah kendala yang di hadapi kegiatan KIR di SMA N 9 Cirebon?

1.3. Tujuan
1. Mengetahui pengelolaan ekstrakulikuller KIR di SMA N 9 Cirebon & mengetahui pelaksanaan pelaksanaan kegiatan ekstrakulikuller
2.  Mengetahui berbagai kegiatan program kerja ekstrakulikuller KIR i SMA N 9 Cirebon
3. Mengetahui berbagai kendala dalam pelaksanaan kegiatan ektrakulikuller KIR

1.4. Manfaat
1.4.1 Manfaat Teoritis :
1. Hasil penelitian ini menyumbang bagi ilmu pengetahuan mengembangkan ilmu pendidikan. Khususnya di bidang Ekstrakulikuler.
1.4.2. Manfaat Praktis :
1. Hasil penelitian ini bisa menjadi contoh bagi penelitian sejenis
2. Hasil penelitian diharapkan bermanfaat bagi pembina ekstrakulikuler KIR sebagai bahan evaluasi sekaligus sebagai masukkan dalam meningkatkan kegiatan ekstrakulikuler yang dapat mempengaruhi secara positif terhadap aktivitas belajar siswa.

















BAB II
KAJIAN PUSTAKA

2.1. KAJIAN TEORITIS
2.1.1. KAJIAN PUSTAKA MENGENAI PENGERTIAN EFEKTIFITAS
            1). Pengertian Efektivitas
Pada umumnya efektivitas sering dihubungkan dengan efisiensi dalam pencapaian dan tujuan organisasi. Padahal suatu tujuan atau saran yang telah tercapai sesuai dengan rencana dapat dikatakan efektif, tetapi belum tentu efisien. Walaupun terjadi suatu peningkatan efektifitas dalam suatu organisasi maka belum tentu itu efisien. Jelasnya, jika sasaran atau tujuan telah tercapai sesuai dengan yang di rencanakan sebelumnya dapat dikatakan efektif. Jadi, bila suatu pekerjaan itu tidak selesai sesuai waktu yang telah ditentukan maka dapat dikatakan tidak efektif. Efektifitas merupakan gambaran tingkat keberhasilan atau keunggulan dalam mencapai sasaran yang telah ditetapkan dan adanya keterkaitan antara nilai-nilai yang bervariasi.
Efektifitas berasal dari kata efek yang artinya berpengaruh yang di timbulkan oleh sebab , akibat/dampak. Efektif yang artinya berhasil, sedang efektifitas menurut bahasa ketepat gunaan, menunjang tujuan.
Secara umum teori efektifitas berorientasi pada tujuan, sebagaimana Etzioni mengatakan efektifitas adalah derajat organisasi sampai pada tujuan. Sedang menurut pendapat Stress, kefektifan adalah penekanan pada kesesuaian hasil yang dicapai organisai dengan tujuan yang akan dicapai.
Hal tersebut juga sejalan dengan pendapat yang dikemukaan sedarmayanti dalam bukunya yang berjudul Sumber Daya Manusia dan produktifitas kerja mengenai pengertian efektifitas yaitu : “efektifitas merupakan suatu ukuran yang memberikan gambaran seberapa jauh target dapat tercapai. Pengertian efektifitas ini lebih berorientasi kepada keluaran sedangkan masalah pengguanaan masukan kurang menjadi perhatiaan utama. Apabila efesiensi dikaitkan dengan efektifitas makan walaupun terjadi peningkatan efektifitas belum tentu efisiensi meningkat.” (Sedarmayanti,2001:59).
Pengertian efektifitas menurut ensiklopedia administrasi karangan The Liang Gie, dkk (1989:190) adalah : “terjadinya suatu efek atau akibat yang dikehendaki dalam suatu perbuatan setiap pekerjaan yang efisien tentu juga bersifat efektif. Karena dilihat dari segi hasil,tujuan,atau akibat yang dikehendaki dengan perbuatan itu telah tercapai bahkan secara maksimal (mutu atau jumlahnya).
Sedanglan menurut Georgopolus dan Tannembaum (1985:50) “Efektifitas ditinjau dari sudut pencapaian tujuan, dimana keberhasilan suatu organisasi harus mempertimbangkan bukan saja sasaran organisasi tetapi juga mekanisme mempertahankan diri mengejar sasaran. Dengan kata lain penilaian efektifitas harus berkaitan dengan masalah sasaran maupun tujuan.”
Dari pengertiaan diatas dapat disimpulkan bahwa efektifitas lebih di titik beratkan pada tingkat keberhasilan organisasi (sampai sejauh mana organisai dapat dikatakan berhasil) dalam usaha mencapai sasaran yang telah dipilih, sedangkan efisiensi lebih menitik beratkan pada kemampuan organisai dalam menggunakan sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan yang diharapkan.

2.1.2. KAJIAN PUSTAKA MENGENAI PENGERTIAN EKSTRAKULIKULER & EKSTRAKULIKULER KARYA ILMIAH (KIR)
2). Pengertian Ekstrakulikuler
Ekestrakulikuler (biasa disingkat “eskul”) merupakan kegiatan penunjang kegiatan interakulikuler. Kegiatan ekstrakulikuler berlangsung diluar jam belajar dan umumnya berlangsung setelah jam pelajaran usai (telah pukul14.15). Menurut kamus besar indonesia (2002:291) ekstrakulikuler adalah “suatu kegiatan yang berada diluar program yang tertulis di dalam kurikulum seperti latihan kepemimpinan dan pembinaan siswa.” Kegiatan ekstrakurikuler sendiri dilaksanakan diluar jam pelajaran wajib. Kegiatan ini membeir keleluasaan waktu dan memberikan kebebasan pada siswa, terutama dalam menentukan jenis kegiatan yang sesuai dengan bakat serta minat mereka.
Menurut Rusli Lutan (1986:72) “program ekstrakulikuler merupakan bagian internal dari proses belajar yang menekankan pada pemenuhan kebutuhan anak didik. Antara kegiatan intrakulikuler dan ekstrakulikuler sesungguhnya tidak dapat dipisahkan, bahkan kegiatan ekstrakulikuler perpanjangan pelengkap atau penguat kegiatan intrakulikuler untuk menyalurkan bakat atau pendorong perkembangan potensi anak didik mencapai tarap maksimal.”
Karya Ilmiah Remaja adalah remaja yang melakukan serangkaian kegiatan yang menghasilkan suatu hasil yang disebut karya ilmiah. Karya ilmiah itu sendriri mempunyai arti sebagain suatu karya yang dihasilkan melalui cara berpikir yang menurut kaidah penalaran yang logis, sistemastis, rasional dan ada koherensi antar bagian-bagiannya. Kelompok Ilmiah Remaja ini merupakan suatu organisasi yang bersifat terbuka bagi remaja yang ingin mengembangkan kreatifitas dan teknologi pada masa kini maupun masa mendatang.
Menulis karya ilmiah merupakan salah satu bentuk kegiatan menulis dengan didasarkan pada kemampuan yang berpikir logis serta dapat dipertanggung jawabkan. Pembelajaran menulis karya ilmiah pada jenjang SMA difokuskan melalui kegiatan pembinaan ekstrakurikuler kelompok kerja Karya Ilmiah Remaja (KIR). Pembinaan ekstrakurikuler penulisan KIR kurang diminati oleh siswa disebabkan belum tersedianya media pembinaan yang mendukung proses kegiatan ekstrakurikuler KIR. Maka dari itu, media dibutuhkan untuk mengatasi hambatan belajar dan mendukung kelancaran pembinaan ekstrakurikuler KIR. Tujuan pengembangan media ini adalah menghasilkan produk sebagai wadah pembinaan ekstrakurikuler KIR serta untuk mengetahui kelayakan media tersebut dalam kegiatan pembinaan KIR.
Namun, ada beberapa kendala dalam ektrakulikuller KIR di SMA N 9 Cirebon, kendala yang paling kompleks yaitu sedikitnya anggota KIR,dan tak adanya partisipasi dari kelas X,sebagai generasi penerus untuk ekstrakulikuller ini, dimana remaja saat ini lebih menyukai hal-hal yang intensitas berfikirnya terbatas dan berbau pergaulan yang mengikuti zaman dimana lebih menitik beratkan kepada gaya hidup kebarat-baratan dan malas melakukan hal rumit karena lebih menyukai hal-hal yang mudah dan instan.

* Efektifitas berasal dari kata efek yang artinya berpengaruh yang di timbulkan oleh sebab , akibat/dampak. Efektif yang artinya berhasil, sedang efektifitas menurut bahasa ketepat gunaan, menunjang tujuan.
* Menurut kamus besar indonesia (2002:291) ekstrakulikuler adalah “suatu kegiatan yang berada diluar program yang tertulis di dalam kurikulum seperti latihan kepemimpinan dan pembinaan siswa.”

2.2. KERANGKA BERFIKIR


Efektivitas Ekstrakulikuller
KIR
Di SMA N 9 CIREBON


Pengelolaan Ekstrakulikuller KIR di SMA N 9 CIREBON


Kendala kegiatan Ekstrakulikuller KIR


Program kerja ekstrakulikuller KIR di SMA N 9 Cirebon


                                                   



Pengelolaannya di management sendiri oleh para anggota KIR dengan pengawasan dan bimbingan dari pembina KIR.


1. kurangnya minat siswa terhadap ekstrakulikuller ini.
2. pengemasan ekstrakulikuller yang kurang menarik


1. mengikuti lomba-lomba
2. persiapan olimpiade
3. persiapan menggunakan alat peraga apa saja yang akan digunakan


























BAB III
METEDOLOGI PENELITIAN

3.1 WAKTU DAN TEMPAT
            3.1.1 WAKTU PENILITIAN

Program penelitian kami di laksanakan mulai minggu ke-2 pada bulan Januari,berikut bentuk rincian penelitian kelompok kami :

TABEL PENELITIAN 3.1
NO.
KETERANGAN
BULAN
JANUARI
FEBUARI
MARET
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1.
penelitian topik/tema
x
2.
perumusan bab i
x
3.
perumusan bab ii
x
4.
pembuatan bab iii
x
5.
pedaran wawancara
x
6.
penelitian lapangan
x
7.
penyusunan bab iv
 x
 x
8.
penyusunan bab v
 x
9.
Lampiran
 x
10.
penyusunan laporan penelitian secara keseluruhan
 x
Sumber; hasil olahan pribadi


3.1.2 TEMPAT
            Kami melakukan penelitian di lingkungan SMAN 9 CIREBON,karena kami bersekolah di SMAN 9 CIREBON dan karna kami bertujuan meneliti ekstrakulikuler KIR di SMAN 9 CIREBON.


3.2 METODE PENELITIAN
3.2.1  JENIS PENELITIAN
Metode Yang kami gunakan adalah kualitatif. Metode kualitatif adalah suatu pendekatan yang juga disebut pendekatan investigasi karena biasanya peneliti mengumpulkan data dengan cara bertatap muka langsung dan berinteraksi dengan orang-orang di tempat penelitian (Mcmillan dan Schumacher,2003). Adapun penelitian dari kami efektifitas pengelolaan KIR (pendalaman materi).

           
3.2.2 SUBJEK PENELITIAN
SUBJEK :
Pembina KIR
Pembina OSIS
Ketua KIR
Anggota KIR (X dan XI)
Murid-Murid SMAN 9 CIREBON

3.3 TEKNIK NONPROBILITI
Simpling bertujuan (nonprobilitas)  adalah Teknik non-probilitas merupakan teknik yang tidak memberikan peluang atau kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. Teknik ini terdiri sampling sistematis, sampling kuota, sampling aksidental, sampling purposive, sampling jenuh dan snowball sampling. Nonprobability sampling seringkali menjadi alternative pilihan dengan pertimbangan yang terkait dengan penghematan biaya, waktu dan tenaga serta keterandalan subjektifitas peneliti.


3.4 TEKNIK PENGAMBILAN DATA
           3.4.1 SAMPEL
                   •Pembina osis : - Sofyan Hadi spd
                   •Pembina KIR  : - Sri Sunarti spd
                   • Ketua KIR      : - Lisa Julaeha
                   • Anggota KIR  : - Sigit
                   • Siswa kelas XI : - Lia Apriliani (XI IPA 3)
                                                  - Shifa (XI IPS 1)
                   •Siswa Kelas X : - Asih (X-2)

BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1. Deskripsi Tempat Penelitian
            4.1.1. Kondisi Fisik
SMA N 9 Cirebon terletak dijalan pramuka Kebon Pelok Kecamatan Harjamukti Kelurahan Kalijaga, sebelah lapangan kebon pelok, jarak antara pusat kota dengan SMA N 9 Cirebon ialah
            4.1.2. Visi-Misi SMA N 9 Cirebon
*Visi Sekolah
Unggul dalam prestasi,luhur dalam perilaku,dan perduli lingkungan tahun 2006. Indikator :
Meningkatnya peserta didik yang berprestasi dibidang akademik
Meningkatnya peserta didik yang berprestasi dibidang non akademik
Meningkatnya lulusan yang masuk PMDK semakin meningkat prosentasenya setiap tahun
Meningkatnya lulusan yang masuk ke PTN atau PTS semakin meningkat prosentasenya setiap tahun
Meningkatnya peserta didik dan lulusan yang berakhlak karimah
Meningkatnya peserta didik yang taat dalam melaksanakan IMTAQ
Meningkatnya peserta didik lulusan yang kreatif dan mampu berkompetitif dalam dunia kerja
*Misi Sekolah
Meningkatkan kegiatan belajar mengajar yang efektif ,baik, intraktif,maupun ekstrakulikuller dibidang akademik.
Meningkatkan kegiatan ekstrakulikuller dibidang non akademik.
Meningkatkan profesionalisme personal dalam melaksanakan tugas sehari-hari
Meningkatkan pengalaman ajaran agama dan budi pekerti luhur
Mengembangkan kultur sekolah yang kondusif
Mengembangkan kegiatan ekstrakulikuller dan mulok
Mengembangkan pengetahuan melalui pengadaan buku-buku perpustakaan
Menghemat penggunaan energy

4.1.3 Jumlah Siswa SMA N 9 Cirebon : 598
4.1.4 Jumlah Guru SMA N 9 Cirebon : 75 (sudah +TU)



4.2.1. Hasil Penelitian
Dari hasil wawancara kami didapatkan bahwa ekstrakulikuler di SMA N 9 Cirebon belum ada perkembangan secara signifikan. Ini dapat dilihat dari perkembangannya yang masih sama dengan tahun-tahun lalu, hal tersebut dikemukakan oleh Bapak Sofyan Hadi Spd “secara umum jika boleh saya katakan perkembangan ekstrakulikuler di SMA N 9 Cirebon relatif sama seperti tahun-tahun sebelumnya karna ada perubahan dari kurikulum 2013 dimana kami menyiapkan dari sekolah itu satu hari untuk ekstrakulikuler agar terfokus,namun karena ada perubahan kembali ke KTSP jadi ekstrakulikuler kembali diadakan sore hari...”
Dikatakan pula bahwa ekstrakulikuler yang masih berjalan dengan baik ialah ekstrakulikuler inti,yaitu P3K : Pramuka,Paskibra,dan PMR. Namun ada eksrtakulikuler lain yang masih aktif pula seperti GreenSchool,KIR dsb. Berbicara mengenai ekstrakulikuler KIR kami menanyakan pula apa yang mereka ketahui mengenai ekstrakulikuler di SMA N 9 Cirebon,terutama ekstrakulikuler KIR, beliau mengungkapkan bahwa “secara administratif semau yang berkaitan dengan ekstrakulikuler memang ada dibagian kesiswaan jadi memang kami yaitu saya dan Pak Maman yang menyusun program-program ekstrakulikuler mulai dari penjadwalan,pembinaan,kemudian evaluasi selama kegiatan. Diikuti dengan pertimbangan hal-hal tertentu......KIR merupakan Karya Ilmiah Remaja dimana kita ketahui remaja-remaja kreatif yang kritis,alhamdulillah pembinanya sendiri Ibu Sri Sunarti dan ketua KIR saat ini yaitu Lisha sangat aktif mengelola KIR salah satu budang garapannya kemarin mengikuti olimpiade Sains Nasional yang diselenggarakan dikota Cirebon...”
Pengelolaan KIR sendiri dilakukan oleh anggotanya dengan bimbingan dan pengawasan dari pembina, hal ini juga dikemukakan oleh ananda Sigit selaku Anggota KIR bahwa “...pengelolaan kami kordinir sendiri dengan pengawasan dan bimbingan dari Ibu Sri Sunarti.” Hal serupa diungkapkan Ibu Sri Sunarti yang mengatakan bahwa “Pengelolaan KIR anak-anak yang memanagement dan anak-anak sendiri yang mengelola sedangkan pembina hanya mangarahkan dan memberikan bimbingan mengenai pengelolaannya.” Dikemukakan oleh ketua KIR yaitu Lisa, saat ini anggota KIR ada 26 siswa.






Organisasi KIR :
Ketua : Lisa Jualeha (XI IPA 2)
Bendahara : Putri Riyani (XI IPA 1)
Angggota : Widia (XI IPA 2),Ayu (XI IPA 2),Nur Azako (XI IPA 2) ,Dian (XI IPS 5),Shiva(XI IPS 5),Anisa (XI IPS 1),Karin (XI IPS 5),Sherly(XI IPS 5),Sigit (X IPA 2) dll.

Jadwal kumpulnya setiap hari rabu dan jum’at setelah pulang sekolah.
Program kerja KIR meliputi :
-    Mengikuti lomba-lomba
-    Persiapan Olimpiade
-    Persiapan membuat alat peraga apa saja yang digunakan untuk mengikuti lomba-lomba

Namun disamping itu KIR mempunyai kendala pada jumlah peminatnya dimana tidak ada anggotanya yang berasal dari kelas X, hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian kami dengan ketua KIR dimana anggotanya tidak ada yang berasal dari kelas X dan diperkuat dengan pernyataan Ibu Sri Sunarti, bahwa “Kurang minatnya siswa terhadap bidang akademik,dan KIR merupakan ekstrakulikuler dibidang akademik,dan sepertinya siswa/siswi SMA N 9 Cirebon lebih menyukai yang berbau fisik atau nonakademik”.
Hal ini dikemukakan pula oleh Bapak Sofyan Hadi : “....anak remaja sekarang lebih mementingkan kegiatan-kegiatan yang tidak berfikir dalam artian intensitas berfikirnya terbatas,dibanding ekstrakulikuler lain yang lebih kefisik,dan mungkin mereka lebih tertarik kepada ekstakulikuler fisik sepertiolahraga,KIR memang saya akui minatnya sangat sedikit karena lebih mengedepankan pengetahuan.” Jadi dapat dikatakan bahwa minat siswa menjadi alasan kuat adik-adik kelas X tidak bergabung dan mengikuti ekstrakulikuler KIR.
Hasil wawancara kami dengan beberapa siswa/siswi kelas XI dan X juga menunjukkan bahwa ketidak tertarikan mereka ialah karena mereka lebih menyukai ekstrakulikuler nonakademik. Hal ini diperjelas oleh ungkapan dari Lia Apriliani (XI IPA 3) dia lebih tertarik kepada ekstrakulikuler Pramuka. Menurutnya ekstrakulikuler Pramuka lebih menantang dan memacu rasa keingintahuannya terhadap alam dan lingkungan “Menurut saya ekstrakulikuler pramuka lebih menarik untuk saya ini karena saya menyukai hal yang berbau alam...”
Menurutnya juga KIR merupakan ekstrakulikuler yang bagus namun mungkin kurangnya minat itu dari segi pengemasan dan menurutnya juga KIR keaktifannya dalam mengikuti lomba-lomba masihlah kurang.

Hasil wawancara kami dengan kelas X pun menyatakan demikian. Seperti yang dikemukakan Asih (X-2) bahwa ia lebih tertarik mengikuti ektrakulikuler PMR, karena menurutnya PMR memiliki tugas mulia menolong teman-teman yang sedang sakit. Menurutnya KIR juga ekstrakulikuler yang bagus, namun pengemasan konsep yang dikemukakan pada saat promosi ekstrakulikuler dilapangan atau di kelas X.

4.2.2 Pembahasan
            Dari yang dikatakan oleh Bapak Sofyan Hadi Spd. Bbahwa ekstrakulikuler diadakan sore hari dan hal ini sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh kamus besar indonesia (2002:291) yaitu : ekstrakulikuler adalah “suatu kegiatan yang berada diluar program yang tertulis di dalam kurikulum seperti latihan kepemimpinan dan pembinaan siswa.”
           
























BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan
Dari hasil keseluruhan bab dapat disimpulkan bahwa ekstrakulikuller KIR dari segi faktor Internal ialah pendapat siswa/siswi yang menganggap ekstrakulikuller KIR membosankan dan kurang menarik. Sedangkan dari faktor Eksternal ialah ajakan teman yang memberi pengaruh terhadap anak-anak untuk memilih ekstrakulikuller apa yang ingin mereka ambil.
Inilah mengapa banyak anak kelas X tidak tertarik bahkan tidak ada yang memilih KIR, kurangnya motivasi dan semangat dalam hal akademik sangant berpengaruh, seperti yang diungkapkan oleh Bapak Sofyan Hadi, dimana pergesran pola pikir remaja masa kini memang sangat jelas, mereka lebih menyukai hal fisik, akibatnya anak-anak masa kini lebih kepada kekerasa daripada keritis,sistematis,dan berfikir maju. Dapat sisimpulkan juga bahwa efektifitas ekstrakulikuler KIR belum tercapai,dimana menciptakan remaja yang kritis dan kratif terhalan oleh kendala minat siswa atau ketertarikan siswa/siswi terhadap ekstrakulikuler tersebut.

5.2 Saran
Berdasarkan hasil penelitian:
·      Anggota KIR agar lebih membuat konsep yang menarik untuk mempromosikan KIR agar siswa/siswi tertarik terhadap ekstrakulikuler tersebut.
·      Pihak sekolah harus terus meningkatkan kreatifitas dengan membangun sarana dan prasarana yang menunjang dan dapat memotivasi siswa-siswi untuk terus menanamkan budaya kreatif disekolah. Dan juga program atau kegiatan-kegiatan yang lain dapat ter realisasikan dengan baik.











DAFTAR PUSTAKA




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar kalian sangat berharga bagi saya

Survey Monkey

Survey Monkey/Monkey Kuesioner adalah sejumlah pertanyaan umpan balik untuk membantu mengumpulkan informasi & data pelanggan dari surv...